Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for December, 2009

M & Q REPORT – Victor Korea Super Series 2010 (Version 2)

Posted by febrikusuma on December 22, 2009

Indonesian only :

MD :
1. CHANDRA Alvent Yulianto/GUNAWAN Hendra Aprida

WD :
1. SANTOSO Mona/MARISSA Vita

XD :
1. GUNAWAN Hendra Aprida/MARISSA Vita
2. CHANDRA Alvent Yulianto/SANTOSO Mona

Febri Kusuma

Advertisements

Posted in Super Series | Leave a Comment »

M & Q REPORT – MALAYSIA SUPER SERIES 2010 (Version 1)

Posted by febrikusuma on December 22, 2009

Indonesian only :

MS :
1. HIDAYAT Taufik
2. SANTOSO Simon
3. KUNNCORO Sony Dwi
4. SUGIARTO Tommy

WS :
1. FIRDASARI Adriyanti
2. YULIANTI Maria, Kristin
3. FANERTI Linda, Weni

MD :
1. KIDO Markis/SETIAWAN Hendra
2. CHANDRA Alvent Yulianto/GUNAWAN Hendra Aprida
3. SEPTANO Bona/AHSAN Mohamad
4. SUKMAWAN Rian/DASUKI Yonathan Suryatama
5. RIYADI Joko/HADIYANTO Luluk

WD :
1. IRAWATI Shendy Puspa /JAUHARI Meiliana
2. POLII Greysia/MAHESWARI Nitya, Krishinda
3. AGUSTINE Anneke, Feinya/WAHYUNI Annisa
4. SANTOSO Mona/MARISSA Vita

XD : 1. WIDIANTO Nova/NATSIR Liliyana
2. GUNAWAN Hendra Aprida/MARISSA Vita
3. FITRIAWAN Devin, Lahardi/NURLITA Lita
4. TENG Fran, Kurniawan/BERNADET Pia, Zebadiah
5. RIJAL Muhammad/SUSANTO Debby
6. CHANDRA Alvent Yulianto/SANTOSO Mona
7. LIMPELE Flandy/CHEN Wen Hsing(TPE)

Febri Kusuma

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Kebagian Satu Gelar di India

Posted by febrikusuma on December 22, 2009

JAKARTA, Kompas.com – Indonesia hanya kebagian satu gelar juara melalui ganda putera di kejuaraan bulu tangkis di India Grand Prix 2009, Minggu (20/12/2009).

Dari tiga peserta Indonesia yang lolos ke babak final, hanya ganda putera Adnan Fauzi/Tri Kusumawardhana yang berhasil keluar sebagai juara. Di babak final mereka mengalahkan ganda tuan rumah, Ashkaye Dewalkar/Jishnu Sanyal dalam rubber game 27-25 23-25 21-15.

Ganda Adnan/Tri harus berjuang selama 51 menit untuk mengalahkan pasangan India yang merupakan unggulan pertama turnamen yang bertajuk resmi Jaypee Cup Syed Modi Memorial ini. Syed Modi merupakan pemain bulu tangkis India pada 1980-an yang mati terbunuh pada 1988. Namanya kemudian diabadikan dalam turnamen bulu tangkis.

Dua wakli Indonesia lainnya gagal di final. Ganda puteri Nadya Melati/Devi Tika Permatasari gagal di tangan pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Akaya Takahashi dalam rubber game 14-21 21-15 15-21, Nadya/Devi menyerah dari unggulan kedua tersebut dalam waktu satu jam.

Sementara tunggal putera, Dyonisius Hayom Rumbaka juga gagal di final. Dyonisius yang merupakan unggulan 5 dijungkalkan unggulan pertama asal India B. Chetan Anand 17-21 21-19 16-21.

Hasil final, Minggu (20/12/2009):
Aparna Balan [2] [IND]/Arun Vishnu [IND]-Shruti Kurian/Tarun Kona [IND/3] 21-14 17-21 21-19
Misaki Matsutomo/Akaya Takahashi [JPN/3]-Nadya Melati/Devi Tika Permatasari [INA] 21-14 15-21 21-15
Adnan Fauzi/Tri Kusumawardana [INA]-Akshaye Dewalkar/Jishnu Sanyal [INA/3] 27-25 23-25 21-15
Saina Nehwal [IND/1]-Aditi Mutatkar [IND/4] 21-17 21-13
B.Chetan Anand [IND/1]-Dyonisius Hayom Rumbaka [INA/5] 21-17 19-21 21-16

Posted in GP | Leave a Comment »

Pembalasan Sempurna! Kido/Hendra Tambah Emas

Posted by febrikusuma on December 19, 2009

VIENTIANE, KOMPAS.com — Ganda putra Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, melakukan pembalasan yang sempurna atas pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Di final bulu tangkis perorangan ganda putra SEA Games XXV 2009 Laos, Kamis (17/12/2009) di Gym Hall 1 National Sports Complex, Kido/Hendra menang straight set 21-17, 21-17 dalam waktu 32 menit. Ini menjadi revans ganda nomor satu Pelatnas Cipayung tersebut atas musuh bebuyutannya. Pada final beregu putra akhir pekan lalu, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini ditaklukkan Koo/Tan, meskipun Indonesia yang meraih medali emas nomor ini (beregu putra). Kemenangan di final ini juga membuat Kido/Hendra kembali menambah medali emas bagi Indonesia. Dengan demikian, cabang olahraga bulu tangkis menyumbang total empat medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Emas dihasilkan nomor beregu putra, ganda campuran (Nova Widianto/Liliyana Natsir), tunggal putra (Simon Santoso), dan ganda putra. Perak diperoleh dari nomor beregu putri dan tunggal putra setelah Sony Dwi Kuncoro ditaklukkan Simon. Sementara itu, perunggu disumbang oleh ganda putri Meiliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati dan ganda putra Bona Septano/Muhammad Ahsan. Hasil ini merupakan raihan yang tidak memuaskan dibandingkan SEA Games 2007 karena waktu itu Indonesia menyapu bersih tujuh medali emas yang diperebutkan. Perolehan empat emas ini juga tidak sesuai target karena PB PBSI mencanangkan lima medali emas yang bisa diraih para atlet Pelatnas Cipayung tersebut. Ya, PBSI “hanya” mematok lima medali emas karena melihat peta kekuatan sekarang bahwa semua negara menurunkan kekuatan terbaiknya. Bandingkan situasi sekarang dengan situasi di SEA Games 2007 ketika Malaysia hanya menurunkan pemain lapis kedua. Sayang, sektor putri tidak bisa berbuat apa-apa. Nomor beregu yang diharapkan bisa menyumbang emas hanya sanggup menyabet perak setelah kalah 1-3 dari Malaysia di final, dan ganda putri hanya bisa memperoleh perunggu. Sementara itu di nomor tunggal putri, Thailand mendominasi babak final karena terjadi pertemuan antar-pemain negara tersebut. Salakjit Ponsana meraih medali emas setelah menang 21-14, 18-21, 21-10 atas Ratchanok I. Medali emas ganda putri diraih pasangan nomor satu Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty. Dalam pertarungan selama 33 menit, mereka menang 21-12, 21-11 atas ganda Singapura, Shinta M Sari/Yao Lei. – Daftar perolehan medali bulu tangkis Indonesia 4 2 2 Malaysia 2 2 5 Thailand 1 2 4 Singapura 0 1 2 Vietnam 0 0 1

Posted in nasional | Leave a Comment »

Simon Kalahkan Sony di Final

Posted by febrikusuma on December 19, 2009

VIENTIANE, KOMPAS.com — Simon Santoso akhirnya memenangi all Indonesian final SEA Games XXV dengan mengalahkan Sony Dwi Kuncoro, Kamis (17/12/2009).

Dalam pertandingan final di Gym Hall 1 National Sports Complex ini, Simon mengungguli rekannya di Pelatnas Cipayung itu dalam dua game 21-16, 21-12. Pertemuan kedua pemain Indonesia ini berlangsung anti-klimaks. Simon menang dalam 45 menit.

Di babak semifinal, Simon Santoso menundukkan pemain Vietnam, Nguyen Hoang hai, dalam dua game 21-7, 21-14. Sementara itu, Sony lolos ke final setelah menang rubber game atas pemain Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk, 21-10, 18-21, dan 21-17.

Tim bulu tangkis Indonesia telah mendapat tiga medali emas melalui beregu putra, ganda campuran, dan tunggal putra.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Nova/Butet Raih Emas

Posted by febrikusuma on December 19, 2009

VIENTIANE, Kompas.com – Ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir mempersembahkan medali emas setelah mengalahkan ganda Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, Kamis (17/12/2009).

Nova/Butet yang akan berpisah tahun depan, mendapat perlawanan ketat dari ganda Thailand tersebut. Dalam pertandingan bulu tangkis SEA Games XXV di Gym Hall 1 National Sporst Complex tersebut, ganda Indonesia ini unggul lebih dulu 21-10 di game pertama.

Namun awal yang mudah ini tidak berlanjut di game kedua. Pasangan Thailand, Songphon/Kunchala bermain pantang menyerah dan mampu merebut game kedua 22-20.

Untung saja kondisi ini tidak memburuk pada game ketiga. Dengan pengalaman Nova yang segudang, serta kepiawaian Butet mengatur irama permainan, pasangan Indonesia ini menang mudah 21-9 di game ketiga.

Ini merupakan emas kedua buat tim bulu tangkis Indonesia, setelah merebutnya di nomor beregu putera. Sementara tim beregu puteri meraih emdali perak.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Selangkah Lagi Tercipta “All-Indonesian Final”

Posted by febrikusuma on December 16, 2009

VIENTIANE, KOMPAS.com — Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro menguak harapan untuk menciptakan all-Indonesian final di perorangan nomor tunggal putra SEA Games XXV 2009 Laos. Selangkah lagi, dua pemain utama Pelatnas Cipayung ini menuju partai puncak untuk memperebutkan medali emas.

Simon dan Sony tak menemui kesulitan berarti untuk maju ke semifinal. Dalam pertandingan perempat final di Gym Hall 1, National Sports Complex, Selasa (15/12/2009), Simon menang 21-13, 21-11 atas pemain Singapura, Derek Zi Liang Wong, begitu juga dengan Sony yang menghentikan pemain Singapura lainnya, Chen Yong Zhao Ashton, 21-9, 21-14.

Di babak empat besar nanti, Simon dan Sony menghadapi lawan yang agak ringan. Meskipun demikian, dua pemain Indonesia ini tak boleh lengah karena calon lawannya sudah membuat kejutan di perempat final.

Simon akan bertemu dengan pemain Vietnam, Nguyen Hoang Hai, yang menang 21-17, 21-19 atas pemain Laos, Phakornkham F. Sementara itu, Sony yang merupakan unggulan keempat ditantang pemain Thailand, Tanongsak S, yang membuat kejutan karena menang straight set 21-18, 21-18 atas unggulan kedua dari Vietnam, Nguyen Tien Minh.

Jika harapan ini terwujud, maka Indonesia dipastikan bisa menambah satu emas dan satu perak dari nomor tunggal putra.

Tunggal putri gagal total

Jika di tunggal putra semua pemain Pelatnas Cipayung melangkah ke semifinal, maka hal sebaliknya terjadi di tunggal putri. Dua pemain andalan Indonesia, Maria Kristin Yulianti dan Adriyanti Firdasari, terjegal.

Maria tak berdaya menghadapi pemain Malaysia, Wong Mew Choo. Dalam duel berdurasi 35 menit, Maria menyerah 13-21, 12-21.

Harapan Indonesia untuk menyabet medali dari perorangan di nomor tunggal putri habis setelah Firdasari juga gagal. Melawan pemain Thailand, Ratchanok I, Firdasari menyerah dua set langsung 19-21, 15-21.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Sektor Putri, Hanya Meiliana/Shendy yang Tersisa

Posted by febrikusuma on December 16, 2009

JAKARTA, Kompas.com – Para pemain putri Indonesia berguguran di babak perempat final. Hanya ganda Meiliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati yang lolos ke semifinal bulu tangkis nomor perorangan SEA Games XXV 2009 Laos, Selasa (15/12/09).

Pada pertandingan di Gym Hall 1, National Sports Complex, Meliana/Shendy yang menempati unggulan ketiga menundukkan pasangan Thailand Duanganong/Kunchala dengan straight set 21-14, 21-18.

Hasil di luar dugaan menimpa pasangan Pelatnas Cipayung lainnya, Greysia Polii/Nitya Krishinda. Unggulan kedua ditaklukkan pasangan Thailand Savitre/Vacharaporn dalam pertarungan rubber set 19-21, 21-7, 10-21.

Di semifinal, Meiliana/Shendy akan berhadapan dengan pemain Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty. Unggulan utama ini menyisihkan pasangan Singapura Liu Fan/Vanessa Neo 21-11, 23-21.

Sedangkan Savitre/Vacharaporn akan berhadapan dengan ganda Singapura Shinta Mulia Sari/Yao Lei, yang menundukkan ganda Malaysia Chong Sook Chin/Woon Khe Wei 21-19, 17-21, 21-17.

Di tunggal putri, dua pemain andalan Indonesia Maria Kristin Yulianti dan Adriyanti Firdasari sudah tersingkir. Mereka tak mampu melewati adangan para lawannya.

Maria Kristin harus mengakui keunggulan pebulu tangkis Malaysia Wong Mew Choo 13-21, 12-21, sedangkan Adriyanti menyerah kepada Ratchanok (Thailand) 19-21, 15-21.

Di semifinal Wong Mew Choo akan berhadapan dengan Salakjit Ponsana (Thailand) yang menyingkirkan Manivone Meungchaleun (Laos) 21-6, 21-6. Sedangkan Ratchanok akan berhadapan dengan Lidya Cheah Li Yi (Malaysia) yang menyingkirkan Zhang Beiwen (Singapura) 21-19, 21-18.

Dengan tersisihnya kedua pemain tunggal putri ini maka peluang satu medali emas Indonesia dari cabang ini sudah tertutup.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Dua Ganda Putra Juga ke Semifinal

Posted by febrikusuma on December 16, 2009

VIENTIANE, KOMPAS.com — Sektor putra Indonesia memberikan harapan bagi Indonesia untuk menyabet medali emas di nomor perorangan bulu tangkis SEA Games XXV 2009 Laos. Setelah tunggal, giliran ganda yang meloloskan dua wakilnya ke semifinal sekaligus membuka peluang terciptanya all-Indonesian final.

Pada pertandingan di Gym Hall 1, National Sports Complex Vientiane Laos, Selasa (15/12/2009), dua ganda Pelatnas Cipayung, Hendra Setiawan/Markis Kido dan Bona Septano/Mohammad Ahsan, menyingkirkan lawan-lawannya.

Hendra/Markis, yang merupakan unggulan pertama, menundukkan pasangan Thailand, Nuttaphon/Chalardchalae, dua set langsung 21-18, 21-18. Adapun Bona/Ahsan menyisihkan ganda tuan rumah, Chanda/Yothin, juga straight set 21-13, 21-11.

Namun di babak empat besar, dua wakil Indonesia ini bakal menghadapi lawan berat karena bertemu pasangan Malaysia. Hendra/Markis ditantang Mohd Fairuzizuan/Mohd Zakry AB yang menaklukkan pemain Singapura, Tang/Terry Yeo, 21-12, 19-21, dan 21-1. Sementara itu, Bona/Ahsan melawan unggulan kedua Koo Kien Keat/Tan Boon Heong yang menyingkirkan Hendra Wijaya/Hendri Saputra (Singapura) dengan 21-19, 21-6.

Dengan demikian, di sektor tunggal dan ganda putra, Indonesia meloloskan semua wakilnya. Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro sudah lebih dulu meraih tiket babak empat besar.

Di ganda campuran, Indonesia hanya menempatkan pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir di babak semifinal setelah menundukkan pasangan Laos, Chanda Vanvilay/Bouphakesone Lomany, 21-10, 21-11. Di semifinal, mereka akan berhadapan dengan pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Wong Pei Tty, yang menundukkan pemain Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dengan 19-21, 21-12, dan 21-18.

Namun, sukses Nova/Liliyana tak diikuti pasangan Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita. Mereka ditaklukkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dengan 19-21, 21-16, dan 14-21.

Di semifinal, Chan/Goh akan berhadapan dengan pasangan Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, yang menyisihkan Hendra Wijaya/Vanessa Neo (Singapura) 21-16, 21-12.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Sony dan Simon Lolos

Posted by febrikusuma on December 16, 2009

VIENTIANE, KOMPAS.com — Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso lolos ke babak semifinal tunggal putra bulu tangkis setelah mengalahkan dua pemain asal Singapura, Selasa (15/12/2009).

Simon, yang turun terlebih dulu menghadapi Derek Wong, tidak menemui kesulitan berarti untuk mengatasi lawannya tersebut. Dalam pertandingan di Gym Hall 1, National Sports Complex tersebut, Simon menang mudah dalam dua game, 21-13 21-11, dalam waktu 35 menit.

Sementara di perempat final lainnya, Sony Dwi Kuncoro juga tidak menemui kesulitan berarti untuk mengalahkan pemain Singapura lainnya, Ashton Chen, 21-9 21-14. Sony menang dalam waktu 27 menit.

Sayangnya, keberhasilan kedua pemain tunggal putra ini tidak diikuti di bagian putri. Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, Maria Kristin Yulianti, harus menyerah telak dari pemain Malaysia, Wong Mew Choo. Kristin tidak berdaya dan menyerah dua game 13-21 12-21 dalam waktu 35 menit.

Harapan medali emas di nomor tunggal putri tinggal dibebankan pada Adrianti Firdasari yang di babak perempat final pada Selasa ini akan menghadapi pemain Thailand, Ratchanok.

Posted in nasional | Leave a Comment »