Badminton Lovers

Badminton is My Life

Visi Menuju Taufik Hidayat Arena

Posted by febrikusuma on July 2, 2010

Bulutangkis.com – Taufik Hidayat Arena beranjak dari sebuah tekad yang bulat untuk memiliki sebuah gedung bulutangkis, olahraga yang telah membesarkan seorang anak dengan bakat besar dari kota Pangalengan, Jawa Barat. Pada tahun 2009, Pemenang medali Emas Olimpiade Athena serta World Championship 2005, Taufik Hidayat memilih jalan yang saat itu diyakini sangat beresiko, yaitu mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI Cipayung, dengan maksud yang luhur untuk percepatan akselerasi regenerasi bulutangkis Indonesia. Dibantu dengan tim pelatihan dan manajemen yang kuat, Juara 6 kali Indonesia Open tersebut membentuk manajemen kecil bernama THForce guna membantu mengurus segala kegiatan serta bisnisnya sebagai pemain bulutangkis profesional. Walaupun pada awalnya melalui proses yang cukup berat, namun kemudian Taufik mampu serta dapat menikmati tanggung jawab pilihannya tersebut. Taufik bersama tim pelatihnya menentukan pilihan untuk berlatih sementara di GOR Bantong, Cijantung. Dua Lapangan yang disewa pertahun itu menjadi tempatnya kembali berjuang untuk Indonesia. Dalam perjalanan mewujudkan pembangunan Taufik Hidayat Arena ini, banyak pemain pemain muda dari dalam dan luar negeri berlatih di sana, dimana mayoritas mengemukakan keinginannya untuk dapat berlatih bersama seorang Taufik Hidayat. “Kami merasa bangga dan sangat menghargai keinginan dari pebulutangkis dalam dan luar negeri untuk bisa berlatih di program pelatihan ini, itu membuat kami lebih percaya diri bahwa di manapun Taufik berada, jiwa dan raga nya memang untuk bulutangkis Indonesia ”, begitu ucap Melati Karina, perwakilan manajemen THForce. Tercatat pemain dari berbagai negara seperti Rep. Ceko, Cina, Malaysia, Kanada, Jepang dan Meksiko telah berlatih di program pelatihan yang diterapkan oleh Taufik bersama dengan tim pelatihannya yang dipimpin oleh Mulyo Handoyo. Program Pelatihan yang sudah berlangsung kurang lebih satu setengah tahun ini, makin menguatkan keinginan peraih 2 medali emas Asian Games ini dalam merealisasikan mimpi yang dimilikinya sejak tahun 2004. “Saya ingin memberikan mimpi saya untuk Negara ini, yang bisa dipergunakan, dimanfaatkan dan memberi arti bagi dunia bulutangkis Indonesia”. Bergulirlah proses perencanaan yang panjang untuk mewujudkan mimpi tersebut. Berbagai perencanaan di tata, Taufik pun dalam waktu senggang diantara kesibukan berlatih, pertandingan serta tuntutan sebagai ikon olahraga, turut berpartisipasi dalam pemilihan lokasi serta tim arsitektur perencana, URBANE Indonesia. Tim yang dipimpin oleh Ir. Ridwan Kamil mempunyai andil dibalik perencanaan berbagai gedung seperti Museum Tsunami di Aceh, Gedung WWF Jakarta, dan Rasuna Epicentrum di Jakarta, memahami apa yang diinginkan oleh Taufik dalam pembangunan Taufik Hidayat Arena ini. “Tim kami terilhami oleh permainan bulutangkis itu sendiri, yang dinamis dan tanpa henti, desain gedung tersebut pun merefleksikan dinamisnya olahraga ini dengan facade bersimbol infinity.” Kamil melanjutkan, “Hal-hal yang bisa dibanggakan oleh bangsa ini jarang dapat ditonjolkan, dan dunia olahraga terutama bulutangkis merupakan bidang yang sering menonjolkan hal tersebut. Niat mulia Taufik untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan bibit baru bulutangkis Indonesia serta memajukan manajemen olahraga ini harus didukung.” Bangunan yang akan dikonstruksi diatas lahan seluas kurang lebih 6600m2 serta direncanakan selesai pertengahan tahun 2011 terdiri oleh fasilitas sebagai berikut: 1. 8 Lapangan bulutangkis beserta tribun penonton 2. Dormitory (Asrama) & Dormitory Lounge 3. Gym, Medic/physio Room, Cafetaria 4. Taufik Hidayat Gallery 5. Conference Room & Audio/Visual Room 6. Internet Lounge 7. Lapangan Futsal. KONI sebagai lembaga olahraga tertinggi di Indonesia menyambut positif niat daripada pembuatan TH Arena tersebut, seperti yang dilontarkan oleh Ketua KONI, Ibu Rita Subowo “Kita semua mengenal Taufik Hidayat sebagai sosok yang telah banyak mengukir prestasi bagi bulutangkis Indonesia, dan mudah-mudahan dengan berdirinya TH Arena ini dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan olahraga ini di Indonesia.” Acara Peletakkan Batu Pertama yang diselenggarakan Rabu, 30 Juni 2010, merupakan momen yang bersejarah bagi Taufik Hidayat dan seluruh insan bulutangkis di Indonesia. “Saya mempersembahkan gedung ini untuk Indonesia, jadikanlah TH Arena ini sebagai salah satu aset yang dapat digunakan bangsa untuk terus mencetak generasi berprestasi. Saya dan tim akan bekerja tiap harinya tanpa henti untuk TH Arena,” ujar Taufik. Sebuah momen awal kembali bagi seorang anak bangsa yang telah mengukir banyak prestasi untuk terus bermimpi dan berjuang tanpa batas. (Melati Karina)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: