Badminton Lovers

Badminton is My Life

Yulia Yosephine Susanto Ingin Mengikuti Jejak Susi Susanti

Posted by febrikusuma on April 20, 2010

Bulutangkis.com – Penampilan Yulia Yosephine Santosa di Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Regional V di Pekanbaru minggu lalu mampu merepotkan pebulutangkis klub Djarum Maria Elfira Christiana yang merupakan unggulan satu. Walau akhirnya Yulia kalah dari Maria Elfira dalam pertarungan tiga set dengan hasil 10-21, 21-11, 8-21 namun penampilan Yulia menyiratkan sebersit harapan akan hadirnya satu potensi pada tunggal putri Indonesia dalam waktu dekat.

‘’Set ketiga perut saya seperti kejang, susah bergerak,’’ ungkap Yulia yang memiliki tinggi badan saat ini 169 cm kepada Bulutangkis.com usai pertandingannya dengan Maria Elfira. Hal ini dibenarkan Liong Chiu Shia sang pelatih merupakan kakak Tjun Tjun pahlawan bulutangkis nasional tahun 1970an yang berpasangan dengan Johan Wahyudi. Kondisi kejang otot perut yang dialami Yulia membuat Maria Elfira yang telah habis phisiknya berada di atas angin untuk meraih poin kemenangan.

Yulia Yosephine Santosa baru dua tahun ditangani Liong Chiu Shia di klub Jaya Raya Bintaro, Jakarta. Sebelumya Yulia hanya berlatih bulutangkis seadanya di kampung halamannya Tasikmalaya. Kini gadis remaja kelahiran 19 Oktober 1993 ini mendapat polesan dari Liong Chiu Shia untuk mengikuti jejak Susi Susanti meraih prestasi dunia. ‘’Ya, saya ingin seperti Susi Susanti,’’ ungkapnya saat ditanya harapannya di bulutangkis.

Kehadiran Yulia di sirnas kali ini merupakan yang kedua setelah mengikuti Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis di Balikpapan pada pertengahan bulan Pebruari lalu. Pada Djarum Sirnas Balikpapan langkah Yulia terhenti di babak kedua saat berhadapan dengan pebulutangkis Djarum Febby Angguni yang merupakan unggulan tiga dengan skor 12-21, 13-21 yang akhirnya meraih juara tunggal putri dewasa.

Tak urung PBSI akhirnya melihat prestasi Yulia dan memilihnya untuk ikut berpartisipasi pada kejuaraan bulutangkis junior Asia di Kuala Lumpur pada bulan Maret lalu. Di sini langkah Yulia bisa dicatat tidak mengecewakan. Turun di nomor perorangan pada pertandingan pertamanya menyingkirkan tunggal putri Vietnam Le Thu Huyen 21-19, 21-16. Pada pertandingan ketiga berhasil menyingkirkan rekannya dari Indonesia Elisabeth Purwaningtyas dua set langsug 21-14, 21-15. Langkah Yulia terhenti pada pertandingan ketiga saat berhadapan dengan tunggal putri Thailand unggulan satu Taeratnachai Sapsiree 12-21, 14-21 yang akhirnya tampil sebagai finalis sebelum ditaklukkan Suo Di.

Melihat usia Yulia baru tujuh belas tahun seharusnya masih bertanding di nomor tunggal taruna putri, namun dengan percaya diri dan dukungan penuh pelatih Liong Chiu Shia yang pernah melatih Susi Susanti tak menyurutkan langkah Yulia bertanding di nomor tunggal dewasa putri. ‘’Dia harus bisa matang bila turun di nomor dewasa, ‘’ Liong Chiu Shia menjelaskan. “Pada usia empat belas dan lima belas atlit masih gampang dibentuk, jika sudah usia dua puluhan sudah sulit dibentuk.’’ Liong Chiu Shia menambahkan.

Kehadiran Yulia Yosephine Santosa menjadi sebersit harapan untuk tampilnya pebulutangkis putri Indonesia yang kini minim prestasi. Semoga di tangan Liong Chiu Shia prestasi Yulia semakin bersinar. Ayo, Yulia! (ferry kinalsal)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: