Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for July 15th, 2010

Elizabeth Dipaksa ‘Rubber Game’

Posted by febrikusuma on July 15, 2010

TEGAL, KOMPAS.com — Pemain pelatnas, Elizabeth Puwaningtyas, dipaksa bermain rubber game oleh pemain tunggal putri asal SGS Elektrik, Mutiarani, Rabu (14/7/2010).

Dalam pertandingan nomor tunggal dewasa putri Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional III di GOR Mutiara Tegal ini, Elizabeth dipaksa bermain rubber game sebelum menang 21-17, 18-21, dan 21-7.

Atlet yang kerap disapa Ocoy ini berhasil menutup game pertama dengan 21-17. Namun, ia harus menyerah 18-21 pada game kedua. “Game kedua, (saya) memang agak blank, seperti kehilangan irama permainan,” ungkapnya seusai pertandingan.

Memasuki game ketiga, Ocoy yang lebih unggul stamina ini tanpa basa-basi lagi langsung menghabisi lawannya itu dengan skor telak 21-7. Hal ini pun ia lakukan karena lawan sudah tak lagi mampu mengejar bola-bola yang dia tempatkan pada game ketiga.

Mungkin bila melihat perawakan gadis berusia 17 tahun ini, Anda akan menebak bahwa dia sudah pasti orang Indonesia bagian timur. Namun, bila Anda berbicara dengannya mungkin Anda akan terheran-heran. Putri pasangan Antonius Soehardjo (alm) dan Vonny Bernadette ini sangat fasih berbahasa Sunda. Logatnya pun sangat Sunda.

Dia memang lahir dari keluarga yang multi-ras. Sang ayah yang orang Yogya menikah dengan sang ibu yang merupakan putri dari keluarga Makassar dan Manado. “Dari lahir sudah di Cimahi, jadi ya beginilah,” ungkapnya dengan logat Sunda kental.

Dengan keluarga multi-ras dan sedari kecil tinggal di Cimahi, Ocoy tak ragu untuk menyebut Cimahi sebagai kampung halamannya. “Kampung halaman saya ya Cimahi. Saya dari kecil di sana,” lanjutnya sambil tertawa.

Usia 10 tahun mungkin oleh bagi sebagian atlet akan dianggap sebagai usia yang sangat terlambat untuk memulai karier di dunia olahraga. Namun, Ocoy membuktikan bahwa hal itu salah. Ia baru mulai memegang raket pada usia 10 tahun. Kini di usianya yang ke-17, Ocoy sudah menjadi bagian dari Pelatnas Pratama.

Perjalan karier Ocoy pun tak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai cobaan di hidupnya membuat dia sempat sangat ingin berhenti di bulu tangkis. “Setelah papa meninggal, saya sempat tidak mau lagi bermain bulu tangkis,” kenangnya.

Ocoy harus kehilangan motivator utamanya di dunia bulu tangkis, saat sang ayah harus kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa tahun 2005. Hal ini mempengaruhi prestasi dia di lapanga. Bahkan, ia mengenang, sempat hanya mendapat satu poin dalam satu set pada pertandingan tahun 2006. Ia kalah dari Yeni Asmarani yang kini memperkuat PB Djarum. Kala itu, Ocoy menyerah 1-21 dan 6-21.

Berbagai kegagalan pun harus Ocoy telan pada hari berikutnya. Ia mendaftarkan diri ke salah satu pusdiklat. Namun, ia menerima jawaban tidak. Tahun 2007 menjadi titik balik baginya, saat ia mulai naik ke kelas remaja. Ia terus berprestasi di bawah asuhan Didit Suluh Patria karena Didit-lah yang meyakinkan ia untuk terus berkarier di bulu tangkis.

Pada tahun yang sama, gadis yang lahir pada 23 Februari 1993 ini mengikuti seleksi di Pelatnas Cipayung untuk bisa ikut Vietnam Challenge. Ia mengenang bahwa saat itu harus menempuh perjalanan sendiri dari Bandung ke Cipayung. Seleksi ini hanya membutuhkan dua orang. Namun, Ocoy hanya finis di ranking ketiga, dan sudah dipastikan batal berangkat ke Vietnam.

“Memang bisa berangkat, tapi harus biaya sendiri, dan mama memilih pilihan, ke Vietnam atau pergi ke turnamen-turnamen nasional.”

Ocoy pun memutuskan untuk tidak berangkat, tapi kemudian ia dihubungi oleh donatur yang akan memberikannya biaya untuk berangkat ke Vietnam. “Itulah pertama kali turnamen internasional saya,”

Di Vietnam, ia hanya sampai babak kedua. Namun, pada tahun 2008, Ocoy menunjukkan tajinya. Ia ditargetkan meraih lima gelar juara, dan ia pun menjawab itu dengan menyabet empat gelar juara Sirnas dan satu kejuaraan swasta nasional.

Ocoy memang kerap kali disangsikan banyak orang. Dengan tinggi badan yang hanya 161 cm, Ocoy dianggap tidak akan bisa berkembang dan tidak akan bisa bertaji di kancah bulu tangkis. Namun, hal ini tidak menyurutkan Ocoy untuk meniti karier di dunia bulu tangkis. Akhirnya ia bergabung bersama Pelatnas Pratama, dan ingin terus menunjukkan prestasinya. Melihat perjuangannya, mungkin yang dibutuhkan Ocoy adalah kesempatan dan kepercayaan. “Saya ingin membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin,” pungkasnya.

Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional III di Tegal berlangsung 12-17 Juli ini.

Advertisements

Posted in nasional | Leave a Comment »

Ayu Wanda Tika Hentikan Pemain Pelatnas

Posted by febrikusuma on July 15, 2010

Tegal – Semua mata pecinta bulutangkis akan tertuju ke Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Tegal. Kejuaraan yang berlangsung dari hari Senin (12/7) lalu, dan akan terus berlangsung hingga Sabtu (17/7) mendatang. Hari ini, nomor tunggal putri memainkan partai perebutan tiket perempat final. PB Djarum yang diwakili oleh dua atletnya, memastikan dua tempat di perempat final. Setelah Ayu Wanda Tika berhasil melenggang.

Bertarung tiga game, Ayu Wanda Tika berhasil menghentikan langkah Siti Anida Lestari Qaryatin. Di game pertama, Ayu yang selalu memimpin harus tertinggal menjelang akhir game kedua. Ia sempat unggul 18-17, malah harus memberikan game pertama, setelah terjadi satu kali deuce, Ayu menyerah 20-22.

Di game kedua, Ayu tampil lebih ngotot. Kejar mengejar angka pun tak bisa terelakkan. Selisih angka pun tak pernah lebih dari tiga angka. Ayu menutup game kedua ini dengan 21-18. Ayu pun merebut game ketiga dengan 21-18, setelah bola pengembalian Siti melebar.

Ayu mengaku puas dengan hasil yang ia capai hari ini. Ia pun bertekad untuk terus menampilkan permainan terbaiknya di Djarum Sirnas Tegal ini, terlebih PB Djarum hanya berkekuatan dua orang, yaitu dirinya dan pelatihnya Maria Elfira Christina. Maria sendiri baru akan berlaga mulai hari Kamis (15/7) setelah mendapat bye pada hari Rabu (14/7).

“Semoga bisa bermain lebih bagus, biar tidak kalah terus,” paparnya.

Ayu akan menghadapi Chyntia Tan yang berhasil menekuk unggulan 3/4 Putri Muthia Restu. Ia mencuri tiket ke perempat final dengan tiga game, 21-13, 10-21 dan 21-17. Sementara Maria Elfira akan berhadapan dengan Riza Nur Azizah yang berhasil menang 21-19 dan 21-8 atas Purwaningsih dari SKB Bali.

Pertandingan Tunggal Dewasa Putri dijadwalkan akan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Antusiasme Kota Bahari ini tak surut, kendati mereka harus membayar tiket masuk seharga Rp 6.000, GOR Sinar Mutiara tetap dipenuhi pecinta bulutangkis yang setia menyaksikan setiap laga yang berlangsung.

http://www.pbdjarum.com

Posted in nasional | Leave a Comment »

Ganda Taruna Putri Loloskan Tiga Wakil Ke Perempat Final

Posted by febrikusuma on July 15, 2010

Tegal – Perhelatan Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Tegal, telah memasuki hari ketiga. Suasana GOR Sinar Mutiara yang sudah cukup panas pun ditambahkan bara panasnya pertandingan rangkaian Djarum Sirnas keenam ini. Jelang babak perempat final, pertarungan pun semakin ketat. Hari ini (14/7) kejuaraan menggelar babak kedua nomor Ganda Taruna Putri dimana PB Djarum berhasil meloloskan semua wakilnya.

Kemenangan hari ini dibuka oleh unggulan pertama, Gloria Emanuelle Widjaja/Deariska Putri Medita. Mereka hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk bisa menghentikan Azky Zahidah/N Nadilla dengan 21-4 dan 21-17.

Kemenangan pun dilanjutkan oleh si pembuat kejutan Ririn Amelia/Melati Daeva. Pasangan yang baru dipasangkan bulan Mei silam ini, tak diragukan lagi tuahnya. Satu minggu setelah dipasangkan mereka berhasil merebut gelar juara di Djarum Sirnas Jakarta, hari ini (14/7) pun mereka berhasil menumbangkan unggulan 3/4, Rossi Yuliastati/Tri Ria Maya. Mereka pun menang dengan meyakinkan, pasangan asal Pusdiklat Jaya Raya itu berhasil mereka tundukan dengan 21-14 dan 21-18.

Kemenangan PB Djarum pun ditutup oleh Farah Amelia Triyani/Khaeriah Rosmini. Dengan sukses mereka menekuk Adriana Wulandari/Chyntia Ningrum, yang berasal PB Jaya Raya Depok.

Dengan kemenangan ini, PB Djarum menempatkan tiga wakilnya di babak delapan besar. Sementara lima tempat lainnya diraih oleh PB Mutiara Bandung, Agitania Sesaria W/Yesi Triani yang akan menjadi lawan Gloria/Deariskan. Pasangan campuran Pusdiklat DKI/Pertamina, Sheren Regina/Siti Sarah yang akan melawan Ririn/Melati, serta Farah/Khaeriah akan ditantang unggulan dua, Mega Cahya Purnama/Sri Wulansari dari Pusdiklat Jaya Raya. Serta satu pertandingan lagi akan dimainkan oleh Aris Budiharti/Dian Fitriani (Pusdiklat Jaya Raya) melawan Atiek Sofianita/Monik (SMA Ragunan).

http://www.pbdjarum.com

Posted in nasional | Leave a Comment »

Dominasi Hari Kedua Dari PB Djarum, Ristya Ingin Tembus Final

Posted by febrikusuma on July 15, 2010

Tegal – Dominasi PB Djarum di nomor taruna memang tak usah diragukan lagi. Di babak awal turnamen berhadiah total Rp 165.000.000 ini. Berkekuatan 29 atlet yang turun di nomor taruna, PB Djarum berhasil meloloskan putra putri terbaiknya ke babak berikutnya.

Kemenangan pagi ini dibuka oleh pasukan ganda campuran, lima pasangan yang turun di Selasa (13/7) pagi berhasil mengatasi lawan masing-masing. Pasangan Edi Subaktiar/Ririn Amelia memulai aksinya dengan menundukkan Feryco Halim/Della Augustya Surya dengan 21-8 dan 21-17.

Kemenangan pun dilanjutkan oleh Rangga Yave Rianto/Deariska Putri Medita, Felix Kinalsal/Melati Daeva, Lukhi Apri Nugroho/Khaeriah Rosmini dan ditutup Praveen Jordan/Gloria Emanuelle Widjaja di nomor ganda taruna campuran ini. Praveen/Gloria membungkam M. Raka Prayoga/Adelina dengan 21-10 dan 21-15.

Setelah itu jajaran taruna PB Djarum berhasil menang tanpa cela. Meskipun beberapa diantaranya harus berjuang melalui tiga game yang cukup ketat.

Selain di taruna, di remaja pun PB Djarum siap menebar ancaman. Salah satunya adalah Ristya Ayu Nugraheny atau yang akrab disapa Nyitnyit. Turun di dua nomor, Nyitnyit berhasil lolos ke babak berikutnya di dua nomor tersebut.

Remaja putri yang lahir pada 5 Juli 1995 ini, memang tak bisa dipandang sebelah mata. Kiprahnya di nomor ganda memang telah bertuah, prestasi terakhirnya adalah Juara Djarum Sirnas Jakarta, dan mencapai babak semifinal di ganda, setidaknya inilah yang menjadi acuan dia di Kota Bahari ini.

Atas catatan prestasi sebelumnya itulah Nyitnyit mentargetkan diri ingin bisa tembus final di campuran. Serta untuk nomor ganda remaja putri, Nyitnyit hanya mentargetkan bisa menembus semifinal, mengingat pasangannya kali ini adalah pasangan baru. Nyitnyit yang sebelumnya dipasangkan dengan Febriani Endar Kusumawati, kali ini dipasangkan dengan Uswatun Khasanah yang baru saja hijrah dari Kudus ke markas Petamburan.

“Untuk campuran saya ingin tembus final, tapi kalau untuk ganda putri semoga bisa tembus semifinal, karena kami baru dipasangkan,” jelas Nyitnyit.

Arya/Ristya menang atas Gea Kamahamas/Setyowati Nur Utami dari Pusdiklat Pikiran Rakyat dengan 21-15 dan 21-16. Sedangkan di ganda putri, Ristya/Uswatun berhasil melaju ke babak berikutnya dengan menekuk ganda asal PB Aufa Depok, Rahayu/Ulfa.

http://www.pbdjarum.com

Posted in nasional | Leave a Comment »

Reksy Siap Lakukan yang Terbaik

Posted by febrikusuma on July 15, 2010

Tegal – Reksy Aureza Megananda bukanlah tipe anak bungsu yang manja dan suka merengek. Atlet tunggal taruna putra ini telah sudah meninggalkan rumah dan tinggal di asrama PB Djarum di Kudus sejak bergabung bersama PB Djarum sejak 2008 lalu.

Ia memulai awal karier bulutangkisnya karena suka ikut bermain bulutangkis bersama sang kakak. “Dulu suka ikut-ikutan kakak main,” kenangnya.

Taruna berusia 16 tahun ini memang belum memiliki prestasi yang mencolok, catatan terbaiknya ia ukir di Djarum Arena Open tahun 2009 silam, dimana ia berhasil menebus babak semifinal. Pertandingan itu pun ia akui sebagai pertandingan yang tidak pernah ia lupakan, ia mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan merasa puas dengan penampilannya kendati harus menelan kekalahan.

Di Djarum Sirnas Tegal kali ini, Reksy pun memiliki target pribadi. Bukan sang juara jika tak mentargetkan menjadi juara, Reksy pun sama, ia bertekad untuk terus melaju.

“Ingin terus melakukan yang terbaik dan semoga diakhirnya bisa menjadi juara,” harapnya.

Reksy pun menang mudah hari Selasa (13/7), dengan meyakinkan. Reksy membungkus pertandingan dengan dua game langsung, 21-10 dan 21-8 atas Abdul Jamaludin. Reksy berujar bahwa memang lawannya bermain kurang maksimal.

“Lawan saya hari ini sepertinya masih ada dibawah aku, dan permainan dia tidak keluar,” jelas si penyuka film-film Jacky Chan ini.

Di pertandingan besok (14/7), Reksy akan berhadapan dengan atlet Pusdiklat DKI Jakarta, Dwi Indriarto. Dwi melaju ke babak ketiga dengan bermain rubber game atas Ghomi Am dari Pusdiklat Gajah Mada Tangerang, ia menang 21-12, 18-21, dan 23-21.

“untuk besok yang pasti saya akan mengeluarkan kemampuan terbaik saya, karena saya juga belum pernah bertemu dan belum belum pernah melihat dia (Dwi – red) bermain,” pungkasnya.

Putra pasangan Sutari/Umiyati ini berharap akan bisa menjadi juara di Djarum Sirnas Tegal kali ini. Meskipun begitu ia mewaspadai beberapa nama, diantaranya adalah Rukita dari PMS Solo. Jika keduanya berhasil menang di pertandingan Rabu (15/7) maka mereka akan saling berhadapan di babak keempat untuk memperebutkan tiket ke babak perempat final.

Oke Reksy semoga langkahmu untuk menjadi juara bisa terbuka lebar. Lanjutkan tradisi juara!

http://www.pbdjarum.com

Posted in nasional | Leave a Comment »

Alamsyah ke Babak Kedua

Posted by febrikusuma on July 15, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Tunggal putera Indonesia, Alamsyah Yunus maju ke babak kedua turnamen bulu tangkis Australia Open Grand Prix, Rabu (13/7).

Di babak pertama, Alamsyah yang ditempatkan sebagai unggulan 3/4 menyingkirkan pemian tuan rumah, Boris Ma. Alamsyah menang dalam dua game 21-15 21-10.

Dalam turnamen Australia Open ini, Indonesia diwakili tiga pemain tunggal putera: Almsyah Yunus, Yoga Pratama dan Ariyanto Hariyadi Putra.  Kemenangan juga diraih  Yoga Pratama setelah mengalahkan pemain Selandia Baru, Maoni Hu He 21-9 21-16.

Namun Ariyanto ariyadi Purra gagal mlewati babak pertama setelah dikalahkan pemian asal selandia Baru lainnya, Ashraf Dhoray. Ariyanto kalah rubber game 12-21 21-19 12-21.

Di babak kedua, Kamis (14/7), Alamsyah akan menghadapi Dhoray.

Posted in GP | Leave a Comment »

Ambisi Juara Berry/Ulin

Posted by febrikusuma on July 15, 2010

TEGAl, Kompas.com – Unggulan pertama asal Pelatnas, Berry Anggriawan/Muhammad Ulinuha berhasil lolos ke babak ketiga Djarum Sirnas  dengan relatif mudah. Setelah di babak pertama mereka mendapat bye, di babak kedua yang digelar hari Selasa (13/7) ini mereka berhadapan dengan pebulutangkis tuan rumah, Wawan Kurniawan/Yonathan.

Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis kembali digelar. Kali ini giliran Kota Bahari menjadi tuan rumah. Suasana Tegal yang cukup panas ini, tentu akan mengiringi juga panas dan sengitnya aroma pertandingan di GOR Sinar Mutiara dan GOR Wisanggeni. Kedua GOR ini akan menjadi saksi bisu pertarungan-pertarungan para pebulutangkis andal dari seantero nusantara.

Di game pertama, mereka berhasil unggul mudah dengan 21-9. Memasuki game kedua, Berry/Ulinuha berhasil memimpin jauh 10-0, namun mereka harus kehilangan 9 angka berturut-turut hingga skor berubah 10-9, sebelum akhirnya mereka berhasil membawa jeda dengan 11-9.

“Kami memang lengah, dan mengendurkan serangan, jadi ya langsung hampir kekejar,” papar atlet yang kerap disapa Ulin ini.

Tak mau mengulangi kesalahannya, Berry/Ulin tampil terus menekan dan akhirnya menutup game kedua ini dengan 21-11.

Berry/Ulin merupakan runner up kejuaraan dunia junior di Malaysia tahun 2009 lalu, hal ini merupakan modal yang cukup bagi mereka untuk menjajal kelas yang lebih tinggi. Dipasangkan satu tahun lalu, Berry/Ulin kini kian terlihat kompak, Ulin yang sigap di depan net dan Berry yang berperan sebagai tukang gebuk di base line membuat permainan mereka terlihat cantik dan memukau.

Diunggulkan di tempat pertama tak membuat mereka menyepelakan lawan-lawannya. Berry/Ulin memperkirakan di delapan besar mereka akan menjumpai lawan yang cukup berat, antara Subhan Hasan/M Nur Rofi’i unggulan 5/8 atau Budi Santoso/Titon Gustaman.

“Keduanya pemain yang lebih senior dari kami, jadi kami akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik kami,” jelas Berry.

Prestasi mereka selama Djarum Sirnas pun tak bisa dipandang sebelah mata. Berry/Ulin yang telah menjadi bagian dari pasukan Cipayung ini memulai debut mereka di Djarum Sirnas Jakarta.

Di Jakarta mereka berhasil lolos hingga babak keempat, sedangkan di Djarum Sirnas Bandung mereka berprestasi lebih baik lagi, dimana mereka berhasil mencapai babak perempat final setelah dikandaskan pemain seniornya Flandy Limpele/Hendra Aprida Gunawan.

“Target dari pelatih nggak ada, tapi saya sendiri ingin juara,” papar Ulin yang diamini oleh Berry. (*/)

Posted in nasional | Leave a Comment »

Fauzi Incar Kembali Gelar Juara

Posted by febrikusuma on July 15, 2010

TEGAL, Kompas.com – Juara bertahan tunggal putra Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Tegal 2009, Fauzi Adnan bertekad untuk mempertahankan gelar juaranya. Tahun lalu ia berhasil menjadi juara di kejuaraan berhadiah total Rp 165.000.000 ini dengan menumbangkan pemain senior, Budi Santoso di final.

Di Kota Bahari ini, Fauzi bertekad untuk bisa mempertahankan kembali gelarnya. Di pertandingan yang digelar hari ini (13/7), Fauzi menang dua game langsung atas Siswanto. Fauzi yang baru berhasil mengoleksi satu dari lima gelar Djarum Sirnas tanpa kesulitan berhasil mengatasi pemain Pelatnas Pratama tersebut, unggul 21-18 di game pertama, Fauzi menang mudah 21-8.

“Tadi game pertama memang agak kendor, soalnya saya ingin adaptasi sama lapangan,” ungkap Fauzi yang juga mengeluhkan silaunya cahaya lampu di lapangan dan angin yang cukup kencang.

Fauzi yang memang diunggulkan di tempat pertama ini memprediksikan bahwa dirinya akan bertemu pemain senior asal PB Mutiara, Budi Santoso. Fauzi berhasil menang di tiga pertemuan terakhirnya melawan Budi, dan ia pun sudah pasti bersiap untuk pertarungan final ini. “Tapi yang jelas saya harus tetap waspada,” lanjutnya.

Fauzi pun memprediksikan calon lawannya nanti adalah Tommy Sugiarto. Tommy dianggap akan menjadi lawan yang kuat bila nanti mereka bertemu di final. “Dulu waktu masih junior sering bertemu, dan keadaan seimbang namun saya tetap optimistiss,” pungkasnya.

Di babak ketiga sendiri, Fauzi akan menghadapi Masao Watanabe asal Jepang. Masao yang seharusnya berhadapan dengan Sakti Kusumah pada hari ini, lolos ke babak ketiga tanpa harus memeras keringat setelah Sakti batal ikut serta di rangkaian Djarum Sirnas keenam ini.

Selain Sakti dan Alamsyah, atlet tunggal putra lainnya yang membatalkan keikutsertaannya adalah Ahmad Rivai dari PB Ratih Banten, sampai saat ini belum ada keterangan yang jelas tentang batalnya beberapa pemain tersebut untuk berlaga di GOR Sinar Mutiara ini.

Sementara di pertandingan lainnya yang berlangsung tak kalah seru adalah laga dari Senatria yang kini telah kembali membela PB SGS Elektrik, dipaksa harus bermain rubber game atas Hermansah dari Pelatnas. Senatria unggul jauh 21-11 di game pertama, dan harus menyerah di game kedua dengan 16-21. Di game ketiga, Senatria yang sudah unggul 20-10, harus kehilangan delapan angka berturut-turut sebelum akhirnya bisa menutup pertandingan ini dengan 21-18.  (*/)

Posted in nasional | Leave a Comment »

Jateng Incar Emas Beregu Putri

Posted by febrikusuma on July 15, 2010

SEMARANG, Kompas.com – Tim bulu tangkis Jawa Tengah mengincar medali emas dari nomor beregu putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, HM Anwari mengatakan, dengan mengandalkan pada Maria Febe Kusumastuti dan Febby Angguni, peluang untuk meraih medali emas di Riau mendatang cukup besar.

Menurut dia, untuk nomor beregu putri akan mempertandingkan dua nomor tunggal dan satu ganda. Dua nomor tunggal sudah pasti ditempati Maria Febe dan Febby Angguni sehingga tinggal mencari pebulu tangkis untuk ganda putri.

“Kami sudah siapkan semuanya karena saat ini ada sembilan pebulu tangkis yang dipersiapkan Jateng tampil pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Riau mendatang,” katanya, Selasa (13/7/10).

Ia mengakui, Jateng, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta mendapat kuota sebanyak 13 atlet yang terdiri dari delapan putra dan lima putri.

“Kami masih ada empat lagi tempat yang tersisa dan diharapkan pada 2011 sudah bisa tercukupi semuanya oleh KONI Provinsi Jawa Tengah,” katanya menegaskan.

Menurut dia, lawan berat yang bakal dihadapi tim putri Jateng tetap masih pada provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Ia menambahkan, Maria Febe juga diharapkan bisa meraih emas untuk nomor tunggal putri perorangan, demikian juga dengan Dionysius Hayom Rumbaka.

“Target kami adalah dua medali emas tetapi peluang untuk merebut tiga emas juga terbuka lebar dengan tambahan dari nomor beregu putri,” katanya.

Pada PON mendatang, cabang olahraga bulu tangkis memberlakukan pembatasan umur yaitu maksimal 25 tahun. Artinya, pebulu tangkis seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, Ryan Sukmawan, Jonathan Suryatama, Hendra Setiawan, Markis Kido, dan lain tidak bisa tampil di Riau.

Ia menambahkan, untuk tunggal putri, Maria Febe yang menjadi tunggal pertama pada perebutan Piala Uber di Malaysia beberapa waktu lalu bakal mendapat pesaing pebulu tangkis Jawa Timur, Aprilia Yuswandari.

“Saya merasa optimistis Febe bisa mengalahkan dia (Aprilia Yuswandari), mengingat pebulu tangkis pelatnas seperti Firdasari dan Maria Kristin tidak bisa membela daerahnya karena usianya pada PON di Riau mendatang sudah lebih dari 25 tahun,” katanya.

Kemudian untuk tunggal putra, kata dia, Hayom Rumbaka bakal mendapat tantangan dari pebulu tangkis DKI Jakarta, Tommy Sugiarto, yang mundur dari pelatnas bulu tangkis di Cipayung, Jakarta.

Posted in nasional | Leave a Comment »