Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for September, 2009

Cedera Greysia Kambuh

Posted by febrikusuma on September 29, 2009

JAKARTA – PB PBSI memang bisa tersenyum seiring hasil Jepang Terbuka Super Series 2009. Sebab, paceklik gelar telah berakhir. Tapi, mereka juga harus menerima kenyataan kurang menyenangkan dari gelaran yang berakhir Minggu lalu (27/9) itu.

Situasi kurang menyenangkan tersebut menyusul cedera yang dialami Greysia Polii. Pebulu tangkis ganda wanita Indonesia tersebut mengalami cedera lutut kanan. Cedera itu menimpa Grace -sapaan Greysia- saat melakoni pertandingan semifinal melawan ganda Tiongkok Ma Jin/Wang Xiaoli. Tepatnya pada game ketiga ketika kedudukan 10-17 untuk keunggulan Ma Jin/Wang. Karena cedera itu, Grace yang berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari tidak bisa melanjutkan pertandingan.

“Dari kabar yang saya terima, cedera Grace tidak terlalu parah. Namun, kami akan memeriksanya kembali. Cedera Grace itu merupakan cedera yang sama dengan yang dialami pada 2007,” sebut Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Lius Pongoh kemarin (28/9).

Grace memang memiliki riwayat cedera lutut kanan. Ketika mengikuti Kejuaraan Dunia 2007, pebulu tangkis berusia 22 tahun itu dihantam cedera lutut kanan. Grace pun harus absen cukup lama. Kala itu, pebulu tangkis kelahiran Jakarta tersebut butuh waktu lebih dari tiga bulan untuk memulihkan kondisinya.

“Mudah-mudahan, apa yang terjadi pada 2007 tidak terjadi lagi dan Grace hanya butuh istirahat tidak lama. Kami berharap itu. Apalagi, permainannya bersama Nitya semakin menjanjikan,” kata Lius.

Grace dan Nitya terbilang pasangan baru pelatnas. Baru sekitar setahun mereka dipasangkan. Mereka pun mulai berbicara di even internasional. Grace/Nitya mampu menjadi finalis Singapura Super Series 2009. Yang terbaru, tentu langkah mereka sampai ke semifinal Jepang Terbuka Super Series 2009.

“Melihat apa yang terjadi di Jepang, kami tidak hanya cukup senang dengan penampilan Grace/Nitya. Tapi, kami juga lega karena paceklik gelar berakhir dan senang dengan penampilan pemain muda lainnya,” tutur Lius. (fim/ang)

<source : sejahterabadminton.wordpress.com>

Advertisements

Posted in nasional | Leave a Comment »

ANDRE PIMPIN TIM DJARUM KE VIETNAM OPEN

Posted by febrikusuma on September 29, 2009

Semarang, 28/9 (Antara/FINROLL Sports) – Pebulutangkis tunggal putra Andre Kurniawan akan memimpin tim Djarum Kudus tampil pada turnamen bulutangkis “Badminton Grand Prix Vietnam Open 2009″ yang berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, 5-11 Oktober 2009.

Ketua PB Djarum Kudus, FX Supandji ketika dihubungi dari Semarang, Senin, mengatakan selain Andre Kurniawan, klub yang bermarkas di Kabupaten Kudus, Jateng, juga akan menerjunkan Maria Febe, Anna Fransiska, Adityawarman, dan Maria Elfira.

“Kalau untuk nomor ganda baik putra maupun putri, saya belum tahu persis tetapi untuk tunggal putra maupun putri, mereka yang akan berangkat ke Vietnam mendatang,” katanya menegaskan.

Para peblutangkis tersebut, kata dia, berangkat ke luar negeri dengan biaya penuh dari PB Djarum Kudus. “Kalau mereka yang tergabung di pelatnas memang tanggungan dari PBSI tetapi mereka yang di luar pelatnas tetap menjadi tanggungan Djarum Kudus,” katanya.

Menurut dia, pengiriman pebulutangkis tampil di turnamen yang berlangsung di luar negeri ini merupakan komitmen PB Djarum Kudus untuk memajukan perbulutangkisan nasional.

Selain itu, kata dia, pengiriman atlet ke luar negeri ini juga untuk memotivasi seorang atlet karena kalau hanya berlatih dan berlatih tanpa ada turnamen yang diikuti tentunya akan menimbulkan kebosanan.

Di samping itu, kata dia, hal itu untuk mengukur kekuatan mereka di kancah perbulutangkisan dunia. “Mereka supaya tahu kekuatan atlet dunia dan menyadarkan mereka kalau hanya menjadi juara di Indonesia tidak ada artinya sama sekali tetapi prestasi itu harus dikembangkan sampai ke tingkat dunia,” katanya menegaskan.

Tentu saja, kata dia, pengiriman pebulutangkis mengikuti turnamen di luar negeri juga ada kriterianya, artinya tidak semua pebulutangkis Djarum Kudus bisa tampil di luar negeri tetapi harus memiliki kemampuan yang cukup.

Ketika ditanya soal target mereka tampil pada Vietnam Open, dia mengatakan, Djarum Kudus tidak pernah memasang target khusus terhadap pebulutangkisnya yang diterjunkan pada event-event luar negeri.

“Biasanya target itu muncul dari dalam diri pemain yang bersangkutan, misalnya saya harus mencapai ini, saya harus seperti itu,” katanya.

Pada saat yang bersamaan, PB Djarum Kudus juga menerjukan empat pebulutangkis juniornya tampil pada kejuaraan bulutangkis junior di Singapura. Mereka adalah Riyanto, Yeni, Rustawita, dan Ana Rovita.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Ganda Campuran RI Juara di Ceko

Posted by febrikusuma on September 29, 2009

VIVAnews – Diwakili oleh Megawati Gustiani dan Viky Indra Okvana, Indonesia berhasil meraih gelar juara ganda campuran pada Turnamen Bulu Tangkis Internasional Yonex ke-38 yang diselenggarakan di kota Brno, Ceko, 24-27 September 2009. Turnamen itu diikuti sejumlah pemain dari 32 negara dengan hadiah total US$5000.

Bermain di final pada Minggu 27 September 2009, setelah bertanding selama 27 menit, Mega dan Viky akhirnya mengalahkan Mads Conrad Petersen dan Anne Skelbaek dari Denmark dengan skor 21-11 dan 21-13. Keduanya menggondol hadiah sebesar US $ 1000.

Menurut siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Praha, Ceko, selain tampil di ganda campuran, Mega berpasangan dengan Katarina Tomalova (Ceko) di turnamen ganda putri. Namun, mereka dikalahkan oleh pasangan Swiss pada babak delapan besar.

Sedangkan Viky hanya tampil di ganda campuran. Selain mereka tampil juga Rizky Kurniawan yang berdomisili di Denmark tapi juga bertanding membawa nama Indonesia.

Mega dan Viky merupakan atlet bulu tangkis Indonesia yang tengah melatih para pemain bulu tangkis di Klub Bulu Tangkis Kota Benatky, Ceko. Keduanya dikontrak oleh klub itu sampai akhir April 2010.

Selama di Ceko keduanya diperbolehkan bermain atas nama klub mupun membawa nama Indonesia. Mega dan Viky yang berasal dari Klub Suryanaga, Surabaya ini menyampaikan bahwa tantangan tebesar selama melatih dan bermain di Ceko adalan membawa nama Indonesia dan klub yang mengkontraknya.

Selain itu, kesempatan melatih ini juga akan mereka gunakan untuk meningkatkan kemampuan karena akan sering bertanding melawan para pemain Eropa.

Klub Bulu Tangkis Benatky yang dipimpin oleh Petr Martinek, mantan pemain bulu tangkis nasional Ceko, merupakan salah satu yang terbaik di Ceko. Pada 15 Oktober 2010 mendatang, klub tersebut mengundang PBSI untuk melakukan pertandingan ekshibisi antara pemain bulu tangkis nasional Indonesia seperti Simon Santoso, Ryan Sukmawan, Yonathan Suryadarma, Gracia Polii, dan Nitya Khrisinda. Rencananya mereka akan melawan para pemain bulu tangkis Ceko dari klub tersebut.

KBRI Praha menilai bahwa kehadiran para pemain bulu tangkis Indonesia ini turut mempromosikan potensi Indonesia di Ceko akan semakin mempereat people-to-peple contact. Kehadiran mereka itu sepenuhnya disponsori oleh PBSI, Klub Bulu Tangkis Kota Benatky dan didukung oleh KBRI Praha.

Posted in Int. Series | Leave a Comment »

PB Djarum Sasar Tangkas Alfamart Open II

Posted by febrikusuma on September 28, 2009

Bulutangkis.com – PB Djarum sebagai salah satu klub besar di Indonesia tak pernah absen mengirimkan atlit-atlit binaannya pada turnamen-turnamen berkelas untuk menambah jam terbang tanding dan mengasah kemampuan serta mengukur sejauh mana kemajuan anak-anak didik dalam berlatih.

Pada kejuaraan Tangkas Alfamart Open II sebuah turnamen yang berkategori Junior Event ini berhadiah total sebesar USD 15.000. Kejuaraan berlangsung dari tanggal 5 Oktober 2009 hingga 10 Oktober 2009 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Sebagaimana yang kami kutip dari situs resmi PB Djarum (www.pbdjarum.com) PB Djarum akan berpartisipasi penuh pada Tangkas Alfamart Open II dan merilis nama-nama atlit yang turun bertanding pada turnamen tersebut :

Tunggal Putra Taruna :
1. Riyanto Subagja
2. Arief Gifar Rahmadhan
3. Shesar Hiren Rhustavito
4. Kho Henrikho Wibowo
5. Kenas Adi Haryanto
6. Thomi Azizan Mahbub
7. Ryan Fajar Satrio
8. Rudi Cahyadi Budhiawan

Tunggal Putri Taruna :
1. Ayu Wanda Tika Wulandari
2. Yeni Asmarani
3. Rischa Meissiani
4. Sesaria Nisa Afifi

Ganda Putra Taruna :
1. Dandi Prabudita / Jones Ralfy Jansen
2. Praveen Jordan / Rangga Yave Rianto
3. Ferdian Fascal Wardhanni Rusman / Alvin Iqshandhy
4. Darmiko / Yudha Wiratama
5. Sigit Sudrajad / Ganjar Rismawardani
6. Felix Kinalsal / Arya Maulana Aldiartama
7. Kevin Sanjaya Sukamuljo / Kenny Putra Aviancy
8. Robby Insan Wahyudi / Bagus Hariyanto
9. Jusan Ahmad / Firman Ramadhan
10. Anugrah Tri Setyo / (pasangan dalam konfirmasi)

Ganda Putri Taruna :
1. Nurbeta Kwanrico / Aulia Putri Darajat
2. Lidya Pradita / Yayu Rahayu
3. Gloria Emanuelle Widjaja / Deariska Putri Medita
4. Khaeriah Rosmini / Ummi Khanifah
5. Farah Amalia Triyani / Ririn Amelia
6. Dara Ayu Setiawati / Melati Daeva Oktaviani

Ganda Campuran Taruna :
1. Didit Juang Indrianto / Yayu Rahayu
2. Jones Ralfy Jansen / Nurbeta Kwanrico
3. Praveen Jordan / Gloria Emanuelle Widjaja
4. Dandi Prabudita / Deariska Putri Medita
5. Darmiko / Khaeriah Rosmini
6. Rangga Yave Rianto / Ririn Amelia
7. Sigit Sudrajad / Farah Amalia Triyani
8. Ganjar Rismawardani / Lidya Pradita
9. Ferdian Fascal Wardhanni Rusman / Melati Daeva Oktaviani
10. Alvin Iqshandhy / Ummi Khanifah
11. Yudha Wiratama / Aulia Putri Darajat.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Kido/Hendra Juara

Posted by febrikusuma on September 28, 2009

TOKYO, KOMPAS.com — Markis Kido/Hendra Setiawan meraih gelar Jepang Terbuka Super Series 2009. Di final, Minggu (27/9), ganda putra nomor satu dunia tersebut mengalahkan rekannya di Pelatnas Cipayung, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, dengan straight set 21-19 24-22.

Ini merupakan gelar kedua Kido/Hendra pada tahun 2009. Sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini telah menjuarai Malaysia Terbuka Super Series pada bulan Januari lalu.

Dalam partai all-Indonesian final ini, pertarungan berlangsung dalam tempo yang sangat tinggi. Yonathan/Rian mampu memberikan perlawanan yang seimbang sehingga mereka tak pernah tertinggal jauh dalam pengumpulan poin.

Di set pertama, Kido/Hendra sempat unggul jauh seusai skor 8-8 karena unggulan pertama tersebut memimpin 13-9. Namun, Yonathan/Rian bisa mengejar dan sempat menyamakan lagi kedudukan menjadi 18-18, sebelum Kido/Hendra menyelesaikan set tersebut dengan kemenangan 21-19.

Seperti sebelumnya, pada game kedua pertandingan tetap berlangsung dalam tempo tinggi. Adu drive dan smes mewarnai duel sepanjang 30 menit tersebut.

Yonathan/Rian tampaknya akan memaksa rubber set ketika mereka sudah unggul 20-16. Sayang, pasangan muda pelatnas ini gagal memanfaatkan empat game point yang dimiliki karena mereka kehilangan empat poin sehingga terjadi deuce, yang akhirnya dimenangkan Kido/Hendra dengan 24-22, untuk memastikan diri sebagai juara.

Di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Indonesia hanya bisa membawa pulang satu gelar karena di nomor tunggal putra, Taufik Hidayat gagal menjadi juara. Mantan pemain pelatnas ini menyerah dua set langsung dari pemain China, Bao Chunlai.

China sempurna

Dalam kejuaraan ini, China yang tidak menurunkan kekuatan terbaiknya, pulang dengan hasil yang sempurna karena tiga wakilnya yang tampil di final berhasil menjadi juara. Selain Wang Yihan yang memenangkan all-Chinese final di nomor tunggal putri melawan Wang Xin, serta Bao Chunlai yang menaklukkan Taufik, ganda putri Ma Jin/Wang Xiaoli juga sukses setelah mengalahkan pasangan tuan rumah Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna.

Dalam duel yang berlangsung 54 menit, pasangan unggulan kelima ini menang straight set 21-19 21-18 atas Maeda/Suetsuna, yang merupakan unggulan ketujuh.

Meskipun gagal menjadi juara, tetapi Maeda/Suetsuna sudah bisa membangkitkan lagi gairah bulu tangkis Jepang. Pasalnya, mereka untuk pertama kalinya menjadi pemain Jepang yang lolos ke final turnamen di negeri sendiri ini, setelah 19 tahun tak pernah ada wakil yang bermain di partai puncak.

Maeda/Suetsuna lolos ke final setelah menyingkirkan unggulan kedua dari Korea Selatan Ha Jung Eun/Kim Min Jung. Dalam partai semifinal yang berlangsung 1 jam 15 menit, Maeda/Suetsuna menang 19-21 21-18 21-14.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Taufik Gagal Lagi Jadi Juara

Posted by febrikusuma on September 28, 2009

TOKYO, KOMPAS.com — Taufik Hidayat untuk ketiga kalinya gagal meraih gelar di Jepang Terbuka Super Series. Pada final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Minggu (27/9), dia menyerah dua set langsung 15-21 12-21 dari pemain China, Bao Chunlai.

Dengan demikian, Taufik belum mampu mewujudkan impiannya menjadi juara di turnamen ini. Sebelumnya, dia juga dua kali tampil di final pada tahun 2006 dan 2007, tetapi secara berturut-turut dikalahkan jagoan China Lin Dan dan pemain Malaysia yang saat ini menempati peringkat satu dunia, Lee Chong Wei.

Hasil ini juga memastikan, Indonesia hanya berhasil membawa satu gelar dari Jepang Terbuka. Pasalnya, di nomor ganda putra terjadi all-Indonesian final antara Markis Kido/Hendra Setiawan versus Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan.

Meskipun mendapat dukungan dari suporter Indonesia di Jepang, Taufik yang merupakan unggulan keempat gagal menaklukkan Bao Chunlai. Pemain China itu yang memiliki ranking BWF 25, selalu unggul dalam pengumpulan angka.

Di set pertama, Taufik hanya bisa mengimbanginya sampai skor 3-3 karena setelah itu Bao Chunlai terus melaju kencang. Bahkan setelah unggul 12-9, Bao Chunlai bisa menambah lima poin secara beruntun untuk melebarkan jarak sampai memenangkan set ini dengan 21-15.

Pada set kedua, Bao Chunlai bermain lebih agresif. Strategi ini menunjukkan hasil bagus karena dia langsung unggul 6-1. Kondisi ini membuat Taufik semakin tertekan dan sulit bangkit. Alhasil, pemain jangkung ini mengakhiri duel selama 39 menit tersebut dengan kemenangan 21-12.

Kemenangan Bao Chunlai membuat China telah menggondol dua gelar. Pada partai sebelumnya terjadi all-Chinese final di nomor tunggal putri, di mana Wang Yihan mampu mempertahankan gelarnya setelah menaklukkan Wang Xin. China masih berpeluang meraih gelar di nomor tunggal putri melalui unggulan kelima Ma Jin/Wang Xiaoli, yang menghadapi pemain tuan rumah Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Wang Yihan Pertahankan Gelar

Posted by febrikusuma on September 28, 2009

TOKYO, KOMPAS.com — Wang Yihan berhasil mempertahankan gelar juara Jepang Terbuka Super Series. Di final turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS ini, Minggu (27/9), unggulan keempat tersebut mengalahkan kompatriotnya Wang Xin dengan straight set 21-8 21-9.

Dengan demikian, Wang Yihan untuk kedua kalinya berturut-turut meraih gelar super series ini. Pasalnya, tahun lalu pemain berusia 21 tahun ini juga menjadi jawara.

Di luar dugaan, Wang Yihan sangat mudah meraih kemenangan ini. Sebaliknya, Wang Xin yang dalam perjalanan ke final mengalahkan sejumlah pemain top seperti Maria Kristin (babak pertama), Tine Rasmussen (babak kedua), dan rekan senegaranya yang merupakan unggulan kedua, Wang Lin (semifinal), bermain buruk.

Pada set pertama, Wang Xin sempat memberikan perlawanan yang cukup menyulitkan Wang Yihan. Drop shot silang dan penempatan yang akurat membuat pemain kidal ini selalu membuntuti Wang Yihan.

Namun, setelah permainannya sudah terbaca dan Wang Yihan juga tak kenal putus asa untuk mengejar ke mana pun arah bola, Wang Xin mulai terlihat putus asa. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Wang Yihan untuk melaju setelah skor 7-7 karena dia bisa meraup 11 poin secara beruntun untuk unggul 18-7, sebelum memenangkannya dengan 21-8.

Di set kedua, Wang Yihan terus menunjukkan determinasi tinggi dan kerja keras yang luar biasa sehingga drop shot dan pukulan silang yang menjadi senjata andalan Wang Xin selalu mental. Alhasil, Wang Yihan langsung unggul 4-0, dan terus memimpin jalannya pertandingan sampai meraih kemenangan 21-9, sekaligus memastikan diri menjadi juara untuk kedua kalinya.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Susy Susanti Mengenang Tasikmalaya

Posted by febrikusuma on September 28, 2009

JAKARTA, Kompas.com – Ketika gempa bumi mengguncang Jakarta awal September lalu, Susy Susanti panik memikirkan anaknya yang tertinggal di lantai atas gedung sekolah.

Waktu itu Susy tengah menunggu tiga anaknya yang bersekolah di Gandhi Internatinal School di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tiga anaknya, Laurentia Venetia (10), Albertus Edward (9) dan Sebastianus Frederik (6) seharusnya keluar pukul 15.00. Namun sebelum keluar itulah tiba-tiba bumi bergoyang. “Saya kaget waktu semua orang berteriak quick….quick… dan meminta kami keluar gedung<' kata usys.

Susy yang panik karena belum menemukan putera bungsunya, Frederik berusaha mencari ke dalam. "Setelah beberapa lama menunggu dan gempa sudah reda, saya baru mencari. Saya lega karena menemukan Frederik digandeng oleh staf sekolah," lanjut Susy. Pada saat itulah, Susy baru tahu kalau pusat gempa berada di kota kelahirannya, Tasikmalaya.

Mantan atlet bulu tangkis Susy Susanti memang telah lama meninggalkan Tasikmalaya yang merupakan kota kelahirannya. Ia pindah ke Jakarta untuk melanjutkan latihannya sebagia pemain bulu tangkis saat baru berusia 14 tahun pada 1985 lalu. Saat itu Susy masih duduk di bangku SMP 2 Tasikmalaya dan diminta klub Jaya Raya. Setahun kemudian ia ditarik masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas).

"Ketika pindah ke Jakarta, saya sudah bilang sama papi dan mami akan serius dengan karir saya di bulu tangkis," kata Susy. Kedua orang tuanya, Risad Haditono dan Purwo Banowati pun meminta puteri mereka untuk berkonsentrasi pada karir dan masa depannya dan melupakan keluarga untuk sementara. "Kedua orang tua saya, terutama mami, bisa mengerti kalau saya jarang pulang ke Tasik," kata Susy.

Padahal hubungan Susy sangat dekat dengan ibunya. Laiknya seorang puteri, ia selalu berada di samping ibunya yang memiliki usaha membuat kue. "Susy itu dari kecil bawaannya pintar masak. Diajar sebentar saja, ia langsung bisa mengerti," kata ibunya di saat Susy tengah berada di puncak karirnya di awal 1990-an.

Namun Purwo mengerti bahwa talenta yang diterima anaknya jauh lebih besar dari yang dibayangkannya. Ia hanya berusaha membuat anaknya nyaman dengan mengingatkannya pada hal-hal kesukaannya di masa kecil. "Kalau pulang, saya selalu mencari hal-hal yang menyenangkan saya di masa kecil seperti makan mie bakso atau membantu mami membuat klue," kata Susy.

Menurut Susy, ia memang tumbuh sebagai anak tipe rumahan yang tidak suka keluyuran. "Papi mami itu agak kolot. Aktivitas saya di luar rumah memang dibatasi. Jadi kegiatan saya praktis hanya sekolah dan berlatih. Itu pun karena tempat latihannya dekat rumah." kata Susy. "Latihan di samping rumah. Kalau pun tidak di sana saya latihan di GOR jalan Pengadilan, Tasikmalaya."

Pada masa kejayaan Susy -terutama setelah meraih medali emas olimpiade Barcelona 1992- sosoknya selalu dikaitkan dengan kota kelahirannya. Bahkan sebagai penghargaan, pada 1992 didirikan sebuah gelanggang olahraga khusus bulu tangkis dengan namanya. "Setiapkali pulang ke Tasik saya seperti menjadi tamu pemerintah daerah saja," kata Susy.

Namun semua itu sudah menjadi masa lalu yang menyenangkan buat Susy dan kedua orang tuanya. Dengan kesibukan bisnisnya di bidang alat olahraga bersama suaminya, Alan Budikusuma, dua tahun lalu, Susy meminta ayah ibunya meninggalkan Tasikmalaya dan pindah ke Jakarta. . "Keputusan itu harus kami ambil, setelah papi sempat sakit parah dan mengalami kejang, waktu itu tidak ada yang bersama mereka. Kami sangat khawatir karena saat itu sedang merebak kasus flu Hong Kong," kata Susy.

Akhirnya, orang tua Susy mau memahami permintaan anak mereka. Rumah penuh kenangan di jalan Rasamala, Tasikmalaya dijual dan mereka pun meninggalkan Tasikmalaya dan pindah ke dekat rumah Susy di daerah Kelapa Gading. "Negosiasinya alot juga, soalanya mami mau pindah kalau dia tetap punya kesibukan membuat kue," kata Susy. Tentu saja ini bukan permintaan sulit buat Susy.

Susy memang tak lagi pulang ke Tasikmalaya. Ia juga tidak tahu bagaimana kondisi GOR Susy Susanti yang kabarnya kini sudah memprihatinkan dan tidak terawat. "Semoga saja gempa kemarin tidak menimbulkan kerusakan berarti di sana…" kata Susy.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Indonesia Tempatkan Wakil Terbanyak di Semifinal

Posted by febrikusuma on September 25, 2009

TOKYO, KOMPAS.com – Indonesia meraih sukses besar di nomor ganda putra turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Tiga pasangan yang tampil di babak perempat final, Jumat (25/9), berhasil mengalahkan lawan-lawannya sehingga mereka berhak maju ke semifinal.

Ganda putra nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan tanpa kesulitan menaklukkan pasangan Korea Selatan Hwang Ji Man/Shin Baek Cheol dengan 21-13 21-19. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini hanya perlu waktu 31 menit untuk mendapatkan tiket semifinal.

Setelah itu, pasangan lainnya dari Pelatnas Cipayung, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan yang lolos. Mereka menyingkirkan unggulan ketujuh dari Malaysia Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan dengan rubber set 25-23 16-21 21-10.

Tiket terakhir ke semifinal diraih oleh Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan. Unggulan kedelapan ini juga harus berjuang selama tiga set, sebelum menang 21-19 12-21 21-16 atas unggulan keempat dari Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Dengan demikian, sudah bisa dipastikan Indonesia meloloskan satu wakilnya ke final nomor ganda putra. Tiket ke partai puncak itu akan diperebutkan oleh Kido/Hendra dengan Alvent/Hendra AG.

Sementara itu, Yonathan/Rian, akan menantang pemain senior Amerika Serikat Howard Bach/Tony Gunawan. Pasangan yang menjadi juara di Kejuaraan Dunia 2005 itu melangkah ke semifinal setelah menang 22-20 18-21 21-9 atas pasangan Jepang Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata.

Bukan cuma ganda putra yang memastikan satu wakil di final. Nomor tunggal putra pun demikian, karena bakal terjadi “perang saudara” saat Simon Santoso bertemu Taufik Hidayat.

Indonesia paling banyak tempatkan wakil di semifinal

Turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS ini tampaknya sangat bersahabat dengan para pemain Indonesia. Buktinya, sebagian besar punggawa Tanah Air meraih kesuksesan karena berhasil menembus semifinal.

Tercatat, ada delapan wakil Indonesia yang lolos ke babak empat besar tersebut. Dengan demikian, Indonesia yang paling banyak menempatkan pemainnya di semifinal, mengungguli China yang hanya meloloskan lima wakil, disusul tuan rumah Jepang (2 wakil), serta Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Korea Selatan dan Denmark, yang masing-masing menempatkan satu wakil.

Dari delapan wakil tersebut, ganda putra yang paling banyak memberikan kontribusi karena ada tiga pasangan yang bakal bertarung. Dan, di nomor ini juga ada peluang terjadi all-Indonesian final dengan harapan, Yonathan/Rian bisa taklukkan Bach/Tony.

Selain itu, ganda campuran juga berpotensi terjadi all-Indonesian final. Harapan itu terwujud jika Nova Widianto/Liliyana Natsir bisa singkirkan unggulan keenam dari Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa mengalahkan pasangan Thailand Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul.

Sedangkan untuk ganda putri, harapan hanya tertumpu kepada unggulan keenam Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii. Finalis Singapura Terbuka ini bakal menghadapi unggula kelima dari China, Ma Jin/Wang Xiaoli.

Satu-satunya nomor yang tidak menghadirkan pemain Indonesia adalah tunggal putri karena dua pemain yang tampil di sektor ini sudah tersingkir di babak-babak awal. Maria Kristin Yulianti langsung gagal di babak pertama, sedangkan Adriyanti Firdasari yang sempat membuat kejutan dengan menggulingkan pemain nomor satu dunia Zhou Mi, gagal melewati babak kedua.

– Jadwal semifinal, Sabtu (26/9)

Tunggal putra
Bao Chunlai (China) vs (8) Nguyen Tien Minh (Vietnam)
Simon Santoso (Indonesia) vs (4) Taufik Hidayat (Indonesia)

Tunggal putri
Wang Xin (China) vs (2) Wang Lin
Eriko Hirose (Jepang) vs (4) Wang Yi Han (China)

Ganda putra
(1) Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia) vs (8) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia)
Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan (Indonesia) vs Howard Bach/Tony Gunawan (Amerika Serikat)

Ganda putri
(5) Ma Jin/Wang Xiaoli (China) vs (6) Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (Indonesia)
(7) Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (Jepang) vs (2) Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan)

Ganda campuran
Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand) vs Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (Indonesia)
(6) Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) vs (3) Nova Widianto/Liliyana Natsir (Indonesia)

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Simon: Setelah Chong Wei dan Sony, Kini Giliran Taufik!

Posted by febrikusuma on September 25, 2009

TOKYO, KOMPAS.com — Simon Santoso meneruskan kiprahnya di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Dua lawan berat sudah dia singkirkan untuk maju ke semifinal turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS ini.

Di babak kedua, Simon yang tidak diunggulkan ini menaklukkan pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei. Setelah itu giliran unggulan kelima sekaligus seniornya di Pelatnas Cipayung, Sony Dwi Kuncoro, yang dikalahkan.

Pada babak perempat final, Jumat (25/9), Simon menang straight set 21-16 21-17 atas sang juara bertahan. Alhasil, pemain nomor 16 dunia ini pun melangkah ke semifinal.

Tentang kemenangan tersebut, Simon mengaku sangat senang karena untuk pertama kalinya dia bisa mengalahkan Sony di turnamen internasional. Dia juga menjelaskan, ketenangan selama bermain sangat membantunya untuk tetap bertahan di kejuaraan ini.

“Saya sangat, sangat bahagia bisa kalahkan dia untuk pertama kalinya, karena dia merupakan pemain senior dan besar di Indonesia,” ungkap Simon seusai pertandingan.

“Hari ini saya tetap tampil tenang, sementara itu Sony beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Ini yang membuat saya bisa menang lagi,” tambah pemain berusia 24 tahun ini.

Sementara itu, Sony memuji performa Simon yang tak kenal menyerah. Menurutnya, Simon memiliki senjata ampuh karena pukulannya tidak terduga.

Selanjutnya, pada babak empat besar yang berlangsung Sabtu (26/9), Simon kembali harus menghadapi pemain senior Indonesia, Taufik Hidayat. Mantan pemain pelatnas yang menjadi unggulan keempat di turnamen ini lolos setelah mengalahkan juara Asia 2008 asal Korea Selatan, Park Sung-Hwan, dengan 12-21 28-26 21-15.

Akankah Simon melanjutkan kejutannya? Ya, setelah Chong Wei dan Sony, Simon kembali membidik kemenangan atas Taufik.

“Tentu saja, saya ingin mengalahkannya karena dua tahun lalu saya kalah di semifinal. Ini merupakan salah satu turnamen terpenting di Super Series. Saya sangat berharap bisa terus melaju,” tegas Simon.

Sementara itu, Taufik juga memiliki tekad yang besar untuk menjadi juara. Pasalnya, sampai sekarang dia belum pernah mengangkat trofi Jepang Terbuka Super Series.

“Saya tidak pernah menang di turnamen ini. Sekarang saya memiliki peluang karena Lee Chong Wei dan Peter Gade sudah tersingkir. Sementara itu, pemain China Lin Dan juga tidak ikut,” ungkap Taufik seusai mengalahkan Park Sung-Hwan.

Posted in Super Series | Leave a Comment »