Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for February, 2010

Jangan Takut dengan Chong Wei

Posted by febrikusuma on February 4, 2010

KUALA LUMPUR, Kompas.com – Pelatih kepala bulu tangkis Malaysia, Rashid Sidek meminta para pemain muda negeri itu tidak takut menghadapi pemain utama mereka, Lee Chong Wei.

Sidek mengungkapkan hal ini, Kamis  (04/02/2010) menjelang kejurnas negera tersebut di Johor Baru pada akhir pekan ini. Chong Wei telah tujuh kali menjadi juara nasional Malaysia. Ia kini menempati peringkat satu dunia dan diproyeksikan meraih medali emas pertama buat Malaysia di Olimpiade London 2012.

“Mereka harus  tampil sebaik mungkin sejak penyisihan grup hingga akhir, meski kans mereka untuk menjadi juara sangat kecil,” kata Sidek. “Saya tidak ingin para pemain tampil tanpa semangat.”

“Para pemain harus menyadari bahwa tampil sebaik mungkin akan menjadi pertimbangan pemilihan mereka ke ajang-ajang yang lain. Masih ada tempat untuk tim Piala Thomas,” lanjut Sidek.

Malaysia akan menjadi tuan rumah putaran final Piala Thomas dan Uber yang akan berlangsung di Kuala LUmpur pada Mei mendatang.

Advertisements

Posted in World | Leave a Comment »

Sudah Siap, “Super Dan” Akan Tampil di All England

Posted by febrikusuma on February 4, 2010

BEIJING, KOMPAS.com — Bulan depan, Lin Dan akan bertarung lagi setelah cukup lama istirahat. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan juara Kejuaraan Dunia 2009 tersebut akan tampil di kejuaraan klasik bergengsi, All England, sekaligus untuk mempertahankan trofi itu.

Jika tampil, All England akan menjadi penampilan perdana “Super Dan” di awal tahun 2010. Pasalnya, pemain kidal yang menjadi andalan utama China tersebut sudah melewatkan dua turnamen besar musim ini, yaitu Korea Selatan Super Series dan Malaysia Super Series.

Menurut Lin Dan, kondisi fisiknya sudah fit dan siap bertarung di All England. Pebulu tangkis berusia 26 tahun ini mengaku, dia memang memutuskan absen di dua turnamen besar tersebut hanya untuk memulihkan kondisinya.

“Secara fisik saya memang tidak siap untuk bermain di dua event internasional itu. Saya benar-benar capek setelah mengarungi musim 2009. Setelah satu periode istirahat… saya merasa lebih baik. Ini akan menjadi awal tahun dan merupakan sebuah event yang sangat penting bagi saya,” ungkap Lin Dan kepada China Daily, Selasa (2/2/2010).

Memang, sepanjang tahun 2009 Lin Dan menunjukkan performa yang sangat memukau. Dari 39 pertandingan yang dilakoni, dia hanya kalah dua kali. Namun, untuk tahun ini, Lin Dan tidak ingin tampil sebanyak itu karena dia lebih selektif.

“Sebagai seorang pemain muda, kamu sebisa mungkin tampil di banyak turnamen untuk memperoleh pengalaman yang besar,” jelasnya. “Tetapi sebagai veteran, kamu harus memilih kompetisi yang berkualitas tinggi sebagai jalan terbaik untuk mempertahankan kebugaran dan tetap berada dalam kondisi puncak.”

Posted in World | Leave a Comment »

Bulu Tangkis Singapura Dapat Sponsor 6,2 Juta Dollar AS

Posted by febrikusuma on February 4, 2010

SINGAPURA, KOMPAS.com — Asosiasi Bulu Tangkis Singapura mendapat suntikan dana sponsor 6,2 juta dollar AS dari perusahaan peralatan olahraga China, Li Ning, yang berlaku hingga 2013.

“Target strategis kami dari 2009 untuk lima tahun ke depan adalah menguasai pasar luar negeri. Ini sesuai dengan tujuan kami untuk menjadi merek produk olahraga yang identik dengan bulu tangkis,” kata Vivien Lim dari Li Ning Sports, Singapura, Selasa (2/2/2010).

Kesepakatan ini meliputi pemberian sponsor untuk turnamen Singapura Terbuka Super Series. Hal ini ditegaskan oleh Asosiasi Bulu Tangkis Singapura (SBA). “Adanya sponsor ini akan membuat kami bisa menjalankan beberapa hal yang sebelumnya tidak dapat kami lakukan,” kata Presiden SBA Lee Yi Shyan.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Maria Kristin tak Bisa Tampil di PON

Posted by febrikusuma on February 4, 2010

SEMARANG, Kompas.com – Pebulu tangkis tunggal putri Pelatnas Cipayung, Maria Kristin Yulianti, tidak bisa membela Jawa Tengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau. Pasalnya, usia Maria Kristin pada tahun itu sudah melampaui syarat yang ditentukan.

Ketua Umum Pengurus Provinsi PBSI Jateng, HM Anwari, mengatakan, mulai pesta PON 2012, diberlakukan pembatasan usia atlet yang bisa tampil. Ia menjelaskan, usia atlet yang bisa tampil pada pesta olahraga multevent empat tahunan itu di bawah 25 tahun, atau kelahiran 1987.

Pada PON di Riau mendatang, katanya, usia Maria yang juga peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu sudah lebih dari 25 tahun. Selain Maria, Andre Kurniawan (tunggal putra) dan pasangan pelatnas, Ryan Sukmawan-Jonathan Suryatama, juga tidak boleh tampil karena mereka lahir tahun 1986.

Ia menjelaskan, tunggal putri Jateng hanya Maria Febe Kusumastuti sedangkan tunggal putra, Dionysius Hayom Rumbaka.

“Saya kira adanya pembatasan usia ini tidak terlalu bermasalah bagi Jateng karena regenerasi pebulu tangkis di sini cukup bagus,” katanya, Senin (1/2/10).

Kondisi serupa juga akan dihadapi provinsi lain. Pasalnya, pebulu tangkis top lainnya seperti Sony Dwi Kuncoro (Jatim), Simon Santoso (DKI Jakarta), Taufik Hidayat (Jabar), dan pasangan Markis Kido-Hendra Setiawan (DKI Jakarta), telah melewati syarat yang ditentukan pada PON Riau itu.

Anwari mengaku, mereka tetap optimistis meskipun tanpa Maria Kristin. Alasannya, regenerasi pebulu tangkis di Jateng berjalan secara baik, yang dibuktikan dengan hasil kejuaraan nasional (kejurnas) di Surabaya beberapa waktu lalu terutama di kelompok taruna.

Dari lima nomor di kelompok taruna, katanya, Jateng hanya kehilangan satu gelar yaitu nomor ganda taruna putri yang direbut atlet Jabar, Anddi Widya Setiawan-Ayu Pratiwi, dengan mengalahkan Lidya Pradita-Yayu Rahayu (Jateng), 16-21, 21-17, dan 21-19.

Empat nomor lainnya direbut pebulu tangkis Jateng yaitu tunggal putra, Riyanto Subagyo, mengalahkan Andre Martin (Jabar), 22-20 dan 21-11, tunggal putri, Ana Rovita, mengalahkan Ganis (DKI), 21-12 dan 21-14.

Di ganda campuran, pasangan Didit Juang Indrianto-Yayu Rahayu, mengalahkan Ricky Karanda Suwardi-Ayu Pratiwi (Jabar), 21-16, 17-21, dan 21-18. Ganda putra, pasangan Dandi Prabudita-Jones Rafly Jansen, mengalahkan Marcus Fernaldi-Wahyu Nayaka (DKI), 21-11 dan 21-17.

“Saya kira peluang kami tetap terbuka di Riau mendatang meskipun ada pembatasan usia atlet,” katanya.

Posted in nasional | Leave a Comment »