Badminton Lovers

Badminton is My Life

Djarum Sirkuit Nasional Tegal Usai Sudah

Posted by febrikusuma on July 23, 2010

Tegal – Djarum Sirkuit Nasional keenam yang berlangsung di Tegal, kini telah usai sudah. Enam hari Kota Bahari ini diramaikan oleh atlet-atlet bulutangkis tingkat nasional. Tak terkecuali PB Djarum menurunkan punggawa dan srikandi terbaiknya di ajang berhadiah total Rp 165.000.000 tersebut.

PB Djarum akhirnya menggengam dua gelar juara ditambah dua gelar dari besutan PB Djarum yang kini berada di kawah candradimuka bulutangkis, Pelatnas Cipayung pun turut mengukir prestasi manis melalui pasangan ganda dewasa putra Andrei Adistia/Rachmat Adianto dan Jenna Gozalli yang bermain dinomor ganda campuran.

Ribuan partai pertandingan telah usai digelar. Hari-hari yang panjang telah berlalu. Hari pertama dan kedua sepertinya menjadi hari yang paling melelahkan bagi para petugas lapangan. Terlihat beberapa hakim garis memilih untuk tidur dibangku penonton kala mereka tidak kebagian tugas.
Ada lagi yang unik, Mungkin bagi anda tidak aneh untuk bisa menikmati sarapan di Jakarta, makan siang di Bandung dan makan malam di Jakarta. Tapi apakah pernah anda membayangkan saat anda sarapan di Tegal, makan siang di Jakarta dan makan malam di Tegal, dan harus diselingi dengan bertanding bulutangkis?

Mungkin anda akan membayangkan bagaimana lelahnya menempuh perjalanan ratusan kilo meter dan harus meraih angka untuk bisa memenangkan sebuah pertandingan. Bagi saya itu suatu hal yang mustahil, namun tidak bagi atlet taruna PB Djarum, Praveen Jordan.
Dia yang melakoni perjalanan antara kota yang cukup jauh demi membuat passport terkait keikut sertaannya ke Singapura Internasional Series yang akan berlangsung mulai hari Rabu (21/7).

“Bukan gak capek, tapi ya memang sudah harus begitu, ya jalani saja lah,” ucap atlet yang kerap disapa Ucok ini.
Lebih unik lagi adalah antusiasme para penggemar bulutangkis di Tegal ini. Di partai final kemarin para penonton memenuhi arena, hingga tak ada tempat tersisa untuk berjalan di pinggir lapang. GOR yang sempit tak mampu untuk menghambat kecintaan mereka terhadap bulutangkis.

Bahkan di partai terakhir antara Gloria Emanuelle Widjaja/Deariska Putri Medita yang melawan Dian Fitriani/Aris Budiarti menjadi partai paling menarik perhatian. Penonton tak segan-segan untuk berdiri mengelilingi lapangan pertandingan. Tidak ada lagi space untuk berjalan apalagi untuk mengabadikan moment pertandingan. Semuanya tertutup oleh para penonton yang mulai duduk, hingga berdiri diatas kursi. Dari lima kota sebelumnya, Kota Bahari kini menjadi kota yang harus saya nobatkan sebagai Kota dengan Fanatisme bulutangkis yang tinggi. (IR)

Advertisements

Posted in Int. Series | Leave a Comment »

Tunggal Putra Dipenuhi Merah Putih

Posted by febrikusuma on July 23, 2010

21 Juli 2010 – Pada perhelatan Singapore International Series 2010 yang dimulai Rabu, 21 Juli 2010 di Woodlands Sports Hall, langkah tim Indonesia terlihat masih mulus di partai tunggal, terutama tunggal putra yang banyak dimainkan hari ini. Lima dari delapan tiket babak utama tunggal putra jatuh ke tangan atlet merah-putih.

Selain babak utamanya yang semakin disemarakkan tambahan pemain merah-putih dari babak kualifikasi, Indonesia juga masih menikmati lolosnya banyak perwakilan tunggal putranya ke babak kedua pada hari pertama pertandingan. Andreas Adityawarman dan Arief Gifar Ramadhan sama-sama melaju dengan menghentikan langkah pemain tuan rumah. Hanya saja, jika Andreas berpeluh selama setengah jam untuk menang 24-22 dan 21-11 atas Koh Jia Yi, Arief beruntung dapat menyimpan tenaganya karena ia menang WO atas Kirk Lim.

Di babak kedua, Andreas akan bertemu dengan unggulan keempat asal Inggris, Harry Wright sedangkan Arief akan menghadapi pemain lolosan kualifikasi asal tuan rumah, Chew Swee Hau yang hari ini bermain deras keringat. Setelah Chew berjibaku dan kalah di babak kualifikasi ganda putra, ia malamnya lolos ke babak kedua tunggal putra dengan bermain rubber set ketat selama hampir satu jam melawan putra negeri ginseng, Kang Dong Ho. Chew menang 8-21, 21-14, dan 22-20.

Selain mereka, unggulan ketiga belas yang tahun lalu di ajang yang sama berhasil melaju sampai babak perempat final, Riyanto Subagja, juga lolos ke babak kedua dengan kemenangan dua set langsung 21-7 dan 21-19 atas pemain Malaysia, Tay Kok Hau.

Selain Andreas, yang juga akan berhadapan dengan pemain unggulan adalah atlet kiriman klub lainnya, Alrie Guna Dharma yang akan berhadapan dengan unggulan kesepuluh, Huang Chao (Singapura), dan Aldi Gilang yang berangkat dari kualifikasi dan akan berhadapan dengan unggulan keenam asal Vietnam, Hoang Nam Nguyen. Selain itu, mantan atlet Pelatnas Tommy Sugiarto juga akan berhadapan dengan unggulan kedelapan asal Srilanka, Dinuka Karunarathne.

Total terdapat delapan wakil tunggal putra Indonesia (atau sembilan jika Bandar Sigit Pamungkas juga menang atas unggulan kedua, Robin Gonansa) yang masih terus melaju ke babak kedua, atau sekitar 25 persen dari jumlah semua pemain tunggal putra yang masih tersisa saat ini. Porsi ini terbesar dibandingkan negara lainnya di partai ini. Sedangkan babak utama tunggal putri baru akan dimulai pada hari kedua pukul 12:30 WIB. (DC)

http://www.pbdjarum.com

Posted in Int. Series | Leave a Comment »

Felix/Edi Gagal Hadang Peraih Perak Olimpiade

Posted by febrikusuma on July 23, 2010

Pasangan ganda putra Felix Kinalsal/Edi Subaktiar yang harus merangkak di babak kualifikasi harus terhenti di babak final kualifikasi. Dibabak awal kualifikasi Felix/Edi menang atas pasangan tuan rumah Noor Haafizh/Teo Meon dengan 21-13, 21-14. Namun di final kualifikasi, Juara Sirnas DKI ini harus berhadapan dengan peraih medali perak Olimpiade Athena 2004 nomor tunggal putra, Shon Seung Mo yang berpasangan dengan rekan senegaranya Kang Dong Ho.

Menghadapi pemain-pemain yang berpengalaman, Felix/Edi yang baru melewati usia 16 tahun ini bermain cukup apik. Mereka mampu mengambil set pertama 24-22 namun kemudian berbalik kalah 15-21 di set kedua.Di set penentuan, pengalaman yang berbicara. Walaupun bermain ketat, pasangan Korea berhasil mengalahkan pasangan muda Djarum yang pertama kali tur ke manca negara ini dengan skor 24-22.

Hari ini (22/7) seluruh pemain ganda putra dan campuran memulai babak utama. Tantangan terberat ada pada pasangan Praveen Jordan/Rangga Yave Rianto yang harus bertemu unggulan ketiga asal vietnam Nguyen Hoang Nam/Huyng Nguyen Khang. (HK/AR)

http://www.pbdjarum.com

Posted in Int. Series | Leave a Comment »

Ririn/Melati Melaju

Posted by febrikusuma on July 23, 2010

Turnamen Li Ning Singapore International Series 2010 mulai dimainkan rabu (21/7). Beberapa nomor pertandingan masih menjalani babak kualifikasi. Sementara di ganda putri langsung memainkan babak utama. Satu-satunya ganda putri yang di turunkan oleh PB Djarum berhasil melaju ke babak kedua. Ririn Amelia/Melati Daeva Oktaviani sukses mengalahkan pasangan tuan rumah Foo Melissa/Ang Qi Zhen dengan 21-15, 21-9. Di babak kedua Ririn/Melati  akan bertemu pasangan ganda putri Korea Selatan Yim Jae eun/Lee Se Rang.

Kemenangan tersebut diikuti pula oleh pemain Pelatnas asal PB Djarum, Jenna Gozali yang berpasangan dengan Variella Aprilsasi. Mereka menuntaskan perlawanan pasangan tuan rumah lainnya, Goh Charissa/Goh Peixuan 21-4, 21-16. Jenna/Variella akan menantang pasangan JepangAtsuko Koike/Yasuyo Immabeppu di babak kedua. Pasangan Indonesia lainnya yang berhasil melaju kebabak kedua adalah Gebby Ristiyani/Tiara Rosalia, Ery Oktaviani/Ni Made Claudia Ayu, Dian Fitriani/Aris Budiarti, Sheilla Devi/Anggia Shitta, Ayu Rahmawati/Dwi Agustini dan Ila Alvionita/Eka Tindra Kusumawati.

http://www.pbdjarum.com

Posted in nasional | Leave a Comment »

Pemain Perancis Kalah dari Indonesia

Posted by febrikusuma on July 23, 2010

SURABAYA, Kompas.com – Para pebulu tangkis Perancis tidak mematok target dalam keikutsertaannya di ajang “Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010” di GOR Sudirman Surabaya pada 27-31 Juli 2010.

Pelatih tim bulu tangkis Perancis Arif Rasidi yang ditemui di Surabaya, Kamis, mengatakan keikutsertaan anak asuhnya di turnamen tahunan ini, lebih bertujuan mencari pengalaman tanding di luar negaranya.  “Kami membawa sembilan pemain yang semuanya masih junior. Mereka memang pemain-pemain pelapis yang disiapkan untuk masa depan,” paparnya kepada Antara.

Arif Rasidi yang pernah menghuni Pelatnas Cipayung di tahun 1998-2001 itu, mengakui kualitas anak asuhnya tidak sebagus pemain-pemain Indonesia, namun diharapkan mereka tetap bisa memberikan perlawanan maksimal.

Dari daftar undian yang dirilis panitia “Indonesia Challenge”, para pebulu tangkis Perancis sudah harus bertemu lawan-lawan berat di babak awal.  Pada nomor tunggal putra misalnya, Maxime Francois yang mendapat “bye” di babak pertama, sudah bertemu unggulan utama Andre Kurniawan pada babak kedua.  Sementara rekannya Michael Phomsoupha harus menghadapi pebulu tangkis Pelatnas Pratama Febriyan Irvannaldy.

Nasib sama juga dialami pebulu tangkis putri Prancis Shinta Saiche yang sudah bertemu juara bertahan sekaligus “seeded” pertama Fransiska Ratnasari.  “Mereka memang belum memiliki peringkat dunia, sehingga wajar kalau mendapatkan undian yang tidak menguntungkan. Ini bisa menjadi pengalaman berharga buat mereka,” ujar Arif Rasidi.

Ia menambahkan tujuan utama pebulu tangkis Perancis datang ke Surabaya adalah mengasah kemampuan dengan berlatih di klub Jaya Raya Suryanaga. Program mengisi liburan musim panas ini sudah dijalankan sejak 2004 lalu.  “Kebetulan di Surabaya ada kejuaraan, mereka sekalian kami daftarkan. Hitung-hitung cari pengalaman dan mengukur kemampuan bermain,” tutur Arif menambahkan.

Selain Perancis, turnamen Indonesia Challenge 2010 diikuti 17 negara asing lainnya dari Asia, Eropa dan Kanada dengan total pemain sebanyak 109 orang. Malaysia menjadi negara yang mengirimkan pemain terbanyak, yakni 36 orang, diikuti Singapura dengan 19 pemain dan Thailand menyertakan 14 pemain.

Posted in Int. Chal | Leave a Comment »

Pemain dari 18 Negara Ambil Bagian

Posted by febrikusuma on July 20, 2010

SURABAYA, KOMPAS.com- Sebanyak 322 pebulu tangkis dari 18 negara, termasuk Indonesia, berlaga di Sunkis Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010, 27-31 Juli di Surabaya, Jawa Timur. Indonesia akan diperkuat 40 pebulu tangkis dari pelatnas pratama.

Bagi Jawa Timur, ajang ini sekaligus sebagai evaluasi bagi 16 atlet pemusatan latihan daerah atau puslatda yang turut terjun di kejuaraan ini.

Menurut Wakil Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim Ferry Stewart, walaupun perwakilan dari negara asing adalah atlet lapis kedua, ajang ini diperkirakan bakal berlangsung ketat. Turunnya atlet pelatnas pratama menjadi daya tarik tersendiri di kejuaraan yang berhadiah uang 15.000 dolar Amerika ini. Kualitas atlet pratama itu benar-benar akan diuji melawan atlet luar negeri.

Bagi kontingen tuan rumah, hasil kejuaraan ini sekaligus sebagai ajang evaluasi atlet puslatda. Selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan promosi dan degradasi puslatda yang akan dilaksanakan pada Desember nanti, kata Ferry, Senin (19/7) di Surabaya.

Selain Indonesia, negara yang turut ambil bagian adalah Prancis, Spanyol, Jepang, Cheko, Mesir, Belgia, Kanada, Swiss, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Srilanka, Singapura, Kroasia, Jerman, Belanda, dan Italia. Dari Indonesia, ada 216 pemain yang turun, dan sisanya, 106 pemain merupakan pemain asing. Kategori yang dilombakan di kejuaraan ini adalah kelompok dewasa putra-putri untuk nomor tunggal, ganda, dan campuran.

Menurut Ketua Panitia Abdul Chodir, harga tiket untuk babak penyisihan adalah Rp 15.000 dan Rp 50.000 untuk babak semifinal. Sementara untuk final, panitia akan menjual tiket seharga Rp 75.000 per lembar. Panitia menyediakan hadiah total sebanyak 15.000 dolar Amerika di kejuaraan ini.

Bagi pemain yang sudah mendaftarkan diri dan tiba-tiba mundur atau tidak hadir di pertandingan akan didenda 250 dolar Amerika untuk setiap atletnya. “Sampai hari ini seluruh pemain asing sudah mengkonfirmasi keikutsertaannya,” ucap Chodir.

Posted in Int. Chal | Leave a Comment »

Taufik Juara di Kanada

Posted by febrikusuma on July 20, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Unggulan teratas, Taufik Hidayat, meraih kemenangan 21-15, 21-11 atas Brice Leverdez dari Perancis. Ia meraih gelar juara Kanada Terbuka Grand Prix di Vancouver, Minggu waktu setempat.

Pebulu tangkis peringkat lima dunia itu membutuhkan waktu 35 menit untuk memperoleh gelar pertamanya tahun ini.

Sementara itu, pemain China, Zhu Lin, juara dunia 2007 yang peringkatnya turun menjadi ke-189 dunia, harus berjuang lebih dari satu jam untuk menundukkan unggulan kedua asal Jerman, Juliane Schenk, 21-19, 17-21, 21-10, untuk memenangi mahkota tunggal putri.

Tiga nomor ganda yang dipertandingkan semuanya dimenangi oleh pasangan Taiwan saat Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin dan Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu berturut-turut menjuarai ganda campuran, serta ganda putri ganda putra pada turnamen berhadiah total 50.000 dollar AS itu.

Unggulan pertama, Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin, mengalahkan sesama pasangan Taiwan unggulan ketujuh, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, 21-16, 11-21, 21-15. Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin yang juga menjadi unggulan teratas. Mereka menang atas ganda putri Jerman, Sandra Morinello/Birgit Overzier, 21-16, 18-21, 21-17.

Adapun unggulan kedua, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu, menyisihkan pasangan Singapura, Hendri Kurniawan Saputra/Chayut Triyachart, 21-16, 21-16, untuk menjuarai nomor ganda putra.

Mundur
Seusai meraih juara di Kanada, Taufik dikabarkan mundur dari turnamen Grand Prix Gold AS Terbuka yang akan berlangsung di Los Angeles, California, 20-25 Juli.

Seperti diberitakan laman www.badzine.info, Taufik menarik diri dari turnamen berhadiah 120.000 dollar AS itu karena pengajuan visanya belum juga disetujui.

“Betul, sudah mengajukan dan diwawancara untuk aplikasi visa baru dari sekitar Maret atau April, sampai sekarang belum keluar. Jadi, terpaksa mengundurkan diri dari AS Terbuka,” kata manajer Taufik, Melati Karina, yang dikonfirmasi Antara, Senin (19/7/2010).

Posted in GP | Leave a Comment »

Tahun Demam Bulutangkis, Indonesia Gelar Ajang BWF Terbanyak

Posted by febrikusuma on July 20, 2010

Dalam periode tahun ini, Indonesia menjadi satu dari dua negara yang mengadakan turnamen gelaran Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) terbanyak. Total tiga turnamen BWF diadakan tahun ini di tiga kota nusantara. Tahun ini tanah air disemarakkan dengan begitu banyak turnamen bulutangkis yang membuat semangat kompetisi para atlet meningkat, dan semangat dukungan dari masyarakat menjamur.

Bulan Juni belum lama berakhir. Gempita Istora Senayan seakan masih terasa. Saat itu Djarum Indonesia Open Super Series 2010 sukses menyedot begitu banyak pengunjung dan penonton di layar kaca. Nuansa tersebut belum sirna sempurna, namun Indonesia sudah segera disuguhkan kembali dengan turnamen BWF lainnya. Pada tanggal 27-31 Juli 2010 nanti akan digelar Indonesia International Challenge di Surabaya. Turnamen ini berada tiga level di bawah Super Series.

Tidak berhenti disitu. Pada bulan Oktober, rakyat Kalimantan akan menikmati ajang bergengsi yang baru pertama kali diadakan di Indonesia: Indonesia Open Grand Prix Gold yang sedianya akan diadakan pada tanggal 12-17 Oktober 2010 di provinsi terkaya Indonesia, Kalimantan Timur di kota GOR Bulutangkis Palaran, kota Samarinda yang dapat menampung 5.500 penonton. Turnamen ini hanya satu level di bawah Super Series.
Penyerahan Gelar Juara Djarum Indonesia Open 2010

Djarum Indonesia Open Premier Super Series 2011, prize money hampir Rp 6 Milyar

Ketiga turnamen itu menghibahkan total USD 385 ribu atau kurang lebih Rp 3,5 milyar dengan Djarum Indonesia Open Super Series 2010 sebagai prize money paling tinggi sebesar USD 250 ribu, diberikan kepada para atlet yang berpartisipasi di babak utamanya. Tidak heran jika Indonesia dipilih menjadi salah satu tuan rumah Premier Super Series yang mulai diadakan tahun depan. Gelontoran prize money yang dapat dikatakan murah hati ini tentu saja menjadi modal kuat Indonesia untuk menjadi tuan rumah turnamen super prestise tahun depan tersebut. Level Premiere Super Series diposisi setingkat di atas Super Series yang selama ini diadakan. Disini pemain peringkat 10 teratas dunia wajib ikut serta. Total hadiah yang disediakan adalah sebanyak USD 600 ribu atau hampir Rp 6 Milyar

Semoga gelaran Premiere Super Series tersebut akan berdampak lebih lagi bagi bangkitnya kembali euforia bulutangkis di dalam negeri kita. Tahun ini, bibit-bibit euforia tersebut telah ditanamkan dengan begitu banyaknya turnamen yang diadakan: tiga internasional, sembilan Sirkuit Nasional, dan tidak terhitung lagi banyak lainnya yang diadakan oleh institusi/lembaga maupun individu tertentu seperti Candra Wijaya Men’s Double Championships, FISIP UI Open, dan Pertamina Open.

Merupakan tugas kita bersama untuk dapat menjaga bibit tersebut untuk dapat bertumbuh segar, kuat, dan juga mengakar kuat. Dukung terus bulutangkis Indonesia! (DC)

http://www.pbdjarum.com

Posted in nasional | Leave a Comment »

Indonesia Raih Emas, Thomi Sumbangkan Perunggu

Posted by febrikusuma on July 20, 2010

Tim bulutangkis Indonesia meraih satu emas, dua perak dan empat perunggu di ajang Asean School Games (ASG) II yang berlangsung di KLBA Stadium, Malaysia. Medali emas semata wayang tersebut dipersembahkan Wisnu Yuli Prasetyo di nomor tunggal putra yang berhasil mengalahkan pemain tuan rumah, Tan Kian Meng 21-18, 21-7. Perolehan emas tersebut sekaligus menggagalkan sapu bersih tuan rumah yang meraih enam medali emas lainnya. Sementara pemain belia asal PB Djarum, Thomi Azizan Mahdub berada di posisi ketiga dengan raihan medali perunggu. Thomi kalah di semi final setelah bermain ketat melawan Tan Kian Meng dengan skor 22-24, 21-15 dan 17-21. Thomi yang belum genap berusia 16 tahun ini sudah mulai diandalkan untuk berkiprah diajang yunior Internasional. Sebelumnya Thomi berkiprah sampai babak delapan besar di Tangkas Alfamart International Junior dan runner-up Sirnas DKI Jakarta kelompok taruna meskipun usia-nya masih memungkinkan tampil dikelompok remaja.

Sementara medali perak Indonesia pada ajang ASG ini diperoleh dari nomor beregu putri dan ganda campuran atas nama Hafiz Faisal/Sheilla Devi. Selain Thomi, medali perunggu Indonesia diraih Melvira/Rina Andriani (ganda putri), Ericsson/Selvanus (ganda putra) dan beregu putra. Di ASG II ini, PB Djarum diwakili tiga pemainnya yakni Thomi Azizan Mahbub, Nurbeta Kwanrico dan Aulia Putri.

Pekan olahraga pelajar antar negara-negara Asia Tenggara atau dengan nama resmi Asean School Games tersebut berlangsung dari tanggal 12-21 Juli 2010. Penyelenggaraan tahun ini merupakan yang kedua setelah tahun lalu berlangsung di Suphanburi, Thailand. Saat itu Indonesia meraih 13 medali emas yang diantaranya disumbangkan cabang bulutangkis dengan tiga emas.

http://www.pbdjarum.com

Posted in Junior | Leave a Comment »

Indonesia Kepung Negeri Singa

Posted by febrikusuma on July 20, 2010

Jakarta, 18 Juli 2010 – Minggu depan, tim pebulutangkis yunior Indonesia akan mengepung Singapura di ajang Li-Ning Singapore International Series 2010 yang akan diadakan di Woodlands Sports Hall, 21-24 Juli 2010. Jumlah perwakilan Indonesia mendominasi turnamen berhadiah total USD 5.000 ini. Saatnya partai yunior beraksi. Walaupun turnamen ini berada empat level di bawah Super Series, namun ternyata tidak mengurangi minat beberapa pemain senior untuk menyemarakkan ajang ini seperti Shon Seung Mo (Korea), peraih medali perak Olimpiade Athena 2004 dan medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2003; serta Yohan Hadikusumo Wiratama, adik dari Alan Budikusuma yang telah lama menepok bulu di ranah Hong Kong. Namun tentu saja akan lebih menarik untuk menyoroti mereka yang masih muda dan berpotensi untuk menjadi macan-macan bulutangkis di masa depan. Misalnya, dari partai tunggal putri terdapat nama Ana Rovita. Ia mengguncang Istora Senayan bulan lalu karena berhasil merangkak dari babak kualifikasi sampai ke semifinal. Ana baru tiga kali mengikuti turnamen internasional BWF, namun hasilnya selalu baik dan dua diantaranya masih terpampang di poin rangking BWF. Setelah menjadi semifinalis Auckland International 2009 lalu perempat finalis Indonesia International Challenge 2009, ia masuk semifinal Indonesia Open Super Series 2010 bulan lalu. Karena potensinya tersebut, tak heran jika targetnya di lapangan Woodlands maksimal. “Inginnya ya juara,” ujar si manis dari Jepara ini yang senang juga deg-degan karena baru pertama kali bertanding di luar negeri. “Yang penting main lepas saja.” shesar hiren Selain Ana, terdapat pula Shesar Hiren Rhustavito di tunggal putra dengan permainannya yang menarik. Ia tahun lalu telah menapakkan kaki di ajang yang sama dan saat itu ia berhasil melaju sampai ke babak perempat final, kalah dari sang runner up dan unggulan ketiga saat itu, Fauzi Adnan (Indonesia). Tahun ini Fauzi tidak ikut, namun persaingan akan tetap tinggi karena masih ada beberapa pemain kawakan lain seperti Shon Seung Mo (Korea), Wong Wing Ki (Hong Kong), dan Robin Gonansa (Singapura) di partai ini. Dari partai ganda, PB Djarum melihat potensi besar dari pasangan putri, Ririn Amelia/Melati Daeva Oktaviani sehingga mereka menjadi satu-satunya pasangan putri yang diterbangkan oleh PB Djarum ke Singapura kali ini. Keduanya memiliki prestasi yang cukup mentereng baik di ganda putri maupun ganda campuran di turnamen-turnamen dalam negeri walaupun sebelumnya dengan pasangan yang lainnya. Kali ini mereka akan didorong lebih jauh, mencicipi arena kompetisi internasional. Ririn dan Melati juga akan bermain di ganda campuran bersama temannya dari PB Djarum yang saling berpasangan di ganda putra, Felix Kinalsal dan Edi Subaktiar. Hari ini, Edi/Ririn baru saja merengkuh gelar juara di Djarum Sirnas Tegal, namun mereka tidak mau bercongkak hati tentang target di Singapura. “Di Singapura tidak ada target, karena akan bermain di nomor dewasa,” ujar Ririn usai bertanding di Tegal hari ini (18/7). “Tapi kami akan mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya.” Felix/Edi yang akan mulai berlaga dari babak kualifikasi ganda putra nanti pun adalah langganan babak final di banyak turnamen dalam negeri. Yang paling anyar adalah gelar juara Sirnas Jakarta 2010 beberapa saat lalu. Diikuti oleh 226 atlet dari 15 negara, Indonesia menjadi negara pengirim atlet terbanyak dengan total 83 orang; lebih banyak daripada tuan rumah yang “hanya” diwakilkan oleh 68 atlet. Kawasan Asia mendominasi daftar atlet, dan dimeriahkan dengan sedikit taburan pemain Eropa seperti dari Kanada, Inggris, Perancis, Kazakhtan, dan Swedia. (DC)

http://www.pbdjarum.com

Posted in Int. Series | Leave a Comment »