Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for August, 2009

Rijal/Liliyana Tumbang, Taufik ke Semifinal Chinese Taipei GP Gold

Posted by febrikusuma on August 29, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Duet baru Pelatnas Cipayung, Muhammad Rijal/Liliyana Natsir, tumbang di perempat final Taiwan Terbuka. Mereka dikalahkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Pada babak delapan besar, Jumat (28/8), Rijal/Liliyana yang tampil pada turnamen pertama mereka, kalah dua game langsung 19-21 19-21.

“Lawannya sih biasa saja, tetapi permainan kami yang tidak berkembang. Tadi kelihatan banget Rijal agak tegang, mungkin terbebani sehingga permainannya tidak keluar,” ujar Liliyana usai pertandingan.

Turnamen Grand Prix Gold tersebut adalah kejuaraan pertama yang diikuti Liliyana–yang biasanya berpasangan dengan Nova Widianto–, berduet dengan Rijal.

PBSI mencoba Rijal untuk mencari pasangan alternatif bagi Liliyana (24) setelah Nova (31) merasa tidak mampu bermain sebaik dulu, mengingat usianya yang terbilang sudah tidak muda lagi.

Mengenai rencana selanjutnya, Liliyana mengatakan kemungkinan terdekat ia akan mengikuti turnamen Jepang Super Series  yang berlangsung 22-27 September.

“Kayaknya ke Jepang sama Mas Nova lagi, tetapi belum tahu pastinya,” kata Liliyana yang bersama Nova berhasil meraih medali perak Olimpiade Beijing dan dua kali memenangi gelar juara dunia pada 2005 dan 2007, namun tahun ini mereka gagal di final.

Kegagalan Rijal/Liliyana menyisakan pasangan Tantowi Ahmad/Richi Puspita Dili di semifinal turnamen berhadiah total 170.000 dolar AS itu. Tantowi/Richi lolos setelah mengalahkan pasangan Hongkong Hui Wai Ho/Tse Ying Suet 21-16 21-16.

Pada babak empat besar Tantowi/Richi akan bertemu Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa. Pasangan mantan pelatnas itu menyisihkan unggulan keempat dari Hongkong Yohan Hadikusumo Wiratama/Chau Hoi Wah 20-22 21-15 21-19.

Hendra AG/Vita juga masing-masing meraih satu tempat lagi di semifinal melalui nomor ganda putra dan ganda putri.

Bersama Alvent Yulianto, Hendra yang menjadi unggulan ketiga membukukan tempat di babak empat besar setelah menang atas Gan Teik Chai/Tan Bin Shen dari Malaysia 21-18 18-21 21-18. Selanjutnya mereka bertemu pasangan Taiwan Chen Hong Ling/Lin Yu Lang.

Sedangkan Vita yang berpasangan dengan pemain Amerika Serikat Mona Santoso, mengalahkan ganda putri Macau Zhang Dan/Zhang Zhibo 21-11 21-16. Di semifinal, mereka bertemu unggulan kelima asal China Gao Ling/Wei Yili.

Sementara pada tunggal putra, Taufik Hidayat menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos setelah tiga lainnya tersingkir. Unggulan pertama itu melangkah ke semifinal melalui kemenangan tiga game 19-21 21-11,21-18 atas pemain Indonesia lainnya Dionysius Hayom Rumbaka.

Di semifinal, Taufik akan berhadapan dengan pemain Malaysia unggulan keenam Wong Choong Hann, yang dengan mudah meraih kemenangan atas pemain tuan rumah Liu Chih Lun 21-7 21-9.

Sementara itu dua tunggal putra Indonesia lainnya, Tommy Sugiarto dan Andre Kurniawan dihentikan lawan-lawan mereka. Tommy gagal membalas kekalahannya atas pemain Vietnam Nguyen Tien Minh setelah unggulan ketiga itu bangkit dari ketinggalan untuk menang 16-21 21-18 21-7. Adapun Andre menyerah kepada pemain Malaysia Muhammad Hafiz Hashim 15-21 18-21.

Advertisements

Posted in GP Gold | Tagged: , , | Leave a Comment »

Sirkuit Nasional Bulutangkis Bali-NTB-NTT Open 2009 : Tri/Nadia Kuasai Ganda Campuran, Tike akhirnya Juara

Posted by febrikusuma on August 16, 2009

KLUNGKUNG–Pasangan Tri Kusumawardana/Nadia Melati menjuarai nomor ganda campuran dewasa di Djarum Sirkuit Bulu Tangkis Nasional (sirnas) yang berlangsung di di GOR Sweca Pura Klungkung, Bali. Di final, Sabtu (15/8), mereka mengungguli pasangan asal klub Tangkas, Arianto Haryadi/Endang Nursugianti, 15-21, 21-15, 21-14.

Ini merupakan kemenangan pertama sepanjang penyelenggaraan yang sudah menginjak enam seri. Tri/Nadia yang merupakan pasangan tidak diunggulkan itu secara mengejutkan berhasil menumbangkan mantan pemain pelatnas, Arianto Haryadi/Endang Nursugianti, yang di even ini diunggulkan di peringkat lima.

“Kita hanya main tanpa beban saja karena memang di atas kertas lawan kita lebih unggul,” ujar Tri seusai pertandingan. Tri adalah salah satu pemain senior di Suryanaga.

Kendati bukan merupakan rekan pasangan, keduanya maju ke final setelah mengalahkan pemain pelatnas, M Rizki Dely Nugraha/Ni Made Claudia A Wijaya, dengan 15-21, 21-15, 21-15.

Sementara itu, pemain pelatnas Tike Ariede Ningrum akhirnya menjadi juara dewasa tunggal putri Djarum Sirkuit Nasional Badminton Bali-NTB-NTT Open. Tike menundukkan di babak final yang dilaksanakan di GOR Swecapura, Klungkung, Bali, Sabtu (15/8), mengandaskan andalan Djarum Kudus, Ana Rovita, dengan 23-21, 21-17.

Ini merupakan kemenangan pertama di turnamen bulubtangkis untuk mencari kader pemain tim nasional tersebut, setelah sebelumnya di penyelenggaraan seri kelima yang berlangsung di Surabaya. Dua pekan lalu, Tike harus mengakui kemenangan rekan sepelatnasnya, Belaetrix Manuputty, yang kini tersingkir di babak sebelumnya.

“Saya bersyukur akhirnya bisa meraih gelar juara yang saya tunggu-tunggu sebelumnya. Tekat kami adalah ingin tetap ke pelatnas, membela merah-putih,” ujarnya sesuai pertandingan.

Tike memang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Seusai Ana gagal mengembalikan bola, dia langsung mengangkat tangan kirinya seraya memekik keras dan meluncur deras ke luar lapangan. Tike –yang disapa Keti oleh rekan-rekannya– bahkan seusai bersalaman dengan Ana masih terduduk di belakang lapangan sambil menyapu air matanya.

”Saya haru sekali. Ini pertama kali saya juara. Di Djarum Sirkuit Nasional Jawa Timur saya nyaris juara namun digagalkan Belaetrix Manuputty,” ujarnya

Posted in nasional | Leave a Comment »

Bawalah Gelar untuk Negeri Ini, Nova/Liliyana

Posted by febrikusuma on August 16, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Bulu tangkis Indonesia miskin gelar sepanjang tahun 2009. Bahkan setelah Markis Kido/Hendra Setiawan menyabet medali emas ganda putra di Olimpiade Beijing 2008 bulan Agustus lalu, negeri ini mulai paceklik.

Kini, harapan untuk mengakhiri masa-masa sulit tersebut mulai tersibak karena Nova Widianto/Liliyana Natsir bisa menembus final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009 yang berlangsung di Hyderabad, India. Ganda nomor dua dunia tersebut menjadi satu-satunya andalan agar bisa membawa gelar juara ke negeri ini.

Sebenarnya, ada tiga wakil Indonesia yang tampil di semifinal. Selain Nova/Liliyana, masih ada dua pemain di sektor tunggal putra, yaitu Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro.

Tetapi, Taufik dan Sony gagal meruntuhkan tembok China. Taufik tak berdaya menghadapi Chen Jin, sedangkan Sony kembali harus menelan kekalahan dari Lin Dan.

Dengan demikian, tinggal Nova/Liliyana yang menjadi harapan. Dan, pasangan ini juga menjaga peluang untuk mempertahankan gelar Kejuaraan Dunia yang mereka raih dua tahun lalu di Malaysia–tahun lalu Kejuaraan Dunia tidak diselenggarakan karena bertepatan dengan Olimpiade di Beijing.

Nova/Liliyana hanya perlu satu langkah lagi untuk mewujudkan impian mereka itu, sekaligus harapan seluruh pecinta bulu tangkis Indonesia. Mereka memastikan dapat tiket ke final setelah menyingkirkan pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

Namun, pasangan utama di Pelatnas Cipayung tersebut kembali harus menghadapi pemain Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl pada final hari Minggu ini. Unggulan ketujuh tersebut lolos setelah membuat kejutan lagi dengan menyingkirkan unggulan utama asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung 18-21 21-19 21-18–sebelumnya, Layborn/Rytter Juhl juga menyingkirkan unggulan ketiga dari China yang baru saja juara di Indonesia Terbuka, Zheng Bo/Ma Jin.

Melihat calon lawannya, peluang Nova/Liliyana untuk menang lebih besar dibandingkan jika harus berhadapan dengan Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, yang mengalahkan mereka di final Olimpiade Beijing 2008. Pasalnya, mereka juga sudah sering menang atas lawannya dari  Denmark tersebut.

Ini yang membuat satu-satunya wakil Indonesia yang maju ke final tersebut cukup optimistis bisa menang. Menurut Nova, jika mereka bisa tampil lebih baik dibandingkan saat melawan Fischer/Juhl, maka peluang menang lebih besar dan mereka bisa mempertahankan gelar juara yang disabet pada tahun 2007

“Mudah-mudahan di final kami bisa main lebih baik lagi, karena pasangan Denmark yang akan kami hadapi juga cukup berat,” kata Nova yang bakal pensiun dari Pelatnas Cipayung usai tampil di turnamen ini.

Meskipun demikian, tekad dan semangat Laybourn/Rytter Juhl harus diwaspadai. Setelah membuat dua kejutan beruntun (taklukkan pasangan China dan Korea) untuk lolos ke final, mereka berambisi menjadi juara meskipun kurang difavoritkan.

“Kami akan tampil tanpa beban karena sejak awal memang tidak pasang target apa-apa. Tapi karena sudah masuk final, kami tentu ingin meraih gelar juga,” ungkap Laybourn, yang mengaku Nova/Liliyana sama beratnya dengan dua pasangan unggulan yang dikalahkan sebelumnya.

China pastikan tiga gelar

China masih menunjukkan kelasnya sebagai raja bulu tangkis dunia. “Negeri tirai bambu” ini sudah pasti menyabet tiga gelar karena terjadi all-Chinese final di nomor tunggal putra (Chen Jin vs Lin Dan), tunggal putri (Xie Xingfang vs Lu Lan) dan ganda putri (Zhang Yawen/Zhao Tingting vs Cheng Shu/Zhao Yunlei).

Khusus sektor ganda putri, China memang selalu mendominasi di turnamen ini. Sejak tiga edisi sebelumnya (2005,2006 dan 2007), mereka selalu menempatkan semua wakilnya di final. Bahkan sejak kejuaraan dunia 1997, nomor ganda putri tidak pernah lepas dari genggaman mereka.

Selain tiga nomor tersebut, China juga berpeluang menambah satu gelar di sektor ganda putra, setelah unggulan kelima Cai Yun/Fu Haifeng melangkah ke final berkat kemenangan atas pasangan Malaysia Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan. Tetapi, mereka bakal menghadapi kesulitan besar karena harus menghadapi pasangan Korea Selatan yang bulan Juni lalu menjadi juara Indonesia Terbuka, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae.

Jadwal final, Minggu (16/8)

– Tunggal putra
(5) Lin Dan (China) vs (2) Chen Jin (China)

– Ganda campuran
(7) Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) vs (2) Nova Widianto/Liliyana Natsir

– Ganda putri
(8) Zhang Yawen/Zhao Tingting (China) vs (2) Cheng Shu/Zhao Yunlei (China)

– Tunggal putri
(5) Xie Xingfang (China) vs (7) Lu Lan (China)

– Ganda putra
(5) Cai Yun/Fu Haifeng (China) vs (4) Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korea Selatan)

Posted in World | Tagged: , , | Leave a Comment »

Taufik dan Sony Gagal Bendung Pemain China

Posted by febrikusuma on August 16, 2009

HYDERABAD, KOMPAS.com – Indonesia gagal menempatkan wakil di final tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Setelah Taufik Hidayat kandas, Sony Dwi Kuncoro pun gagal karena dia tidak mampu mengadang juara bertahan Lin Dan di semifinal.

Pada pertarungan yang berlangsung selama 63 menit di Gachibowli Indoor Stadium Hyderabad, India, Sabtu (15/8), Sony menyerah 14-21 21-13 15-21.

Dengan keberhasilan Super Dan tersebut, maka China memastikan diri meraih gelar nomor tunggal putra. Pasalnya, mereka menghadirkan all-Chinese final setelah Chen Jin lebih dulu meraih tiket ke final.

Chen Jin yang merupakan unggulan kedua, tanpa kesulitan menaklukkan Taufik. Dalam duel berdurasi 38 menit, Chen Jin menaklukkan mantan juara dunia 2005 tersebut dengan straight set 21-16 21-6.

“Ini hasil maksimal yang bisa saya capai. Menghadapi Lin Dan bukan pekerjaan mudah, karena dia pemain yang cukup cerdik dan mampu mengatur tempo,” kata Sony yang juga kalah dari Lin Dan pada final kejuaraan dunia 2007 di Malaysia.

“Sebenarnya saya bisa mengimbangi Lin Dan, tapi justru menjelang akhir set ketiga, saya kehilangan konsentrasi dan sering mati sendiri,” tambah pemain peringkat enam dunia ini.

Juara Indonesia Super Series 2008 itu, menambahkan menghadapi pemain sekelas Lin Dan, tidak cukup hanya mengandalkan kesabaran, tapi perlu senjata yang mematikan.

Strategi itu dimainkan Sony pada set kedua dan cukup berhasil meredam agresivitas Lin Dan. Beberapa penempatan bola Sony, tidak mampu diantisipasi pemain peringkat lima dunia itu.

Pada set ketiga, permainan berlangsung alot dan kedua pemain berbagi angka sama 5-5, hingga kemudian Lin Dan memimpin 8-6 dan 11-8. Sejak itu, Sony makin kesulitan mengejar dan akhirnya kalah.

Sementara itu, Lin Dan mengaku cukup kaget dengan permainan Sony yang jauh lebih meningkat dibanding beberapa waktu sebelumnya.

“Dia sudah lebih matang dan pukulannya cukup menyulitkan. Saya harus tertekan di set kedua, tapi mencoba mengatasi situasi pada set ketiga,” kata pemegang gelar juara dunia 2006 dan 2007 ini.

Juara Olimpiade 2008 ini berambisi merebut gelar ketiga secara beruntun. Jika terwujud, maka Lin Dan akan mencatatkan dirinya sebagai pebulutangkis putra pertama yang merebut juara dunia tiga kali beruntun.

Posted in World | Tagged: , , | Leave a Comment »

Selangkah Lagi Nova/Liliyana Pertahankan Gelar

Posted by febrikusuma on August 16, 2009

HYDERABAD, KOMPAS.com – Pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir tinggal selangkah lagi mempertahankan gelar juara. Ganda campuran Indonesia ini lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009 usai taklukkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen / Christinna Pedersen, dengan 21-18 14-21 21-18, Sabtu (15/8), di Gachibowli Indoor Stadium Hyderabad, India.

Pada babak final yang akan berlangsung Minggu (16/8), pasangan peringkat dua dunia ini akan kembali ditantang ganda Denmark lainnya, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Unggulan tujuh ini kembali membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan teratas dan juara Olimpiade 2008 asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, dengan 18-21 21-19 21-18.

“Ada sedikit nervous juga saat set ketiga, tapi untungnya lawan juga dalam kondisi sama. Jadi, kami tidak terlalu tertekan saat skor sama 17-17,” kata Nova usai pertandingan.

Liliyana mengakui, pasangan Denmark yang mereka kalahkan di semifinal itu, memiliki kecepatan dan ketajaman dalam smes.

“Apalagi pemain putranya (Joachim Fischer) cukup cepat gerakannya, sehingga kami berusaha semaksimal mungkin tidak membuat kesalahan,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan di final bisa main lebih baik lagi, karena pasangan Denmark yang akan kami hadapi juga cukup berat,” kata Nova menambahkan.

Sementara itu, Kamilla Rytter Juhl mengaku sangat tidak menduga bisa mengalahkan pemain peringkat satu dunia dan favorit juara di ajang ini.

“Ini surprise sekali. Mereka pasangan yang kuat dan solid, kami senang bisa mengalahkan mereka. Kami bisa melakukan ini, karena sejak awal kami berusaha terus menekan,” ujarnya.

Sebelum mengalahkan unggulan teratas, pasangan Denmark yang menempati unggulan ke-7 ini juga menyingkirkan unggulan ke-3 asal China, Zheng Bo/Ma Jin dengan skor 22-20 11-21 22-20.

Thomas Laybourn mengaku Nova/Liliyana yang akan dihadapi pada laga final, sama beratnya dengan dua pasangan unggulan yang dikalahkan sebelumnya.

“Kami nothing to lose, karena sejak awal memang tidak pasang target apa-apa. Tapi karena sudah masuk final, kami tentu ingin meraih gelar juga,” ujarnya.

Posted in World | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Indonesian Team In Chinese Taipei GP Gold 2009

Posted by febrikusuma on August 16, 2009

Indonesian Team In Chinese Taipei GP Gold 2009

MS :

  1. Taufik Hidayat

  2. Fauzi Adnan

  3. Tommy Sugiarto

  4. Nugroho Andi Saputro

  5. Andre Kurniawan Tedjono

  6. Andreas Adityawarman

  7. Dionysius Hayom Rumbaka

  8. Yoga Pratama

WS :

  1. Melicia Kurniawan

  2. Linda Weny Fanetri

  3. Aprilia Yuswandari

  4. Febby Angguni

  5. Maria Febe Kusumastuti

  6. Fransiska Ratnasari

MD :

  1. Flandy Limpele / Halim Haryanto Ho (USA)

  2. Alvent Yulianto Candra / Hendra Aprida Gunawan

  3. Wifqi Windarto / Afiat Yuris Wirawan

  4. Fernando Kurniawan / Lingga Lie

  5. Luluk Hadiyanto / Joko Riyadi

  6. Candra Wijaya / Rendra Wijaya

WD :

  1. Komala Dewi / Keshya Nurvita Hanadia

  2. Vita Marissa / Mona Santoso (USA)

  3. Annisa Wahyuni / Anneke Feinya Agustine

  4. Pia Zebadiah Bernadet / Richi Puspita

XD :

  1. Lingga Lie / Keshya Nurvita Hanadia

  2. Wifqi Windarto / Anneke Feinya Agustine

  3. Alvent Yulianto Candra / Mona Santoso (USA)

  4. Fran Kurniawan Teng / Pia Zebadiah Bernadet

  5. Muhamad Rijal / Lilyana Natsir

  6. Hendra Aprida Gunawan / Vita Marissa

  7. Tontowi Ahmad / Richi Puspita

Posted in GP Gold | Tagged: | Leave a Comment »

Indonesian Team In Macau GP Gold 2009

Posted by febrikusuma on August 16, 2009

Indonesian Team In Macau GP Gold 2009

MS :

  1. Taufik Hidayat

  2. Fauzi Adnan

  3. Tommy Sugiarto

WS :

  1. Rizki Amelia Pradipta

  2. Linda Weny Fanetri

  3. Aprilia Yuswandari

MD :

  1. Flandy Limpele / Halim Haryanto Ho (USA)

  2. Alvent Yulianto Candra / Hendra Aprida Gunawan

  3. Wifqi Windarto / Afiat Yuris Wirawan

  4. Fernando Kurniawan / Lingga Lie

  5. Luluk Hadiyanto / Joko Riyadi

  6. Candra Wijaya / Rendra Wijaya

WD :

  1. Komala Dewi / Keshya Nurvita Hanadia

  2. Vita Marissa / Mona Santoso (USA)

  3. Annisa Wahyuni / Anneke Feinya Agustine

  4. Pia Zebadiah Bernadet / Debby Susanto

XD :

  1. Luluk Hadiyanto / Wang Lilli (PHI)

  2. Lingga Lie / Keshya Nurvita Hanadia

  3. Wifqi Windarto / Anneke Feinya Agustine

  4. Alvent Yulianto Candra / Mona Santoso (USA)

  5. Fran Kurniawan Teng / Pia Zebadiah Bernadet

  6. Muhamad Rijal / Debby Susanto

  7. Flandy Limpele / Minarti Timur (PHI)

  8. Hendra Aprida Gunawan / Vita Marissa

Posted in GP Gold | Tagged: | Leave a Comment »

Tri Kus Masih Memukau di Sirnas Bulutangkis Bali

Posted by febrikusuma on August 14, 2009

JAKARTA–Pebulutangkis veteran, Tri Kusharjanto, memukau publik Bali dengan permainannya yang menawan. Berpasangan dengan Mona Santoso, mereka mengalahkan ganda campuran Pelatnas Pratama Andhika Azhar/Suci Rizki Andini 21-13, 21-15 di babak kedua Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulutangkis Bali-NTB-NTT Open 2009 di GOR Sweca Pura, Klungkung, Bali, Kamis (13/8).

Peraih emas Asian Games pada 1996 dan 2000 memberikan pelajaran berharga kepada yuniornya, utamanya dengan menunjukkan teknik bermain yang tinggi. ”Tidak tahu kenapa, tiap kali pemain bertemu saya, mereka sudah grogi. Ini keuntungan bagi saya,” kata peraih medali perak Olimpiade Sydney tahun 2000 bersama pasangannya Minarti Timur, dalam rilisnya pada Republika, Kamis.

Tri Kus menilai pemain-pemain Pelatnas Pratama yang dilatih Bambang Suprianto, salah satu pasangannya di ganda putra ketika ia bergabung di Pelatnas Cipayung, menunjukkan peningkatan prestasi setelah menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan di Akademi Militer Magelang. Dijelaskannya, yang terpenting bagi atlet adalah mental yang kokoh sehingga mampu mengatasi kondisi seburuk apa pun di lapangan. ”Latihan bagus, belum tentu mereka bagus ketika bertanding. Perlu mental yang kuat dan disiplin menjaga kondisi,” jelasnya..

Tri Kus sendiri di usia yang 36 tahun masih fit menyelesaikan dua partai. Usai berpasangan dengan Mona, hanya selang beberapa menit ia berganti pasangan dengan Dwi Kristiawan. Tri/Kristiawan tidak kesulitan untuk mengalahkan pasangan ganda dewasa dari PB Rudy Bandung, Dedi/Andre dengan skor 21-11, 21-8.

Delapan seri Sirkuit Nasional Bultangkis ini, bagi Tri tidak lain sebagai ajang transfer teknik dan mental kepada pemain-pemain yunior, khususnya skuat Pelatnas Pratama yang kelak akan menopang prestasi bulutangkis Indonesia di masa mendatang. Ia sudah memastikan akan mengikuti Djarum Sirkuit Nasional Sumatra yang akan dilaksanakan di Medan setelah Lebaran Idul Fitri.  ”Saya akan berpasangan dengan Flandy Limpele di ganda putra dan dengan Vita Marissa di ganda campuran,” ujarnya.

Tumbangnya pemain Pelatnas Pratama Andhika/Suci, membuat skuad pelatnas yang menurunkan 10 pasang ganda campuran hanya menyisakan tiga pasangan di babak perempat final, yakni Kevin Alexander/Gebby Ristiyani Imawan yang menang WO atas unggulan kedua dari Mutiara Bandung Budi Santoso/Ema Ermawati, pasangan lainnya adalah Muhammad Nur Rofii/Dwi Agustiawati yang menang atas unggulan kelima dari Tangkas Jakarta Aryanto Haryadi/Endang Nursuginati 21-12, 23-21. Satu pasangan lagi yakni M Rizki Dely Nugraha/Ni Made Claudia A Wijaya menang atas Widi C/Nella S dari Ganesha Tangerang dengan skor 21-18, 21-16.

Mengenai kinerja anak-anak Pelatnas Pratama, Namrih salah satu staf pelatih di tim Pelatnas Pratama menjelaskan, dari lima turnamen yang diikuti termasuk tiga seri Djarum Sirkuit Nasional akan dijadikan bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menilai kecakapan, mental bertanding, dan skill yang perlu ditingkatkan bagi pasukan Magelang ini. ”Yang luar biasa hasil yang dicapai di turnamen Astec di mana Pelatnas Pratama mampu menempatkan tiga wakilnya di babak final yakni di ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran,” ujar Namrih usai mendampingi pemain-pemainnya bertarung di Gor Klungkung.

Dua seri Djarum Sirkuit Nasional di Medan dan Makasar setelah Idul Fitri rencananya juga akan dimanfaatkan pasukan Magelang mendulang pengalaman tanding. ”Namun masih digodok oleh pengurus PBSI dan tim pelatih mengenai perlu tidaknya mengirim wakil mengikuti Djarum Sirkuit Nasional itu,” tegasnya.

( Sumber : Republika )

Posted in nasional | Leave a Comment »

Berat! Sony Bertemu Chong Wei, Simon Tantang Chen Jin

Posted by febrikusuma on August 14, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Lebih dari separuh wakil Indonesia yang tampil di babak perdelapan final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009 tersingkir. Sektor ganda putra, ganda putri dan tunggal putri tersapu bersih dari kejuaraan yang berlangsung di Hyderabad, India.

Dari total sembilan partai yang dimainkan para punggawa Tanah Air di babak 16 besar, Kamis (13/8), di Gachibowli Indoor Stadium, hanya empat wakil yang lolos. Dua pasang tunggal putri, satu wakil tunggal putri dan ganda putra serta satu ganda campuran gagal melewati lawan-lawan.

Kepastian habisnya wakil di sektor ganda putri itu diperoleh setelah Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang merupakan unggulan ke-13 menyerah dua set langsung dari pasangan China, Du Jing/Yu Yang. Meskipun sudah berjuang keras selama 53 menit, Nitya/Greysia yang menjadi finalis Singapura Terbuka harus menyerah 20-22 12-21 dari unggulan kelima tersebut.

Kini, tinggal tiga pemain tunggal putra yaitu Taufik Hidayat, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro serta satu ganda campuran, Nova Widianto/Liliyana Natsir, yang bertahan. Harapan pun dibebankan kepada pundak mereka, agar bisa membawa pulang minimal satu trofi bergengsi tersebut ke negeri yang sedang paceklik gelar bulu tangkis.

Namun, perjuangan Taufik dan kawan-kawan di babak perempat final, Jumat (14/8), dipastikan sangat berat. Pasalnya, lawan-lawan yang akan dihadapi semakin tangguh.

Perjuangan Sony dan Simon tampaknya yang paling berat karena mereka menghadapi dua pemain unggulan teratas. Sony yang merupakan unggulan keenam, harus bertemu unggulan pertama dari Malaysia, Lee Chong Wei, sedangkan Simon (unggulan 13) menantang unggulan kedua dari China, Chen Jin.

Jika prestasi sepanjang tahun 2009 ini menjadi acuan, maka dua tunggal putra Pelatnas Cipayung tersebut bukanlah tandingan. Apalagi Chong Wei, yang memang memasang target menjadi juara dunia setelah menggondol trofi Indonesia Terbuka bulan Juni lalu.

Perjalanan yang agak ringan bakal ditempuh Taufik karena unggulan keempat tersebut bertemu dengan pemain non-unggulan dari Denmark, Jan O Jorgensen. Di atas kertas, Taufik yang pada awal tahun ini memutuskan untuk keluar dari Pelatnas ini memang difavoritkan untuk menang dan lolos ke semifinal, dan dia sendiri yakin dengan peluangnya.

“Makin hari, permainan saya makin bagus, karena lawan juga makin berat. Saya sangat optimistis bisa mengatasi Jorgensen dan lolos ke semifinal,” kata Taufik.

Optimisme yang dilontarkan Taufik ini tentu saja melegakan hati para pecinta bulu tangkis Indonesia. Tetapi, mantan juara dunia 2005 ini harus tetap fokus dan tidak boleh memandang enteng calon lawannya tersebut. Jorgensen telah menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain berbahaya, yang telah ditunjukkan ketika menaklukkan Jan O Jorgensen pemain Thailand, Boonsak Ponsana, untuk meraih tiket perempat final.

Nova/Liliyana pun demikian. Unggulan kedua ini masih menjadi favorit untuk lolos ke semifinal, karena lawan yang dihadapi adalah pasangan India Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta. Namun faktor stamina yang bakal menjadi kendala utama bagi Nova, yang sudah berusia 31 tahun.

Akan tetapi, pengalaman dan tekad untuk mempertahankan gelar juara yang diraih dua tahun lalu ini bisa menjadi pembangkit semangat. Dengan demikian, diharapkan Nova/Liliyana bisa menang dan maju ke semifinal.

Jadwal perempat final, Jumat (14/8)

– Tunggal putra
(13) Simon Santoso vs (2) Chen Jin (China)
Jan O Jorgensen (Denmark) vs (4) Taufik Hidayat
(1) Lee Chong Wei vs (6) Sony Dwi Kuncoro

– Ganda campuran
(8) Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta (India) vs (2) Nova Widianto/Liliyana Natsir

Posted in World | Tagged: , , | Leave a Comment »

Sony Lengkapi Kesuksesan Tunggal Putra Indonesia

Posted by febrikusuma on August 14, 2009

HYDERABAD, KOMPAS.com – Sony Dwi Kuncoro melengkapi kesuksesan pasukan tunggal putra Indonesia yang berlaga di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Sony yang merupakan unggulan keenam tak terlalu kesulitan untuk menaklukkan pemain andalan tuan rumah, Chetan Anand.

Pada pertarungan yang berdurasi 36 menit di Gachibowli Indoor Stadium, Kamis (13/8), Sony menang straight set 21-16 21-16 atas Anand yang merupakan unggulan ke-15. Dengan demikian, Sony mengikuti jejak Taufik Hidayat dan Simon Santoso.

Dengan demikian, hanya di nomor ini (tunggal putra) Indonesia belum kehilangan satu wakil pun yang berhasil maju ke perempat final. Karena pada nomor lain, para punggawa Tanah Air itu sudah berguguran. Di ganda putra dan tunggal putri, Indonesia sudah tersapu bersih, sedangkan di ganda campuran hanya Nova Widianto/Liliyana Natsir yang masih menjadi andalan.

Sony mengawali pertandingan ini dengan sangat meyakinkan. Sejak angka pertama, dia selalu unggul hingga memenangkan game pertama ini dengan 21-16.

Di set kedua, Anand yang berhasil mengalahkan Sony pada pertemuan terakhir mereka tahun lalu, memberikan perlawanan sengit. Pemain andalan India ini nyaris selalu memimpin meskipun cuma selisih satu poin. Tetapi selepas skor imbang 12-12, Sony yang mendominasi karena dia tak terkejar lagi sampai menang 21-16 dan berhak maju ke perempat final.

Namun di babak delapan besar, Jumat (14/8), Sony akan menghadapi ujian yang sangat besar. Pemain nomor satu di Pelatnas Cipayung tersebut harus bertemu unggulan pertama asal Malaysia, Lee Chong Wei.

Jika semua pemain tunggal putra masih bertahan, lain halnya dengan para wakil Indonesia di sektor lain. Di nomor ganda putra, Indonesia dipastikan tanpa wakil setelah pasangan debutan di Kejuaraan Dunia Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan ditaklukkan ganda putra Malaysia Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan.

Sebelumnya, Mohammad Ahsan/Bona Septano yang merupakan unggulan ketujuh, sudah tersingkir di babak kedua. Padahal, mereka diharapkan bisa melangkah lebih jauh.

Posted in World | Tagged: , , , | Leave a Comment »