Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for June 14th, 2010

Markis Kido Janji Tahan Emosi

Posted by febrikusuma on June 14, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Pemain ganda putera Markis Kido berjanji akan lebih menahan emosi saat tampil di Singapura Terbuka Super Series, pekan depan.

Kido dikritik karena sering terpancing emosinya oleh provokasi lawan di saat-saat kritis.  hal ini terlihat saat ia bersama pasangannya, Hendra Setiawan kalah di babak final Piala Thomas menghadapi ganda China. Kido/Hendra dikalahkan ganda China Cai Yun/Fu Haifeng dan Indonesia dikalahkan China 0-3.

“Sulit memang kalau saya sudah terpancing emosinya,” kata Kido saat melakukan eksebisi acara celebrity smash di Grand Indonesia. “Ini memang sudah bawaan saya sejak kecil.”

Untungnya, Kido memiliki pasangan yang sangat memahami karakternya. “Biasanya kalau saya sudah mulai naik, Hendra yang menenangkan saya,” kata Kido. “Biasanya dia bilang, ‘sudah, diamkan saja,’ ” ungkap kakak kandung pemain ganda campuran Pia Zebadiah Bernadet dan pemain ganda putera Bona Septano ini.

Sejak tahun ini, Kido/Hendra sudah keluar dari pelatnas untuk sepenuhnya menjadi pemain profesional. “Memang perubahannya besar sekali. Saya  harus lebih disiplin mengatur latihan mau pun kegiatan lainnya. Memang lebih berat, tetapi saya harus membiasakan diri,” kata Kido.

Ia berharap  kebiasaan ini akan lebih menekan kebiasaannya untuk emosional. “Saya harus lebih bisa menahan diri, karena semuanya akan berisiko buat saya dan pasangan.”

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Peringkat tak Cukup, Ikut Kualifikasi

Posted by febrikusuma on June 14, 2010

SEMARANG, Kompas.com – Pebulu tangkis tunggal putra PB Djarum Kudus, Andreas Adityawarman, harus melalui babak kualifikasi pada Turnamen Super Series Indonesia Open di Jakarta, 22-27 Juni, karena peringkatnya tidak memenuhi syarat masuk babak utama.

Ketua PB Djarum Kudus, Yopi Rosimin ketika dihubungi dari Semarang, Minggu, mengatakan berdasarkan peringkat terakhir yang dikeluarkan Federasi Bulu Tangkis Internasional (WBF), Adityawarman berada pada peringkat ke-88.  “Kita harapkan Adityawarman bisa lolos babak kualifikasi kemudian bisa tampil pada babak utama mendatang,” katanya.

Ia menambahkan, dua pebulu tangkis Djarum Kudus lainnya, Andre Kurniawan Tedjono (peringkat ke-32) dan Fransiska Ratnasari langsung lolos ke babak utama.

Ketika ditanya harapan Djarum Kudus terhadap ketiga pebulu tangkis tersebut, dia mengatakan, dirinya berharap ketiga pebulu tangkis tersebut bisa melewati babak pertama terlebih dulu. “Yang terpenting adalah bisa melewati babak pertama, kemudian soal babak kedua dan selanjutnya tergantung pada hasil undian,” katanya kepada Antara.

Pada Indonesia Open ini, pebulu tangkis Djarum Kudus tidak ada yang masuk daftar delapan besar, tetapi secara keseluruhan Indonesia menempatkan tiga pemain sebagai unggulan pada turnamen ini.

Pebulu tangkis nonpelatnas, Taufik Hidayat menempati unggulan kedua di bawah Lee Chong Wei (Malaysia), kemudian Simon Santoso menempati unggulan keenam, sedangkan Sonny Dwi Kuncoro menempati unggulan ketujuh.

Sebelum tampil pada Indonesia Open ini, Andre Kurniawan dan Fransiska Ratnasari bakal tampil pada turnamen Super Series Singapura Open, 15-20 Juni 2010.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Alamsyah Yunus Juara di India

Posted by febrikusuma on June 14, 2010

KOMPAS, Kompas.com – Tunggal putera Alamsyah Yunus menyelamatkan wajah tim Indoensia dengan meraih satu-satunya gelar juara di turnamen bulu tangkis India Open Grand Prix, Minggu (13/6/2010).

Alamsyah yang tidak diunggulkan  mengalahkan unggulan 7 asal India, RMV Gurusaidutt dalam pertandingan dua game 21-13 21-18. Pertandingan berlangsung lamban dengan kendali berada di tangan Alamsyah. Ia menaklukkan lawannya dalam waktu 40 menit.

Ini merupakan puncak keberhasilan Alamsyah di turnamen di Chennai tersebut. Sebelumnya, di babak semifinal ia membuat kejutan besar dengan menyingkirkan unggulan pertama asal India, Chetan Anand 16-21 21-12 21-13. Alamsyah juga merupakan satu-satunya finalsi asal Indoensia.

Buat Alamsyah Yunus ini merupakan keberhasilan kedua dalam sebulan terakhir. Bulan lalu, ia memenangi Djarum Sirkuit nasional di Jakarta. Alamsyah sekaligus mempertahankan tradisi juara di tunggal putera India Open. Tahun lalu, Taufik Hidayat keluar sebagai juara dengan mengalahkan pemain Malaysia Muhammad Hafiz Hashim.

Posted in GP Gold | Leave a Comment »

Evert Kandas, Prinyawat Juara

Posted by febrikusuma on June 14, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com – Pupus sudah harapan satu-satunya pemain pelatnas putera yang tersisa untuk menuai satu point di kejuaraan Tangkas Alfamart Junior Challenge Open Badminton Championships 2010. Bertempat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (12/6/2010), Evert, satu-satunya wakil Pelatnas harus tunduk di hadapan tunggal putra Thailand, Prinyawat Thongnuam (15-21, 21-13 dan 11-21).

Evert nyaris tak berdaya menghadapi permainan Prinyawat. Rangkaian smash yang biasanya menjadi andalan Evert dengan mudah dikembalikan oleh Prinyawat. Sebaliknya, Prinyawat tampil cukup prima di hadapan 2000 penonton yg meneriakan nama Evert. Kendati kalah di set kedua, Prinyawat mampu mengakhiri set pamungkas dengan skor 21-11.

Di partai tunggal putri, andalan Indonesia, Ganis Nur Rahmandhani akhirnya mampu merenggut juara setelah memecundangi tunggal putri Thailand, Taerattanachai melalui pertandingan rubberset. Kalah di set pertama (12-21), Ganis langsung membalas di set kedua 21-14. Di set penentu, baik Ganis maupun Taeratt saling mengejar angka. Ganis yang sempat unggul 14-7 langsung di susul Taeratt shg kedudukan berbalik menjadi 15-16. Beruntung, di detik-detik akhir tempo permainan Ganis masih stabil dan berhasil memenangkan permainan dengan skor 22-20.

Posted in Junior | Leave a Comment »

Bulu Tangkis Masuk Mall

Posted by febrikusuma on June 14, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Untuk mengembalikan popularitas olah raga bulu tangkis, tampaknya diperlukan segala upaya dari berbagai pihak.

Seiring merosotnya prestasi bulu tangkis nasional di dunia, popularitas olah raga ini di tanah air tampaknya semakin meredup. Apalagi digerus oleh industri sepakbola dunia yang sangat didukung oleh media massa.

Masyarakat kini bahkan skeptis dengan berita atau pun tayangan bulu tangkis. Sebagian bahkan sinis setiapkali para pemian Indonesia tampil di pentas dunia. “Paling kalah,” kata mereka. Tanpa pernah berpikir bahwa sikap mereka juga merupakan andil bulu tangkis semakin ditinggalkan.

Mantan pemian pelatnas, Flandy Limpele mengaku bulu tangkis memang  sedang mati perlahan-lahan. “Mungkin kita sendiri secara tidak sadar yang membunuh kebanggaan kita ini,” kata Flandy yang kini sudah menjadi pemain profesional. “Masyarakat skeptis, pemain kehilangan motivasi, pengurus tidak tahu cara mengatasi hal ini,” kata Flandy.

Ia hanya berharap semua pihak mau menyadari keadaan yang semakin memburuk ini dan memperbaikinya bersama. “Lakukanlah apa yang kita bisa. Termasuk menarik bulu tangkis ke tengah masyarakat melalui pertandingan di mall, pemain naisonal yang mau bermain di GOR-GOR kecil dan hal apa pun.”

Flandy menganggap acara seperti  celebrity smash di Grand Indonesia, bisa menjadi  penarik minat lagi buat penggemar bulu tangkis. “Orang kan ingin menyaksikan para pemain dunia seperti Markis Kido, Hendra Setawan, Vita Marissa dan Greysia Polii dari dekat dan langsung berinteraksi.”

Posted in nasional | Leave a Comment »