Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for June 5th, 2010

Tiongkok Absen, Indonesia Incar Juara

Posted by febrikusuma on June 5, 2010

JAKARTA – Peluang Indonesia mengakhiri dahaga gelar tahun ini terbuka lebar. Itu terwujud setelah Tiongkok, negara terkuat di peta persaingan bulu tangkis dunia memutuskan absen dari Singapura Super Series (15-20 Juni) dan Indonesia Super Series (22-27 Juni).

Seperti dikutip dari situs resmi federasi bulu tangkis dunia (BWF), para pemain Negeri Tirai Bambu itu tak berpartisipasi dalam dua seri itu, karena berkonsentrasi untuk tampil pada liga badminton profesional di negara mereka. “Memang, absennya Tiongkok membuat persaingan untuk meraih gelar lebih terbuka,” urai Yacob Rusdianto, sekjen PB PBSI kemarin (1/6).

Selama ini, memang para pebulu tangkis Tiongkok sangat dominan, dan selalu meraih gelar dalam setiap even bergengsi bulu tangkis dunia. Terakhir, mereka memenangkan Piala Thomas 2010 di Malaysia Mei lalu. Tapi, gagal di Piala Uber, setelah dikandaskan Korea Selatan (Korsel) di final.

Tidak tampilnya Tiongkok membuat daftar unggulan di Singapura Super Series pun berubah. Para pebulu tangkis Asia Tenggara menempati empat unggulan teratas. Lee Chong Wei (Malaysia) diunggulkan di tempat pertama, jagoan Indonesia Taufik Hidayat menempati unggulan kedua, Nguyen Tien Minh (Vietnam) di posisi keempat, dan Boonsak Ponsana (Thailand) ada di urutan berikautnya.

Yacob menuturkan, tidak tampilnya Lin Dan dkk di dua turnamen tersebut bisa menjadi momen kebangkitan Indonesia. “Ini harus dimanfaatkan anak-anak. Sebab, kalau Tiongkok tampil peluang Indonesia meraih gelar memang lebih sulit,” papar pria yang juga ketua umum Pengprov PBSI Jatim itu.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Marleve Mainaky, pelatih tunggal wanita di Pelatnas Cipayung. Di sektor itu, pemain-pemain Tiongkok seperti Wang Xin, Wang Yihan, dan Wang Sixian juga sangat digjaya. Marleve mengatakan, dia memiliki rencana khusus dengan anak-anak didiknya terkait absennya Tiongkok di Singapura dan Indonesia.

“Ini saatnya bagi Firda (panggilan Adriyanti Firdasari, Red.) untuk menunjukkan kualitasnya. Saya yakin, dia mampu bersaing. Paling tidak sampai semi final lah,” ungkapnya kala ditemui di Pelatnas Cipayung kemarin.

Harapan lainnya, dilambungkannya untuk Maria Febe Kusumastuti. Marleve menuturkan, dua even ini adalah waktu yang tepat bagi Febe untuk memupuk kepercayaan diri setelah berstatus sebagai pemain pelatnas. Dari sejumlah even yang diiikutinya sejak masuk pelatnas, Marleve menilai, Febe masih nervous. Beda ketika pebulu tangkis urutan ke-19 itu tampil saat membawa nama klubnya.

Marleve juga mengingatkan, agar tim Indonesia tak berbesar kepala kendati Tiongkok absen. “Masih banyak negara-negara kuat, meskipun Tiongkok tidak ikut. Korea, Malaysia, Denmark masih tetap berbahaya. Jadi, kami harus tetap kerja keras,” tegasnya. (nar)

Posted in nasional | Leave a Comment »

Solibad’s Flashmob: First Succes in France

Posted by febrikusuma on June 5, 2010

Bulutangkis.com – French Badminton Fans, Led by world star Pi Hongyan, gathered in front of the Eiffel Tower, in Paris, to launch a new trend: A Flashmob dedicated to both badminton and charity foundation – Solibad.

It’s only beginning, as organizers plan a world-wide flashmob next year.

On the famous “Champ De Mars”, in the shadow of the Eiffel Tower, French badminton players started a trend which could become famous all over the world – the first “FLASHMOB” dedicated to badminton and a charity foundation SOLIBAD – Badminton Without Borders.

The choreography, which saw some tourists quite stunned on their way to France’s most visited monument, was led by none other than Pi Hongyan, bronze medallist at the last World Championships. The Chinese-born shuttler, six time national champion in her new home, started a badminton routine, holding a racket, before more than 200 fans, came from nowhere to join her on the grass, for what became a giant and synchronized choreography under the cameras of French National TV.

“It’s just amazing to be able to play here, to have fun, and to promote SOLIBAD at the same time. This place is special. It’s symbolic. I didn’t expect so many people to show up in spite of the bad weather. It shows badminton involves caring people” said Pi Hongyan.

A joy shared by SOLIBAD Founder, Badminton Reporter and photographer Raphael Sachetat : “This is just unique – playing in one of France’s most amazing places, enjoying ourselves, while promoting a work that helps the underprivileged. This is the image we want people to remember of SOLIBAD” added Sachetat, hinting that most of the crazy fans present on June 1st where the ones who helped to collect money for the projects in Bali and Kuala Lumpur. “It isthanks to their work that I was able to hand out a Cheque last month in Kuala Lumpur’s orphanage Sanctuary Care Center, during the Thomas Cup” added Sachetat.

Special guests

Amongst the other special guests gathering below the Eiffel Tower, some had come straight from Brazil – Sebastiao Oliveira and few of his young players – some of the best in the American continent. Oliveira runs a badminton Academy (project Miratus) in Brazil for underprivileged children, turning them into champions, with the help of DECATHLON, one of France’s major distributor. The French Company also contributed to one of SOLIBAD’s ongoing Project (“1000 rackets for Haiti” jointly coordinated by PEACE and SPORT) by giving out 40 rackets and shuttles tubes to be sent to Haiti right after Tuesday’s Flashmob.

Also, as special guests were Matthieu Lo Ying Ping, SOLIBAD Ambassador for France, who is currently the Nation’s second best shuttler and who happens to have African blood running in his veins – with a father originally from La Reunion Island. That’s three continents which were represented in Paris, with a fourth one added as some of Pi Hongyan’s friends who work in the Chinese Embassy in Paris had come to see how French think out of the box, together with their 3 year old daughter – the latter also enjoyed a “post Flashmob” badminton game with the fans.

Next step – A World wide Flashmob

The Flashmob which spread through the social networks such as Facebook and Twitter amongst the French badminton community was also followed in more than 7 cities in France, from Fougères in Britanny – France’s biggest club – to the Reunion Island, some 9300 kilometres away.

“We wanted to start in France, but this is only the beginning of a new and crazy adventure,” says Sachetat. “Next year, we’ll challenge every country to have their own flashmob – a giant gathering in symbolic places, wearing our colours, and playing badminton in the streets everywhere. We hope to have, some day, a “SOLIBAD Day” written in bold in the calendar of big badminton countries. I’m sure this will be a great way to enjoy ourselves while promoting our work.”

France will welcome the Yonex BWF World Championships in August, but the next event involving SOLIBAD on the world tour will be in Singapore where Top stars will ravish the home fans with some surprises during the upcoming Li-Ning Singapore Open from June 14th to 20th.

Wikipedia : A flash mob (or flashmob) is a large group of people who assemble suddenly in a public place, perform an unusual act for a brief time, then quickly disperse.

Contribute: Raphael SACHETAT
Phone: +33 66068 25 04 begin_of_the_skype_highlighting              +33 66068 25 04      end_of_the_skype_highlighting
Email: Raphael@solibad.net

Posted in World | Leave a Comment »

Vita Marissa: ‘’Tidak Cukup Kata Maaf’’

Posted by febrikusuma on June 5, 2010

Bulutangkis.com – “Melalui pertemuan ini kami tidak bermaksud ribut dengan PBSI, kami hanya ingin ada perbaikan pada bulutangkis Indonesia di kemudian hari,’’ ungkap Vita Marissa tersendat menahan rasa haru saat mengawali acara jumpa pers yang berlangsung di Kafe Pride, Senopati, Jakarta Selatan kemarin sore (Rabu, 02 Juni 2010). Vita Marissa ditemani oleh Hendra A. Gunawan sementara Alvent Yulianto Chandra berhalangan hadir karena masih berada di Jepang mengikuti kejuaraan liga Jepang.

Vita Marissa, Alvent Yulianto Chandra dan Hendra A. Gunawan tidak terdaftar pada kejuaraan Indonesia Open Super Series 2010 yang akan berlangsung di Jakarta pada 22-27 Juni 2010. Tiga atlit utama bulutangkis Indonesia yang kini berkiprah di jalur professional tidak bisa bermain yaitu pasangan ganda campuran Vita Marissa/ Hendra A. Gunawan peringkat 4 dunia dan pasangan ganda putra Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan yang merupakan peringkat 7 dunia.

‘’Kami mengetahui saat sirnas di Bandung,’’ ungkap Hendra. “Lagi luang waktu saya mencoba lihat entry list pada Singapura Open ada, sementara yang Indonesia Open ternyata kami tidak terdaftar,’’ Hendra menjelaskan. Yang menarik adalah bahwa nama Vita Marissa terdaftar pada nomor ganda putri berpasangan dengan atlit Thailand Saralee Thoungthongkam.

Vita menjelaskan bahwa mereka telah melakukan pendaftaran jauh hari pada tanggal 4 Mei. Permohonan pendaftaran sekaligus untuk dua kejuaraan yaitu Singapura Terbuka dan Indonesia Terbuka. Proses pendaftaran juga mengikuti aturan yang ditetapkan PBSI yaitu bahwa permohonan pendaftaran atlit-atlit non pelatnas harus dari klub yang bersangkutan diajukan ke Pengprov (Pengurus Provinsi) yang diteruskan ke PB. PBSI.

“Saya kecewa berat,’’ ungkap Vita. ‘’Kejadian ini sangat berpengaruh, peluang kami tampil di publik sendiri hilang, poin kami pasti terpengaruh, juga akan berpengaruh dalam menghadapi final super series akhir tahun. Juga ada penalti yang kemungkinan diberlakukan dari sponsor,’’ lanjut Vita. ”Saya bisa dikenakan penalti sebesar USD 2.000,” jelas Vita mengacu isi kontraknya dengan sponsor. Sementara Hendra mengungkapkan dirinya mungkin akan dikenakan penalti sebesar 5%, begitu juga dengan Alvent.

Vita dan Hendra berharap agar kiranya PBSI bisa terbuka untuk menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi. ‘’Saat ini kami baru menerima permintaan maaf melalui sms dari pegawai PBSI yang keliru melakukan pendaftaran,’’ jelas Vita. Vita juga menilai sikap PBSI sementara ini terkesan meremehkan mereka. ‘’Tidak cukup kata maaf. Kami masih menunggu langkah yang akan diambil PBSI.’’ tambah Vita.

Sehari sebelumnya saat Bulutangkis.com mengontak Yacob Rusdianto, Sekjen PB. PBSI berusaha menanyakan kenapa hal ini bisa terjadi, Yakob berjanji akan memberikan penjelasan besok (red. kemarin). Namun saat dikonfirmasi kembali kemarin kepada Yakob, kami belum mendapatkan jawaban. (fk)

Posted in nasional | Leave a Comment »

Fransiska Ratnasari, Ramah dan Bersahaja

Posted by febrikusuma on June 5, 2010

Bulutangkis.com – ‘’Dik, gak pada ikut kejuaraan di Bandung?’’ tegur saya kepada sekolompok anak-anak remaja yang mengenakan kaos Djarum Trees for Life pada acara penanaman Pohon Trembesi oleh legendaris musik Indonesia Iwan Fals dan legedaris bulutangkis Indonesia Alan Budi Kusuma, Susy Susanti dan Hariyanto Arbi di Demak minggu lalu (Kamis, 27/05/10). Mereka sepertinya atlit-atlit Djarum Kudus yang ikut meramaikan acara sambil melihat Iwan Fals manggung.

‘’Gak pak,’’ jawab seorang gadis yang juga berpakaian kaos Djarum Trees for Life yang berdiri di sebelahnya. ‘’Kebetulan dia baru datang dari Kanada lagi berlatih di Djarum pak.’’ Ia melanjutkan penjelasan kepada saya mengenai remaja putri yang saya tegur semula. Wajah yang gak asing sepertinya, ‘’Kamu Nana ya? Fransiska kan?’’ saya meyakinkan diri agar tidak salah tegur.

‘’Benar pak,’’ jawabnya tersenyum ramah.

‘’Saya dari Bulutangkis.com,’’ saya memperkenalkan diri. “E, kemarin rame ya di forum, kamu ikut baca ya?’’ melanjutkan obrolan sambil melihat reaksinya. ‘’Iya ngikutin, seru juga.’’ ujarnya tanpa merasa kecil hati.

Postingan di forum diskusi Bulutangkis.com yang berjudul ‘‘Fransiska Ratnasari ‘Miss Persahabatan’ atlet bulutangkis’’ yang dicreate Omarossa sempat menimbulkan suasana panas. ‘’two thumb up buat nana, saya perhatikan dari fb nya nana itu atlet yg atitudenya baik, menyenangkan, pantang menyerah dan yg bikin saya kagum itu dia care bgt sama atlet lainnya. sampe ngucapin selamat ultah buat silvinna kurniawan. silvi ini kan atlet terlupakan. dekat sama yuniornya pula,’’ demikian penggalan postingan dari Omarossa.

Beberapa anggota forum berdiskusi dengan hati panas dan sempat menyinggung privasi Nana. Menimbulkan suasana pro dan kontra di forum diskusi.

‘’Nana jangan jadi jadi kecewa ya,’’ saya mengingatkan bahwa forum memang kadang diskusinya kelewat batas. Nana membalas tertawa sambil mengangguk. Beberapa anggota forum diskusi mencoba bersahabat dengan Nana lewat Facebook tetap dilayani Nana dengan senang hati dan bersahabat.

‘’Ok Nana, kita mau balik, ntr kita lanjut obrolan di FB. Ntar saya request ya di FB,’’ saya pamit seraya memberi kartu nama karena rombongan kita mau balik ke Jakarta. ‘’Iya pak,’’ balas Nana.

Setelah enam tahun berkiprah di pelatnas dari tahun 2003 hingga tahun 2009, kini Nana meneruskan karir bulutangkisnya di PB. Djarum. Tiga kali memperkuat tim Uber Indonesia pada tahun 2004, 2006 dan 2008. Beberapa juara yang diraihnya selama tahun 2009 adalah Juara I Vietnam Open Grand Prix 2009, Juara I Indonesia International Challenge 2009, Juara III Sirnas DKI Jakarta 2009.

Untuk prestasinya di tahun 2009 tersebut Nana mendapatkan apresiasi dari PB Djarum berupa uang sebesar Rp. 30 juta karena mencapai Ranking ke-36 BWF Tunggal Putri per 31 Des 2009. Saat ini Nana berada di peringkat 29 dunia menurut rilis yang dikeluarkan BWF per 27 Mei 2010 . Nana kini merupakan tunggal terbaik ketiga Indonesia setelah Maria Febe Kusumastuti di peringkat 19 dan Adriyanti Firdasari di peringkat 23 dunia.

Dalam waktu dekat Nana akan berpartisipasi pada Kejuaraan Bulutangkis Singapura Terbuka Super Series yang berlangsung tanggal 15-20 Juni 2010. Dan akan dilanjutkan dengan Kejuaraan Bulutangkis Indonesia Terbuka Super Series yang berlangsung di Jakarta tanggal 22-27 Juni 2010. Pada kedua kejuaraan ini Nana akan bertanding atas biaya klubnya PB. Djarum bersama rekannya di tunggal putra Andre Kurniawan Tedjono.

Keramahan Nana dan senang bergaul memang terbukti. Saat saya tiba di Bogor malam hari, saya menyempatkan diri membuka FB. Terlihat ada satu request ternyata datang dari Nana. Lengkapnya dari seorang Fransiska Ratnasari Hari Saputra. Saya accept dan ucapkan terima kasih karena mau berteman. Sambil saya tanyakan juga, ‘’Suka buka Bulutangkis.com juga ya? Kira-kira apa penilaian Nana dengan forum diskusi di Bulutangkis.com? Apakah ada nilai positifnya?’’

Tak menunggu lama, Nana memberi balasan, ‘’Untuk forum diskusi, sebenarnya bagus buat masukan atlit n pengurus, tapi kadang bahasa yg dipake terlalu kasar atau terlalu malah bikin down atlitnya.’’

Ternyata Fransiska ‘Nana’ Ratnasari ramah dan bersahaja. Nana bertekad bahwa tahun ini akan lebih berprestasi lagi. Ayo Nana! (fk)

Profil Diri :
Nama : Fransiska Ratnasari
Tanggal Lahir : 2 Oktober 1986
Alamat : Jl. P. Purbaya 06 Rt 03 Rw 09 Warak Sumber Adi Melati Sleman.
Nama orang tua : Petrus Haryanta dan Maria Magdalena Kasiyem
Tinggi Badan : 167 sentimeter
Berat Badan : 55 kilogram.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Kuota Atlet Dibatasi 13 Orang

Posted by febrikusuma on June 5, 2010

SEMARANG, KOMPAS.com — Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Tengah mendapat kuota atlet yang diterjunkan pada Pekan Olahraga Nasional Ke-18 di Riau 2012 sebanyak 13 orang.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah HM Anwari ketika dihubungi dari Semarang, Jumat (4/6/2010), mengatakan, kuota atlet sebanyak itu bukan hanya untuk Jateng, tetapi juga DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan peserta lain yang harus melalui babak kualifikasi. “Jumlah tersebut terdiri atas delapan atlet putra dan lima atlet putri. Kuota ini sama dengan PON-PON sebelumnya,” katanya menegaskan.

Anwari yang juga Ketua Subbidang Pengembangan Daerah PB PBSI mengatakan, sebenarnya induk organisasi olahraga bulu tangkis di Tanah Air ini mengusulkan ada tambahan tiga atlet sehingga menjadi 16 atlet (delapan putra dan delapan putri).

Usulan ini, kata dia, mengacu kuota yang diberikan kepada negara-negara peserta saat tampil pada SEA Games atau Asian Games mengingat PON sama dengan kedua event tersebut, yaitu pesta olahraga multievent yang memainkan nomor beregu, baik putra maupun putri.

Sementara olimpiade yang memainkan cabang bulu tangkis sejak Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol, sampai kini masih memainkan kelompok perorangan, yaitu tunggal putra-putri, ganda putra-putri, dan ganda campuran.

Tetapi, kata Anwari, tampaknya usulan untuk menambah atlet tidak mendapat respons dari KONI Pusat maupun PB PON. Hal itu mengingat kalau setiap peserta ditambah tiga atlet, jumlah kuota atlet untuk cabang bulu tangkis menjadi 160 atlet karena cabang ini hanya diikuti 10 provinsi.

Dari 10 provinsi tersebut, kata dia, empat provinsi sudah pasti lolos tanpa harus melalui babak kualifikasi, yaitu Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, ditambah tuan rumah Riau.

Kemudian, lanjut Anwari, lima provinsi lagi diambil dari mereka yang lolos dari babak kualifikasi atau mereka harus berjuang melalui babak kualifikasi, termasuk DI Yogyakarta, Bali, dan Banten.

Untuk persiapan tampil pada PON di Riau mendatang, kata dia, sembilan pebulu tangkis dimasukkan dalam program Pusat Pembinaan Olahraga Prestasi (PPOP) Jawa Tengah.  “Kami baru mendapat jatah sembilan pebulu tangkis dan seorang pelatih dari KONI Provinsi Jawa Tengah sehingga kami masih ada empat jatah lagi,” ujar Anwari.

Kesembilan pebulu tangkis yang masuk PPOP Jateng di antaranya adalah Maria Febe Kusumastyuti, M Akhsan, Tantowi Ahmad, Nugroho Andi Saputra, Dionysius Hayom Rumbaka (pelatnas), Feby Angguni, Debby Susanto (pelatnas), Anisa Wahyuni, dengan pelatih Christian Hadinata.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Taufik, Sony, dan Simon Belum Bergerak

Posted by febrikusuma on June 5, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Peringkat dunia para pemain tunggal putra utama Indonesia, yaitu Taufik Hidayat, Simon Santoso, dan Sony Dwi Kuncoro, belum bergerak dari pekan lalu.

Taufik Hidayat merupakan pemain dengan peringkat tertinggi, yaitu di tempat kelima. Sementara itu, dua pemain pelatnas Cipayung, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro, berada di luar peringkat 10 besar.

Simon menempati posisi kesebelas, sementara Sony Dwi Kuncoro berada di posisi kedua belas. Para pemain Indonesia lainnya berada jauh di bawah peringkat tiga pemain tersebut.

Pemain asal Jawa Tengah, Dionysius Hayom Rumbaka, berada di peringkat ke-25, sementara rekan sedaerahnya, Andre Kurniawan Tedjono, berada di peringkat ke-32.

Nun jauh di bawah mereka, terdapat Andreas Adityawarman di peringkat ke-88 dan Adnan Fauzi di peringkat ke-100.

Peringkat tunggal putra per Kamis (3/6/2010):
1   [MAS] Lee Chong Wei
2   [CHN] Lin Dan
3   [CHN] Chen Jin
4   [DEN] Peter Hoeg Gade
5   [INA] Taufik Hidayat
6   [CHN] Bao Chunlai
7   [VIE] Nguyen Tien Minh
8   [CHN] Chen Long
9   [THA] Boonsak Ponsana
10  [DEN] Jan O Jorgensen
11  [INA] Simon Santoso
12  [INA] Sony Dwi Kuncoro
13  [KOR] Park Sung Hwan
14  [JPN] Kenichi Tago
15  [MAS] Wong Choong Hann
16  [HKG] Hu Yun
17  [GER] Marc Zwiebler
18  [CHN] Du Pengyu
19  [IND] Chetan Anand
20  [HKG] Chan Yan Kit
21  [MAS] Muhammad Hafiz Hashim
22  [ENG] Rajiv Ouseph
23  [TPE] Hsieh Yu Hsin
24  [DEN] Joachim Persson
25  {INA] Dyonisius Hayom Rumbaka

32  [INA] Andre Kurniawan Tedjono
88  [INA] Andreas Adityawarman
100 [INA] Adnan Fauzi (-1)

Posted in Rangking BWF | Leave a Comment »

Djarum Ingin Sapu Bersih

Posted by febrikusuma on June 5, 2010

SEMARANG, Kompas.com – Tim bulu tangkis PB Djarum Kudus berharap bisa menyapu bersih gelar pada Kejuaraan Bulu Tangkis Terbuka Tangkas Alfamart Junior Challenge di lapangan indoor tenis Gelora Bung Karno, 7-12 Juni 2010.

Ketua PB Djarum Kudus, Yopi Rosimin ketika dihubungi dari Semarang, Rabu, mengatakan timnya memiliki potensi di lima nomor yang dipertandingkan pada event tersebut, yaitu tunggal putra-putri, ganda putra-putri, serta ganda campuran.

“Kita berharap para atlet bisa meraih gelar di lima nomor tersebut karena potensi atlet untuk nomor-nomor tersebut cukup bagus. Yang penting, kita jangan meremehkan kekuatan pebulu tangkis klub lain,” katanya.

Ketika ditanya lawan yang bakal menjadi pesaing atletnya pada kejuaraan yang juga diikuti pebulu tangkis luar negeri tersebut, dia menyebutkan, kalau dari luar tentunya pebulu tangkis Thailand, Malaysia, dan Jepang bakal menjadi pesaing bagi atletnya.

Kemudian, kata dia, pebulu tangkis dari klub-klub ternama seperti Tangkas Alfamart, Jayaraya (Jakarta), Suryanaga (Surabaya), Mutiara (Bandung) bakal menjadi pesaing berat para atletnya.  “Tetapi kami harus memiliki perasaan optimisme yang tinggi bahwa kita mampu mengatasi mereka, tetapi yang terpenting jangan meremehkan setiap lawan yang akan kita hadapi,” katanya menegaskan.

Pada event yang sama 2009, PB Djarum Kudus berhasil meraih dua gelar dari lima nomor yang diperebutkan, bahkan untuk nomor ganda campuran terjadi “All Djarum Final” kemudian dari nomor tunggal putra.

Ia menambahkan, meskipun hanya meraih dua gelar, klubnya menempatkan pemainnya pada semua nomor final. “Kita harapkan prestasi tahun ini bisa lebih dari tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut dia, kejuaraan bulu tangkis Tangkas Alfamart ini ibaratnya adalah kejuaraan nasional (kejurnas) junior ditambah peserta dari negara-negara di Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. “Hadiah bagi pemenangnya juga cukup besar yaitu total 30 ribu dolar Amerika Serikat,” katanya.

Posted in nasional | Leave a Comment »