Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for May, 2010

Simon Geser Sony di Peringkat Dunia

Posted by febrikusuma on May 27, 2010

JAKARTA, Kompas.com — Simon Santoso menggeser rekannya sesama pemain pelatnas, Sony Dwi Kuncoro, di daftar peringkat pebulu tangkis putra yang dikeluarkan BWF, Kamis (27/5/2020).

Simon bertukar tempat dengan Sony di posisi 11 dan 12. Di ajang Piala Thomas pekan lalu, Simon Santoso memperkuat tim Indonesia hingga babak final menghadapi China. Sementara Sony Dwi Kuncoro hanya tampil sekali menghadapi India di babak kualifikasi dan kemudian harus mundur karena cedera.

Sementara peringkat pebulu tangkis putra, Dionysius Hayom Rumbaka, naik satu tingkat. Hayom kini menempati peringkat 25, naik satu tingkat dibandingkan pekan lalu. Hayom kini merupakan pebulu tangkis Indonesia keempat yang berada di peringkat 25 besar.

Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004, Taufik Hidayat, masih bertahan di peringkat lima.

Peringkat tunggal putra, Kamis (27/5/2010):
1   [MAS] Chong Wei LEE
2   [CHN] Dan LIN
3   [CHN] Jin CHEN
4   [DEN] Peter Hoeg GADE
5   [INA] Taufik HIDAYAT
6   [CHN] Chunlai Bao
7   [VIE] Tien Minh NGUYEN
8 1 [CHN] Long CHEN
9 1 [THA] Boonsak PONSANA
10  [DEN] Jan O Jorgensen
11 1 [INA] Simon SANTOSO
12 1 [INA] Sony DWI KUNCORO
13   [KOR] Sung Hwan PARK
14   [JPN] Kenichi TAGO
15   [MAS] Choong Hann WONG
16   [HKG] Yun HU
17   [GER] Marc Zwiebler
18   [CHN] Pengyu DU
19   [IND] Chetan ANAND
20   [HKG] Yan Kit CHAN
21   [MAS] Muhammad Hafiz HASHIM
22   [ENG] Rajiv Ouseph
23   [TPE] Yu Hsin HSIEH
24   [DEN] Joachim PERSSON
25 1 [INA] Dyonisius Hayom Rumbaka

Advertisements

Posted in Rangking BWF | Leave a Comment »

Kelakuan Minus, Dicoret dari Pelatnas

Posted by febrikusuma on May 27, 2010

SINGAPURA, Kompas.com – Pebulu tangkis Singapura, Zhang Beiwen kehilangan peluang untuk bertanding pada Commonwealth Games tahun ini setelah dijatuhi hukuman skors akibat perilaku buruk.

Hal ini diungkapkan oleh  Ketua Asosiasi Bulu Tangkis Singapura, Kamis.  Zhang Beiwen terkena hukuman paling berat yang pernah dijatuhkan saat diskors tiga bulan tanpa bayaran dan kehilangan hak berlatih dengan tim nasional atau mengikuti ujian seleksi dan turnamen.

Hukuman tersebut dijatuhkan karena disiplin yang buruk dan perilaku yang mengganggu dalam latihan kata Asosiasi Bulu Tangkis Singapura, yang berarti pemain peringkat 31 dunia itu tidak akan dipilih untuk bertanding pada ujicoba untuk Commonwealth Games di New Delhi pada 3-14 Oktober.

“SBA ingin memberi pesan dengan jelas mengenai pentingnya menempatkan pdofesionalisme kepada para pemain kami,” kata kepala SBA Edwin Pang kepada Reuters.

“Kami tidak akan mentoleransi tindakan kurang disiplin dari para pemain kami karena akan berakibat merugikan tim nasional, tanpa memandang setinggi apa peringkat mereka atau seberapa potensial mereka bagi Singapura dalam turnamen besar.

“Dulu, SBA telah memberlakukan denda dan skorsing dari kompetisi bagi pemain nasional yang salah tetapi kali ini untuk pertama kalinya pada tahun-tahun terakhir, kami menskors pemain nasional yang dipekerjakan oleh Asosiasi dari keduanya, latihan dan kompetisi tanpa bayaran.”

SBA mengatakan, pemain kelahiran China berusia 19 tahun, Zhang, peraih medali perunggu beregu SEA Games di Laos tahun lalu, telah menunjukkan “perilaku buruk dalam latihan dan turnamen.” “Pada beberapa kesempatan, ia tidak melaksanakan instruksi pelatihnya dan mematuhi peraturan latihan yang dibuat tim. Beiwen kurang disiplin dan kurang bertekad bulat, seperti yang diharapkan dari pemain profesional dan pemain nasional.”

Pemain ganda putra dan campuran Hendra Wijaya juga diskors selama tiga bulan tetapi akan menerima 50 persen gaji selama diskors dan akan melanjutkan latihan, kata Pang. Hukuman itu dijatuhkan karena mengabaikan latihan. Pang mengatakan tempat kedua pemain dalam tim nasional akan dievaluasi pada akhir masa skorsing.

Posted in World | Leave a Comment »

Bandung Bertabur Bintang

Posted by febrikusuma on May 27, 2010

Kemeriahan Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional II di Bandung semakin terasa. Sorak sorai penonton terus bergemuruh semenjak pagi di hari ketiga gelaran yang diikuti lebih dari seribu peserta ini.

Hadiah yang ditawarkan memang cukup menggiurkan, yaitu uang tunai dengan total Rp 190.000.000 siap diperebutkan. Juara pertama akan mengantongi uang tunai sebesar Rp 13.200.000. Djarum Sirnas kali ini pun diramaikan dengan nama-nama yang sudah mendunia, tercatat pada nomor ganda campuran dewasa yang digelar Kamis (27/5) pagi ditaburi oleh para bintang.

Sebut saja, Markis Kido yang berpasangan dengan Lita Nurlita, Hendra Setiawan kali ini berpasangan dengan Vita Marissa, Fauzi Adnan turun menggandeng Natalia Poluakan, dan unggulan pertama juara Djarum Sirnas Balikpapan, Tri Kusumawardhana/Nadya Melati.

Markis Kido/Lita Nurlita bermain melawan Flandy Limpele yang berpasangan dengan Laila Rahmawati. Permainan Markis Kido yang memang di tunggu oleh publik GOR Koni, mengundang sorakan meriah saat Kido mulai mengeluarkan smash-smash kerasnya, mereka pun unggul dua game langsung dengan 21-17 dan 21-15, dalam tempo tak lebih dari 30 menit.

Sementara itu, Hendra Setiawan/Vita Marissa hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk menundukkan pasangan yang baru bergabung dengan Pelatnas, Ricky Karanda Suwandi/Tiara Rosalia Nuraedah. Melawan juniornya ini, Hendra/Vita menang mudah 21-8 di game pertama. Tetapi memasuki game kedua, pasangan Hendra/Vita justru malah tertinggal 3-8, namun kemudian mereka berhasil menyamakan kedudukan di 10-10, dan membawa ke interval dengan 11-10.

Setelah interval, Hendra/Vita banyak  melakukan kesalahan sendiri, hingga peroleh poin mereka terus berkejar-kejaran, setelah imbang di 18-18, pasangan yang memang telah dinanti kedatangannya ini, menutup game kedua dengan 21-19.

“Game kedua kami memang lengah,” ungkap Vita usai pertandingan.

Hendra sendiri bersama Kido diwajibkan turun di Djarum Sirnas sebanyak tiga kali dalam setahun, terkait kontrak eksklusif mereka bersama sponsor mereka. Keikut sertaan Kido/Hendra di Djarum Sirnas kali ini merupakan kali kedua, setelah mereka juga turun di Djarum Sirnas Pekanbaru, dan berhasil menjadi yang terbaik di Kota yang akan menjadi tuan rumah PON 2012 tersebut.

“Sirkuit berikutnya belum kami tentukan, karena harus menyesuaikan jadwal dengan pertandingan internasional lainnya, tapi kemungkinan besar kami sepertinya akan turun di Bali,” papar Hendra.

source : http://www.djarum-super.com

Posted in nasional | Leave a Comment »

Engga Setiawan Mengirim Pulang Hermansyah

Posted by febrikusuma on May 26, 2010

Atlet-atlet terbaik Indonesia yang kini telah memperkuat Pelatnas PBSI turut ambil bagian.

Di tunggal dewasa putra, dua putra mereka harus angkat koper terlebih dahulu. Adalah Engga Setiawan, atlet asal PB Djarum Kudus ini berhasil menghentikan langkah Hermansyah.

Engga yang pernah berjumpa dengan Hermansyah pada seleksi nasional tahun 2008 silam, berhasil mengulang kesuksesannya.

Engga mengakui keunggulannya di depan net dan memancing Hermansyah untuk mengangkat shuttlecock menjadi rahasia kemenangannya di game pertama, Engga unggul 21-11.

Memasuki game kedua, Engga yang mengaku tidak melakukan persiapan menjelang kejuaraan berhadiah total Rp 190.000.000 ini, mengalami sedikit masalah dengan keadaan fisiknya, “Game kedua badan saya sempat kaget, karena sudah satu minggu lalu tidak latihan,” paparnya usai pertandingan. Engga pun menyerah jauh 10-21.

Di game penentuan, kejar mengejar angka terus terjadi. Kedua pemain yang memiliki tipe permainan yang hampir sama ini, selalu berhasil menyamakan kedudukan.

Tercatat setelah interval tercipta enam kali angka kembar, Engga pun berhasil mengunci Hermansyah di angka 16. Bola pancingan Engga di depan net, selalu gagal di antisipasi oleh atlet yang baru bergabung bersama Pelatnas tahun ini. Engga pun mengirim Hermansyah pulang dengan 21-16.

“Keyakinan saya untuk menang juga membuat saya bisa memenangkan pertandingan tadi,” lanjut atlet yang kini juga merangkap sebagai ofisial dari tim PB Djarum.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Desi Singkirkan Rizky Amelia Pradipta

Posted by febrikusuma on May 26, 2010

Di nomor tunggal dewasa putri, atlet Pelatnas putri, Rizky Amelia Pradipta secara mengejutkan langsung tersingkir di babak pertama turnamen berhadiah total Rp 190.000.000 ini.

Rizky terhenti setelah melakoni pertarungan rubber game melawan Desi Nadya dari PB SGS Elektrik Bandung.

Game pertama berlangsung seru, kejar mengejar angka terus terjadi, kendati Rizky sempat tertinggal 9-13, ia berhasil menyamakan kedudukan di 14-14.

Angka kembar terus terjadi hingga angka 18, Rizky yang dikenal sebagai pemain dengan tipe menyerang, tercatat tiga kali melakukan unforced error, serangannya yang selalu mentah, tiga poin yang diraih atas lawan atas kesalahannya sendiri ini, akhirnya membawa dirinya kalah 18-21 di game pertama.

Di game kedua, Rizky berada di atas angin, unggul 11-6 di jeda, Rizky berhasil mengunci lawannya di angka 7 setelah jeda, sebelum menutup game kedua dengan 21-8. Memasuki game ketiga, Rizky kembali banyak melakukan kesalahan sendiri, ia tertinggal 4-11 di pergantian lapang. Permainan Rikzy seakan tidak bisa berkembang, Desi Nadya yang memang bertipe bertahan, akhirnya berhasil mencukur Rizky dengan 21-9.

“Saya tidak bisa menyangka bisa mengalahkan dia (Rizky – red), meskipun sebelum bertanding melawannya saya sempat merasa tidak akan bisa menang,” ungkap Desi usai pertandingan.

Desi kemudian mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya hari ini adalah bermain hampir tanpa melakukan kesalahan, terlihat ia dengan gemilang selalu berhasil mengembalikan serangan Rizky. “Ia tipe penyerang, jadi kalo defense saya bagus, dia pasti bakal frustrasi dan akhirnya melakukan kesalahan sendiri,” lanjutnya.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Juara Olimpiade Tampil di Sirnas Bandung

Posted by febrikusuma on May 24, 2010

BANDUNG, Kompas.com – Juara ganda putra Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan, akan unjuk kekuatan pada Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu Tangkis Regional II Bandung SGS Elektrik PLN 2010 yang digelar di Bandung, Jawa Barat, 25-29 Mei 2010.

Kejuaraan ini akan menggunakan tiga GOR, dengan GOR KONI di Jalan Jakarta sebagai lokasi utama. Dua GOR lainnya, adalah Lodaya (Jl Lodaya) dan Gunadarma (Jl Logam). Final hanya akan menggunakan satu tempat saja, yakni GOR KONI.

Kompetisi yang menyediakan hadiah Rp 190 juta ini memainkan tiga kelompok umur, yaitu remaja, taruna, dan dewasa. Masing-masing kelompok umur memainkan lima nomor, tunggal dan ganda putra-putri, serta ganda campuran. Sebanyak 1.086 pemain dari 105 klub akan ambil bagian.

Kompetisi ini mempertandingkan 1.286 partai. Dari 1086 pemain itu, beberapa pemain di antaranya pernah merasakan tampil di Olimpiade, Kejuaraan Dunia dan All England.

Yang istimewa dari kejuaraan ini, adalah tampilnya peraih medali emas ganda putra Olimpiade 2008 Markis/Hendra. Ganda nomor tiga dunia ini sekarang memang bebas memilih turnamen, karena tidak lagi terikat dengan pelatnas. Mereka menjadi pemain profesional.

Keikutsertaannya di Djarum Sirnas Bandung, selain karena ingin menunjukkan kehebatan mereka sebagai salah satu ganda terbaik di dunia, juga karena ingin memasyarakatkan sponsor baru mereka, Flypower. Duet ini memang dikontrak beberapa tahun oleh produsen alat-alat olahraga ini.

Selain Markis/Hendra, akan tampil pula pemain yang merebut medali perunggu Olimpiade 2004 ganda putra Flandy Limpele. Mantan pemain pelatnas ini akan tampil di dua nomor juga, ganda putra dan ganda campuran.

Di ganda putra, dia akan bahu-membahu dengan Hendra Aprida Gunawan, sedangkan di ganda campuran, dia duet dengan Laila Rahmawati. Hendra AG juga tidak asing lagi, karena saat ini menduduki peringkat tujuh dunia bersama Alvent Yulianto Chandra.

Dilihat dari segi kualitas dan peringkat, Markis/Hendra akan merebut gelar juara, seperti di Djarum Sirnas Pekanbaru, bulan lalu. Namun, untuk menjuarainya lagi, hal itu tentu tidak akan mudah karena semua pemain pasti ingin mengalahkan mantan juara dunia itu.

“Kami tentu gembira karena Djarum Sirnas Bandung ini diikuti pemain-pemain top dunia. Ini menambah mutu kompetisi. Mereka akan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Persaingan kami kira akan sangat ketat,” kata Sekretaris Panitia Pelaksana, Herman Subarjah.

Perwakilan sponsor utama Djarum, Roland Halim mengatakan, turnamen ini tidak saja mencari juara, tetapi juga mencari bibit-bibit baru pemain bulu tangkis masa mendatang. Dia berharap, dari turnamen ini akan lahir pemain masa depan.

Kompetisi yang menyediakan total hadiah lebih dari Rp 1,4 miliar tersebut menerapkan sistem skor yang bisa diakses secara real time, yang diberi nama Djarum Online ScoreTM (DOS). Turnamen Super Series dan Kejuaraan Dunia sudah menerapkan hal ini.

DOS menampilkan poin-poin pertandingan secara real time. Pengakses situs dapat memilih laga yang diinginkan dari beberapa lapangan yang sedang bertanding, mereka pun dapat melihat posisi pemain yang sedang bertanding. Melalui website http://www.djarumsuper.com, pencinta bulu tangkis yang tidak menyaksikan langsung tetap dapat merasakan ketatnya atmosfer persaingan di lapangan.

Ketua Bidang Turnamen dan Perwasitan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Mimi Irawan mengatakan, sistem baru tersebut sangat membantu jalannya pertandingan karena lebih efektif dan efisien. Sistem itu telah diujicobakan di empat Djarum Sirnas sebelumnya, yaitu di Balikpapan, Manado, Pekanbaru dan Jakarta.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Sony dan Simon ke Singapura

Posted by febrikusuma on May 24, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua tunggal putra utama Indonesia, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso, akan memimpin rekan-rekannya berlaga di Singapura Super Series.

Turnamen di Singapura ini akan berlangsung pada 15-20 Juni 2010. Dalam turnamen ini, Indonesia akan menurunkan para pemain veteran, seperti Adriyanti Firdasari, Markis Kido/Hendra Setiawan, Alvent Yulianto/Hendra AG, dan Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Namun, PBSI juga memanfaatkan ajang ini sebagai tambahan pengalaman bagi para pemain muda, seperti Dionysius Hayom Rumbaka, Francisca Ratnasari, dan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet.

Berikut daftar pemain Indonesia yang akan berlaga:
Tunggal Putra
1. Sony Dwi Kuncoro
2. Simon Santoso
3. Dionysius Hayom Rumbaka
4. Andre Kurniawan Tedjono – lewat kualifikasi
Reserve: Tommy Sugiarto, Nugroho Andy Saputro, Darius Prawiso

Tunggal Putri
1. Maria Febe Kusumastuti
2. Adriyanti Firdasari
3. Fransisca Ratnasari
4. Maria Kristin Yulianti – lewat kualifikasi
Reserve: Melicia Kurniawan

Ganda Putra
1. Markis Kido/Hendra Setiawan
2. Hendra Aprida Gunawan/Alvent Yulianto Chandra
3. Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki
4. Bona Septano/Muhammad Ahsan
5. Ronald Susilo [SIN]/Candra Wijaya [INA] – lewat kualifikasi
Reserve: Syarif Shahmie Radhitian/Chrisna Adiwijaya

Ganda Putri
1. Anneke Feinya Agustin/Annisa Wahyuni
2. Greysia Polii/Meiliana Jauhari
3. Saralee Thoungthongkam [THA]/Vita Marissa [INA]
4. Nitya Krishinda Maheswari/Shendy Puspa Irawati

Ganda Campuran
1. Nova Widianto/Liliyana Natsir
2. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
3. Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet
4. Markis Kido/Lita Nurlita – lewat kualifikasi
5. Hendra Setiawan [INA]/Anastasia Russkikh [RUS] – lewat kualifikasi
6. Tontowi Ahmad/Greysia Polii – lewat kualifikasi

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Dua Pasangan Pelatnas Sabet Gelar

Posted by febrikusuma on May 24, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Pasangan pelatnas Andre Adistia/Rachmat Ardianto menjadi juara ganda putra dewasa turnamen Djarum Sirnas Yonex Jakarta open 2010. Di partai final, Minggu (23/5/10), di Hall Bulu Tangkis Gelora Bung Karno, Jakarta, mereka mengalahkan Ardiansyah/Rio Weilianto 21-15, 21-18.

Pertandingan berlangsung menarik pada saat game kedua berlangsung. Pasangan pelatnas tersebut sempat tertinggal 10-17, tetapi mereka bisa bangkit dan akhirnya menuntaskan kemenangan pada game kedua tersebut.

“Kami sempat tidak yakin, di game kedua kami tertinggal 10-17. Selain karena faktor lapangan yang licin, kebetulan mata saya juga terkena bola, jadi saya sempat ulur-ulur waktu untuk menstabilkan keadaan, pada akhirnya kami bisa mengejar dan meraih kemenangan,” ujar Andre, soal kebangkitannya  mengejar pon pada game kedua.

Pasangan yang telah bermain sejak 2009 lalu semasa berada di klub Djarum, mengungkapkan bahwa pertandingan final melawan Ardiansyah/Rio Weilianto merupakan pertandingan yang terberat.

“Ini adalah pertandingan yang terberat di antara partai lainnya,” ujar Rachmat.

Sementara itu pasangan pelatnas lainnya di ganda dewasa putri, Jenna Gozali/Variella Aprilsasi Putri, juga mencatat hasil yang memuaskan. Mereka menjadi juara usai kalahkan pasangan Andriana/Maya Rosita (Citra Raya Unesa) dua game sekaligus 21-12,21-19.

Pada final tunggal putra dewasa yang mempertemukan Heryawan (SGS Elektrik) dengan Alamsyah Yunus (Harapan Jaya) dimenangkan oleh Alamsyah Yunus dengan dua game langsung 22-21, 21-10.

“Sebenarnya tadi kami berdua belum main maksimal karena lapangan licin, saya sempat tertinggal 5-10 di game kedua, namun saya nekat saja, dengan bermain lepas,” ujar Alamsyah soal kemenanganya di game kedua.

Atas kemenangan tersebut, Alamsyah telah mengumpulkan tiga gelar Sirkuit Nasional (Sirnas). Dua gelar sebelumnya didapatkan pada Sirnas Pekanbaru, dan Sirnas Balikpapan beberapa waktu lalu.

Pertandingan final Jakarta open 2010 tersebut, juga dihadiri oleh ketua Museum Rekor Indonesia (MURI), Jaya Suprana yang datang untuk memberikan penghargaan kepada PB PBSI yang telah menyelenggarakan turnamen dengan melibatkan 2.126 partai, 2.045 atlet serta 165 klub dari 20 provinsi seluruh Indonesia tersebut.

“Belum pernah ada di dunia yang mengadakan turnamen lebih dari 2.000 pertandingan. Mudah-mudahan turnamen ini dapat mengangkat kualitas bulu tangkis di Indonesia,” katanya.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Wow! Korea Terbuka Berhadiah Rp 11,1 M

Posted by febrikusuma on May 24, 2010

LONDON, Kompas.com – Turnamen bulu tangkis Korea Terbuka tahun depan akan menjadi turnamen pertama dalam cabang olahraga bulu tangkis yang menawarkan hadiah uang lebih dari satu juta dollar AS. Event tersebut adalah satu dari lima yang disebutkan dalam siaran pers Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jumat (21/5/10) malam, sebagai salah satu dari turnamen baru Premier Super Series, atau Grand Slam pertama.

Turnamen lainnya, yang sudah disetujui dalam pertemuan dewan BWF di Kuala Lumpur, adalah Indonesia, China, All England, dan Denmark.

Hadiah Korea Terbuka bisa mencapai 1,2 juta dollar AS (sekitar Rp 11,112 miliar), naik empat kali lipat dari tahun ini. Hadiah uang di Indonesia meningkat menjadi 600.000 dollar AS (sekitar Rp 5,556 miliar) sementara tiga yang lainnya masing-masing menawarkan minimal 350.000 dollar AS (sekitar Rp 3,241 miliar).

Akan ada tujuh turnamen Super Series tier kedua lainnya dengan minimal hadiah 200.000 dollar AS — di Perancis, Hongkong, India, Jepang, Malaysia, Singapura dan China.

Dengan demikian, total hadiah uang selama satu tahun, termasuk turnamen Premier, akan meningkat dari 3,3 juta dollar AS menjadi 4,7 juta dollar AS (sekitar Rp 43,522 miliar).

Presiden BWF Dr Kang Young-joong mengatakan: “Ada lebih banyak uang dalam olahraga ini, kami mempunyai turnamen yang untuk pertama kalinya berhadiah uang jutaan dollar dan di atas semuanya BWF menerima ketertarikan yang kuat dari negara-negara anggota kami.”

“Itu positif bagi olahraga ini dan saya sangat yakin kami menuju arah yang benar dalam hal membangun dan mempromosikan olahraga ini. Masa depan cerah.”

Terdapat 17 permohonan untuk menjadi tuan rumah event Super Series dan delapan untuk menyelenggarakan salah satu dari turnamen Premier.

Format Super Series diperkenalkan pada 2007 tetapi setelah dilihat kembali pada akhir 2009, diambil keputusan untuk memperkenalkan sistem dua tier mulai 2011.

Hmm…jika hadiah yang ditawarkan sangat fantastis, tentu saja akan semakin banyak muncul wajah-wajah baru bulu tangkis dunia. Lalu, bagaimana dengan pemain Indonesia? Apakah juga akan bangkit? Semoga.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Piala Uber : Indonesia Pastikan Raih Posisi Juara Grup D

Posted by febrikusuma on May 11, 2010

KUALALUMPUR – Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Lapangan 1 – Putra Stadium Kuala Lumpur, Indonesia berhasil mengungguli Denmark dengan skor 5-0.

Pesta kemenangan Indonesia ini dibuka oleh Adriyanti Firdasari yang bermain sebagai tunggal pertama menggantikan Maria Febe Kusumastuti berhasil mengandaskan perlawanan Camilla Sorensen dalam straight-game 21-11 21-11. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-0 atas Denmark setelah memenangkan pertandingan melawan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen dalam rubber-game 13-21 21-15 21-13.

Partai ketiga yang memainkan tunggal putri, Maria Kristin Yulianti memastikan Indonesia menjadi Juara Grup D setelah mengalahkan Karina Jorgensen, 21-9 21-6 dalam waktu 26 menit. Shendy Puspa Irawati/Liliyana Natsir dan Lindaweni Fanetri melengkapi kemenangan Indonesia menjadi 5-0. Shendy/Liliyana unggul atas Lena Frier Kristiansen/Marie Ropke 21-17 21-17, sedangkan Lindaweni mengandaskan perlawanan Line Kruse, 21-6 21-12.

Posted in World | Leave a Comment »