Badminton Lovers

Badminton is My Life

Tragis dan Menyedihkan! Taufik Pun Tersingkir

Posted by febrikusuma on April 20, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Astaga… tragis dan menyedihkan! Hanya inilah pernyataan yang mungkin sangat tepat untuk mengungkapkan keterpurukan prestasi bulu tangkis Indonesia dalam sejumlah pertandingan bergengsi di dunia. Bagaimana tidak, Indonesia yang dulu merupakan raksasa olahraga tepok bulu ini sekarang sudah sangat lemah sehingga mudah ditaklukkan.

Bukti terakhir terjadi pada turnamen bulu tangkis Kejuaraan Asia. Dalam kejuaraan berhadiah 150.000 dollar AS ini, lebih dari sebagian pemain Tanah Air sudah tersapu bersih sebelum melangkah ke perempat final. Lebih parah lagi, mereka kalah oleh pemain-pemain yang kurang ternama.

Taufik Hidayat, yang diharapkan bisa “berbicara”, malah kalah dua set langsung 20-22, 16-21 dari pemain non-unggulan Taiwan, Hsueh Hsuan Yi, Kamis (15/4/2010). Padahal, Taufik yang merupakan unggulan pertama menjadi satu-satunya andalan Indonesia untuk meraih gelar di sektor tunggal putra, setelah para rekannya berguguran.

Ya, di sektor tunggal putra, Indonesia sebenarnya mengirimkan lima wakil. Selain Taufik, masih ada Andre Kurniawan Tedjono, Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Nugroho Adi Saputro. Namun, hanya Andre (unggulan ke-15) dan Taufik yang bertahan sampai di babak ketiga sebelum tersingkir. Andre menyerah 18-21, 17-21 dari unggulan kelima asal Thailand, Boonsak Ponsana.

Tiga tunggal putra lainnya, yang merupakan pemain Pelatnas Cipayung, sudah terhenti pada babak kedua yang berlangsung kemarin. Hayom yang merupakan unggulan ke-12 menyerah dua set 14-21, 15-21 dari pemain Taiwan, Chou Tien Chen; Tommy dikalahkan unggulan 13 dari India, Kashyap Parupalli, dengan 21-14; 21-16; dan Nugroho, yang merupakan pemain lapis kedua di pelatnas, kalah 15-21, 15-21 dari Andre.

Kegagalan sektor tunggal putra ini melengkapi krisis yang menimpa sektor tunggal putri dan ganda putra, yang juga sudah tidak punya wakil lagi. Di sektor tunggal putri, dua pemain pelatnas, Maria Kristin Yulianti dan Linda Weni Fanetri, langsung tersingkir pada babak pertama, sedangkan pemain PB Djarum Kudus, Fransiska Ratnasari, terhenti pada babak kedua.

Setali tiga uang, pada sektor ganda putra pun para wakil Indonesia tersapu bersih. Dua pasangan pelatnas, Bona Septano/Rian Sukmawan dan Mohammad Ahsan/Yonathan Suryatama Dasuki, gagal melewati adangan para lawannya, begitu juga dengan mantan pasangan pelatnas Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: