Badminton Lovers

Badminton is My Life

Tim Uber Perlu Perbaikan

Posted by febrikusuma on April 26, 2010

SOLO, Kompas.com – Pelatih ganda putri Aryono Miranat mengatakan sisa waktu dua pekan menjelang putaran final Piala Uber akan digunakan untuk memperbaiki kekurangan yang masih sering terjadi.

“Kekurangan ganda yang masih sering kelihatan adalah sering mati  sendiri, pertahanan harus lebih bervariasi dan smes harus diperkeras,” ujar Aryono di sela-sela uji coba tim Thomas dah Uber di Solo, Jawa Tengah, Minggu.

Kesalahan-kesalahan tersebut, menurut Aryono masih tampak dalam uji coba yang diselenggarakan di Sritex Arena, Solo. “Masih ada waktu dua minggu untuk membenahi itu,” ujar Aryono.

Sementara itu pemain ganda putri Greysia Polii mengatakan bahwa seluruh pemain ganda putri siap tampil di Piala Uber, dan simulasi tersebut sangat bermanfaat untuk memberi pemain suasana bertanding sebelum tampil. “Semua pemain ganda putri sudah siap bertanding dan simulasi ini  memberi suasana pertandingan dan mencairkan rasa tegang sehingga ada motivasi sebelum berangkat,” papar Greysia.

Adapun Shendy Puspa Irawati–pasangan tetap Nitya Krishinda, namun kerap diduetkan dengan Liliyana Natsir–mengatakan berpasangan dengan Liliyana yang lebih banyak tampil di ganda campuran agak kesulitan dalam rotasi. “Dengan Nitya karena sama-sama pemain ganda putri, rotasi di depan dan belakang lebih mudah, tetapi dengan Liliyana agak berbeda karena jarang latihan bersama sebab dia adalah pemain ganda campuran,” katanya.

Fokus pada Kelebihan
Sementara itu, pelatih tunggal putri Marleve Mainaky mengatakan bahwa waktu yang tersisa akan digunakan untuk mempertajam kelebihan masing-masing pemain.

Ia mencontohkan permainan Maria Febe Kusumastuti yang akan menjadi tunggal pertama. Sekalipun secara teknis permainannya bagus, namun pemain ini kerap kehilangan konsentrasinya. “Febe masih punya ketergantungan pada pelatih, belum dapat mengambil keputusan sendiri saat berada dalam tekanan. Oleh karena itu, sekarang lebih banyak difokuskan dengan memberinya motivasi,” kata Marleve menjelaskan.

Menyinggung pemilihan Linda Weni Fanetri sebagai tunggal keempat  menggantikan Aprilia Yuswandari yang memperkuat tim kualifikasi, Marleve mengatakan selain pertimbang peringkat, Linda juga dinilai mampu mengatasi tekanan jika harus tampil sebagai tunggal ketiga.

Adapun peraih medali perunggu Olimpiade Beijing Maria Kristin mengaku bahwa beban sebagai tunggal ketiga cukup berat, terutama ketika harus menjadi penentu. “Namun, dari segi lawan yang dihadapi pasti lebih ringan dibandingkan dengan menjadi tunggal pertama atau kedua,” ujar Maria yang mengaku dalam kondisi prima.

Pada putaran final di Kuala Lumpur, Malaysia, 9-16 Mei, tim Uber  Indonesia berada dalam Grup B bersama Denmark dan Australia. Mereka akan mengawali turnamen dengan melawan Australia pada hari Minggu (9/5).

Berikut ini nama-nama anggota tim Piala Uber Indonesia:
Maria Febe Kusumastuti, Adriyanti Firdasari, Maria Kristin, Linda Weni Fanetri, Greysia Polii, Nitya Krishinda, Meiliana Jauhari, Shendy Puspa Irawati, Liliyana Natsir, dan Anneke Feinya Agustin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: