Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for March, 2010

Andre Juga Tampil di Asia Championships Gold

Posted by febrikusuma on March 23, 2010

SEMARANG, Kompas.com – Pebulu tangkis tunggal putra PB Djarum Kudus, Andre Kurniawan, dipastikan tampil pada kejuaraan bulu tangkis Asia Championships Gold di New Delhi, India, 12-18 April 2010.

Ketua PB Djarum Kudus FX Supandji mengatakan selain Andre, pebulu tangkis Djarum yang tampil pada event tersebut seperti Maria Kristin, Maria Febe Kusumastuti, Dionysius Hayom Rumbaka, Ryan Sukmawan. Kemudian ada juga Mohammad Ahsan, Yonathan Suryatama.

“Kalau mereka berangkat ke India atas nama dan biaya pelatnas, sedangkan untuk Andre Kurniawan berangkat atas biaya Djarum Kudus,” katanya, Minggu (21/3/10).

Menurut dia, Djarum tidak pernah memberikan target kepada atletnya yang bertanding di luar negeri karena biasanya target tersebut ada pada diri atlet yang bersangkutan.

“Dengan kemampuan saya seperti ini, saya harus sampai pada babak ke berapa. Tetapi kami tetap berharap mereka tampil maksimal, siapa tahu bisa membuat kejutan di India mendatang,” katanya.

Soal pesaingnya pada kejuaraan bulu tangkis di India mendatang, dia mengatakan, persaingan cukup ketat terutama dari China, Korea, Malaysia, Jepang, Hongkong, dan beberapa negara lain.

Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, katanya, juga cukup berat karena merupakan finalis pada All England di Birmingham, Inggris, beberapa waktu lalau, dan pada babak sebelumnya menyingkirkan pebulu tangkis China seperti Bao Chunlai dan Chen Jin.

Tampilnya pebulu tangkis Indonesia pada kejuaraan Asia mendatang sebagai ajang pemanasan sebelum tampil pada babak utama perebutan Piala Thomas dan Uber di Malaysia, Mei 2010.

Posted in World | Leave a Comment »

Awal Meyakinkan, Indonesia Gebuk Mongolia 5-0

Posted by febrikusuma on March 23, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Tim Indonesia mengwali perjuangannya di ajang Kejuaraan Remaja Asia U-19 dengan hasil meyakinkan. Pada pertandingan Grup E di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (21/3/10), tim Merah Putih gebuk Mongolia 5-0.

Ganda campuran Ricky Karanda/Tiara Rosalia Nuraidah membukukan angka pertama bagi tim Indonesia dengan menundukkan pasangan Batdavaa Munkhbat/Khulangoo Baatar 21-3, 21-3.

Kemudian, tunggal putra Evert Sukamta menambah keunggulan tim Merah Putih dalam turnamen beregu campuran tersebut dengan mengalahkan Enkhmandakh Purevsuren 21-9, 21-3 hanya dalam 12 menit.

Kemenangan juga diraih Renna Suwarno, yang hampir tidak mendapat perlawanan dari Dulamsuren Munkhbayar dalam pertandingan 15 menit, yang berakhir dengan angka 21-0, 21-1.

Ganda putra dari luar Pelatnas, Jones Ralfi Jansen/Dandi Prabudita, membuat kedudukan Indonesia atas Mongolia 4-0 dengan kemenangan 21-3, 21-7 atas Batdavaa Munkhbat/Byambadori.

Ganda putri Pelatnas Pratama Della Destiara/Suci Rizki Andini memastikan Indonesia merebut kelima poin dengan menumbangkan Khulangoo Baatar/Dulamsuren Munkhbayar 21-5, 21-5.

Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi tim Vietnam dalam pertandingan lain Grup E.

Juara grup dalam turnamen tersebut maju ke babak berikutnya dengan juara Grup A dan B langsung ke semifinal.

Posted in World | Leave a Comment »

Lagi, Juara Indonesia Terbuka Tersingkir Lebih Awal

Posted by febrikusuma on March 18, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Ganda campuran nomor satu China Zheng Bo/Ma Jin kembali menuai hasil buruk. Peraih gelar Indonesia Terbuka Super Series 2009 tersebut tersingkir lebih awal karena langkahnya terhenti di babak kedua Swiss Terbuka Super Series, Kamis (18/3/10), setelah menyerah dua set langsung 14-21, 16-21 dari pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Chen Wen Hsing.

Ini merupakan lanjutan hasil buruk Zheng Bo/Ma Jin. Pasalnya, pekan lalu di turnamen klasik All England Super Series, pasangan nomor satu dunia tersebut juga tersisih di babak kedua karena kalah dari kompatriotnya, Zhang Nan/Zhao Yunlei, yang akhirnya menjadi juara All England setelah di final menaklukkan pasangan andalan Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Dalam pertandingan di St Jakobshalle, Basel, Zheng Bo/Ma Jin mengawalinya dengan cukup meyakinkan, karena mereka langsung unggul 3-0. Meskipun sempat terkejar, Zheng Bo/Ma Jin bisa mengambilalih lagi kendali permainan sampai unggul 14-12.

Namun selepas skor tersebut, perolehan poin pasangan China ini tertahan. Lawannya bisa menyapu bersih sembilan poin secara beruntun sehingga mengakhiri set pertama dengan keunggulan 21-14.

Di set kedua, performa Zheng Bo/Ma Jin sudah anjlok. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan maksimal oleh pasangan Taiwan tersebut, yang terus memimpin perolehan poin sejak awal sampai meraih kemenangan 21-16, untuk maju ke perempat final.

Selanjutnya, di babak delapan besar besok, Chen Hung Ling/Chen Wen Hsing akan bertemu dengan Shin Baek Cheol/Yoo Hyun Young. Pasangan Korea Selatan ini maju ke perempat final setelah menang 19-21, 21-9, 21-19 atas kompatriotnya yang merupakan unggulan delapan, Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Malaysia Ingin Jadi Negara Utama Bulu Tangkis

Posted by febrikusuma on March 18, 2010

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Pemerintah Malaysia mencanangkan keinginan negaranya untuk menjadi kekuatan utama bulu tangkis dunia dengan mendirikan akademi bulu tangkis.

“Jika kami tidak segera menjalankan pengembangan sistematis dalam olah raga ini, kami akan kehabisan para pemain berkualitas pada masa mendatang,” kata Najib.

Najib mengatakan, pemerintah tengah mencari lokasi yang cocok dan akan membicarakannya bersama Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM). Najib juga mengatakan, pemerintah akan menyediakan 600.000 dollar AS untuk bonus kepada pelatih dan pemain.

Peningkatan dana ini diumumkan setelah tunggal putra utama dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, meraih gelar juara di turnamen bulu tangkis All England Super Series. Chong Wei mengembalikan tradisi lama Malaysia yang pernah menjadi juara zaman Wong Peng Soon, Eddy Choong pada 1950-an, Tan Aik Huang pada 1960-an, dan Muhammad Hafizh Hashim.

Malaysia pernah menjadi juara Piala Thomas antara 1949 dan 1955 saat masih bernama Malaya. Dengan nama Malaysia, mereka merebut piala itu pada 1967 dan 1992. Kedua piala diraih dengan mengalahkan Indonesia pada final.

China kini mendominasi bulu tangkis dunia dan menggeser kekuatan lama, seperti Indonesia, Malaysia, dan Denmark.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Tinggal Taufik Jadi Harapan

Posted by febrikusuma on March 18, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Taufik Hidayat masih menyimpan asa Indonesia untuk meraih gelar di turnamen Swiss Terbuka Super Series. Mantan pemain Pelatnas Cipayung ini berhasil melewati rintangan pertamanya, setelah berjuang keras selama 48 menit untuk menang 21-18, 21-19, 21-12 atas pemain Ukraina Dmytro Zavadsky, Rabu (17/3/10) malam waktu setempat atau Kamis (18/3/10) dinihari WIB.

Di babak kedua turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Kamis malam, Taufik yang menempati unggulan keempat akan bertemu dengan Kazushi Yamada. Pemain kualifikasi asal Jepang tersebut maju ke babak kedua setelah mengambil keuntungan karena lawannya yang merupakan tunggal utama Taiwan, Hsieh Yu Hsing, mundur di set kedua ketika skor 21-11, 11-3 untuk Yamada.

Keberhasilan Taufik, yang pekan lalu gagal mewujudkan impiannya menjadi juara turnamen klasik All England Super Series karena disingkirkan Peter Hoeg Gade di perempat final, menjadi hiburan bagi Indonesia, karena dua wakil Tanah Air yang masuk daftar unggulan, langsung tersisih. Dua ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan (unggulan 3) dan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (unggulan 5) gagal melewati rintangan di babak pertama.

Dengan demikian, Taufik menjadi satu-satunya pemain unggulan yang dimiliki Indonesia di babak kedua Swiss Terbuka. Peraih medali emas Olimpiade Athena ini juga menjadi harapan terbesar untuk meraih gelar, meskipun Indonesia masih punya satu wakil lagi yaitu Dionysius Hayom Rumbaka, yang juga maju ke babak kedua.

Dalam duel di St Jakobshalle, Basel, Taufik mendapat perlawanan sengit di dua set pertama. Pada set pembuka, Zavadsky terus menempel perolehan Taufik hingga kedudukan 7-7. Meskipun Taufik sempat menjauh 12-7, Zavadsky bisa menyusul dan menyamakan skor menjadi 18-18. Beruntung, tiga angka terakhir berhasil disabet Taufik untuk menang 21-18.

Di set kedua, giliran Zavadsky yang mengendalikan permainan. Dari tertinggal 0-2, pemain “tak ternama” itu membalikkan keadaan setelah meraih lima angka beruntun untuk memimpin 5-2. Taufik sempat mengejar dan unggul 8-7, sebelum disalib lagi hingga skor menjadi 10-10. Usai kedudukan imbang ini, Zavadsky berhasil menambah lima poin lagi dan tak terkejar lagi hingga menang 21-19 sekaligus memaksa rubber set.

Pada game penentuan, Taufik benar-benar di atas angin. Mental bertanding dan pengalamannya yang segunung membuat dia tampil dominan. Tertinggal 0-1, Taufik langsung mengamuk dengan raihan delapon berturut-turut, dan terus melaju sampai menang 21-12.

Sebelumnya, Hayom yang tampil membawa bendera PB Djarum Kudus lebih dulu meraih tiket ke babak kedua. Pemain yang kini berada di bawah naungan atap Pelatnas Cipayung itu menang straight set 21-14, 21-16 atas pemain Belanda Eric Pang. Di babak kedua, Hayom bakal menghadapi tantangan sangat berat, karena bertemu unggulan kedelapan asal China Chen Long, yang menang 21-11, 21-9 atas pemain tuan rumah Christian Boesiger.

Jika berhasil melewati rintangan tersebut, maka Hayom harus siap-siap menghadapi “perang saudara”. Pasalnya, jika sama-sama lolos maka Hayom dan Taufik akan bertemu di perempat final.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Menyedihkan! Kido/Hendra Langsung Terkubur

Posted by febrikusuma on March 18, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Turnamen bulu tangkis Swiss Terbuka Super Series menjadi neraka sekaligus kuburan bagi dua pasang ganda putra Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan. Bagaimana tidak, pasangan non-Pelatnas tersebut yang merupakan unggulan, langsung tersingkir di babak pertama, karena kalah dari para pemain yang tidak diunggulkan.

Pada pertandingan di St Jakobshalle, Basel, Rabu (17/3/10) atau Kamis (18/3) dinihari WIB, Alvent/Hendra AG yang merupakan unggulan kelima menyerah dua set langsung 19-21, 17-21 dari pasangan Polandia Adam Cwalina/Michal Logosz. Sementara itu, Kido/Hendra yang menempati unggulan ketiga, juga kalah straight set 19-21, 18-21 dari pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Lin Yu Lang.

Hasil menyedihkan ini merupakan lanjutan prestasi buruk dua mantan pasangan Pelatnas Cipayung tersebut. Pekan lalu, mereka juga gagal meraih prestasi di turnamen klasik All England Super Series, di mana Alvent/Hendra AG langsung tersingkir di babak pertama, sedangkan Kido/Hendra kalah di semifinal.

Dengan demikian, Indonesia tak punya wakil lagi di sektor ganda putra, karena hanya dua pasangan tersebut yang tampil di turnamen ini. Artinya, dari lima wakil yang bermain di kejuaraan berhadiah 200.000 ini, hanya tinggal tunggal putra Dioynisius Hayom Rumbaka dan Taufik Hidayat yang bertahan. Maria Febe Kusumastuti yang merupakan satu-satunya pemain di sektor tunggal putri, juga sudah lebih dulu tersingkir karena dikalahkan pemain Rusia Ella Diehl.

Performa Kido/Hendra yang sejak berakhirnya SEA Games Laos 2009 lalu keluar dari Pelatnas, memang sangat buruk. Di set pertama, mereka hanya sempat satu kali memimpin atas lawannya dari Taiwan itu ketika unggul 4-2. Tetapi setelah itu, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut selalu tertinggalk karena selepas skor imbang 4-4, Chen/Lin selalu berada di depan dalam pengumpulan poin.

Hendra/Kido sempat menyamakan skor menjadi 17-17 dan 18-18 untuk menguak harapan meraih kemenangan di set pembuka. Tetapi, tiga angka terakhir berhasil diraih Chen/Lin yang mengakhiri set pertama dengan kemenangan 21-19.

Di set kedua, penampilan Kido/Hendra semakin buruk. Mereka langsung tertinggal 1-5, dan semenjak itu tidak pernah mampu mendekati Chen/Lin, yang terus melejit untuk memimpin dengan skor mencolok 19-11, sebelum memastikan diri menang 21-18.

Pada babak kedua, Kamis (18/3), Chen/Lin akan menghadapi pemenang antara pasangan Korea Selatan Cho Gun Woo/Kwon Yi Goo dengan pasangan China Chai Biao/Zhang Nan. Sementara itu, Cwalina/Logosz yang menyingkirkan Alvent/Hendra AG akan bertemu dengan pemenang antara pasangan Jepang Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata dengan pasangan Jerman Kristof Hopp/Johannes Schoettler.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Sayang, Maria Febe Langsung Tersingkir

Posted by febrikusuma on March 18, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Maria Febe Kusumastuti langsung tersingkir di babak pertama turnamen bulu tangkis Swiss Terbuka Super Series, Rabu (17/3/10). Dalam pertarungan berdurasi 59 menit di St Jakobshalle, Basel, tunggal putri Pelatnas Cipayung yang membawa bendera PB Djarum Kudus ini menyerah 21-17, 17-21, 16-21 dari pemain Rusia Ella Diehl.

Dengan demikian, Indonesia tak punya wakil lagi di sektor putri yang tampil pada turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini. Pasalnya, Maria Febe merupakan satu-satunya pemain dari Tanah Air yang tampil di babak utama, setelah sehari sebelumnya Gustiani Megawati yang selama ini tinggal di Republik Ceko, tersingkir di babak kualifikasi.

Di kejuaraan ini, Indonesia total mengirim lima wakil. Selain Maria Febe, ada dua tunggal putra Dionysius Hayom Rumbaka yang sudah meraih tiket ke babak kedua setelah menang 21-14, 21-16 atas pemain Belanda Eric Pang serta unggulan empat Taufik Hidayat, juga dua pasang ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan.

Maria Febe mengawali pertandingan ini dengan meyakinkan. Di set pertama, dia berhasil memenangkan duel yang berlangsung ketat karena setelah terjadi kejar-mengejar poin, Maria Febe bisa menjauh selepas skor 14-14 hingga menang 21-17.

Di set kedua, Maria Febe tampaknya bakal meraih tiket ke putaran kedua karena dia langsung melejit untuk unggul 6-2. Sayang, perolehan poinnya tertahan sehingga Diehl bisa mengejar dan menyamakannya menjadi 7-7. Dari sinilah, pemain Rusia tersebut mulai menjauh dan tak tersentuh lagi oleh Maria Febe hingga menang 21-17, sekaligus memaksa rubber set.

Pada game terakhir, Maria Febe kembali memimpin di awal dengan skor 6-1. Inkonsistensi tunggal kedua di Pelatnas Cipayung ini membuat Diehl kembali mendapat kesempatan untuk mengejar, bahkan langsung balik memimpin. Setelah tertinggal 6-8, Diehl meraup enam poin beruntun untuk memimpin 12-8. Meskipun Maria Febe sempat menyamakannya pada kedudukan 15-15, tetapi Diehl kembali menjauh hingga menang 21-16, dan melangkah ke babak selanjutnya.

Pada babak kedua, Kamis (18/3/10), Diehl akan menghadapi pemenang duel antara pemain kualifikasi asal Inggris Elizabeth Cann atau pemain Swiss Jeannine Cicognini.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Hayom Lewati Rintangan Pertama

Posted by febrikusuma on March 17, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Tunggal putra Dionysius Hayom Rumbaka melewati rintangan pertama di turnamen bulu tangkis Swiss Terbuka Super Series. Pemain Pelatnas Cipayung yang tampil membawa bendera PB Djarum Kudus ini menyingkirkan pemain Belanda Eric Pang dengan dua set langsung 21-14, 21-16.

Dalam pertarungan di St Jakobshalle, Basel, Rabu (17/3/10), Hayom hanya perlu waktu 25 menit untuk meraih tiket ke babak kedua. Meskipun demikian, perolehan poinnya sempat tertahan menjelang akhir set kedua, sehingga Eric Pang bisa mengejar dan balik memimpin. Beruntung, Hayom bisa keluar dari tekanan dan kembali mengambilalih kendali permainan hingga akhirnya jadi pemenang.

Selanjutnya, Hayom bakal menghadapi lawan yang lebih tangguh lagi. Di babak kedua, Kamis (18/3/10), Hayom kemungkinan besar bertemu dengan unggulan delapan dari China, Chen Long, yang baru akan menghadapi pemain tuan rumah Christian Boesiger.

Di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Indonesia menempatkan lima wakil yang semuanya non-pelatnas. Selain Hayom, masih ada unggulan keempat Taufik Hidayat, Maria Febe Kusumastuti (tunggal putri), serta dua pasang ganda putra yaitu unggulan ketiga Markis Kido/Hendra Setiawan dan unggulan kelima Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan.

Menghadapi Eric Pang, Hayom tampil dominan. Pada set pertama, dia hanya sempat mendapat perlawanan sengit di awal ketika skor ketat 4-4, 5-5, 6-6 dan 7-7. Selepas skor itu, Hayom tak tersentuh lagi karena dia langsung melejit dengan keunggulan 14-8, dilanjutkan dengan 18-10, sebelum menang 21-14.

Di set kedua, Hayom mengawalinya dengan keunggulan 4-0. Dia terus memimpin sampai unggul 13-9. Sampai di sini, Eric Pang bangkit dan meraup empat poin secara beruntun untuk balik memimpin 15-13. Tetapi Hayom langsung meresponnya dengan melancarkan serangan bertubi-tubi sehingga bisa mengejar lagi dan menyamakannya menjadi 15-15, sampai akhirnya menang 21-16.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Turnamen Candra Wijaya Digelar 22-25 April

Posted by febrikusuma on March 17, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Setelah tahun lalu sukses menyelenggarakan kejuaraan bulu tangkis khusus ganda putra “Candra Wijaya Men’s Doubles Championship”, pebulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000, Candra Wijaya kembali bakal menggelar kejuaraan serupa. Turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini akan dilangsungkan di GOR Asia-Afrika, Senayan, Jakarta, tanggal 22-25 April mendatang.

Dibanding penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini akan mempertandingkan lima kategori, yaitu ganda remaja, taruna, dewasa, anak-anak dan master/veteran. Penambahan kategoriCandra, dimaksudkan untuk menampung dan memenuhi keinginan dari banyak pihak.

“Ini sebagai bentuk kaderisasi agar pembinaan tidak terputus. Anak-anak juga makin terpacu bermain bulu tangkis. Hadirnya para pemain senior dan veteran yang dulu kerap mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di forum internasional, paling tidak akan memotivasi para pemain junior,” kata Candra, dalam acara jumpa pers di kafe Putt-Putt Golf, Senayan, Jakarta, Rabu (17/3/10).

Menurut Chandra, dengan lima kategori, kejuaraan ini akan lebih meriah. Bagi pemain pemula, mereka ini harus dirangsang untuk berkompetisi sejak dini. Sementara kehadiran pemain senior dan veteran diharapkan bisa menjadi panutan para pemain pemula. Apalagi, selama ini banyak pemain anak-anak yang mengikuti hobi orangtua.

“Kita berharap bulu tangkis bisa kembali menjadi olahraga favorit keluarga. Dengan demikian olahraga bulu tangkis bisa tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat kita. Apalagi, di saat kondisi prestasi bulu tangkis Indonesia tidak menggembirakan, dibutuhkan terobosan-terobosan baru untuk mengangkat kembali kejayaan bulu tangkis Indonesia seperti dulu lagi,” tutur ayah dua anak ini.

Seperti perhelatan tahun 2009, tahun ini juga akan digelar juga penghargaan kepada Para Pemain Legenda. Sebagai informasi, tahun lalu, yang berhak menerima penghargaan ini adalah pasangan legendaris Indonesia yang menguasai panggung dunia, yaitu, Christian Hadinata/Ade Chandra dan Tjun Tjun/Johan Wahyudi.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Megawati Gagal Lewati Kualifikasi

Posted by febrikusuma on March 17, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Pemain Indonesia Gustiani Megawati gagal melanjutkan kiprahnya di ajang Swiss Terbuka Super Series. Tunggal putri Tanah Air yang selama ini tinggal di Republik Ceko, tak mampu melewati adangan pemain Ukraina Elena Prus, dalam pertarungan kualifikasi di nomor tunggal putri.

Dalam pertandingan di St Jakobshalle, Basel, Selasa (16/3/10), Mega menyerah dua set langsung 19-21, 19-21 dari Prus yang merupakan unggulan keempat di kualifikasi. Meskipun menang, Prus masih harus melakoni satu pertandingan kualifikasi melawan pemain Taiwan Chen Hsiao Huan, untuk memperebutkan tiket babak utama turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut. Pada babak pertama, Rabu (17/3), pemenang kualifikasi dua ini akan bertemu dengan pemain Jerman Nicole Grether.

Pada duel yang hanya berlangsung 31 menit ini, Mega menemui kesulitan besar untuk menaklukkan lawan. Pada set pertama, dia tak pernah bisa memimpin perolehan poin, kecuali hanya satu kali menyamakannya pada kedudukan 18-18. Sejak awal, Prus terus berada di depan sampai memenangkannya dengan 21-18.

Di set kedua, Mega sempat menguak harapan untuk menyamakan skor karena dia langsung melejit dan jauh meninggalkan Prus. Mengawalinya dengan keunggulan 4-0, Mega terus menjauh hingga kedudukan 9-3.

Sayang, setelah itu perolehan poinnya terhenti sehingga Prus bisa menyusul. Lima poin beruntun yang diraih pemain Ukraina tersebut membuat dia bisa memangkas selisih angka menjadi 8-9, untuk membuat duel berlangsung ketat.

Setelah menyamakannya menjadi 11-11, Prus mengambilalih permainan dan balik memimpin. Meskipun Mega sempat mengejar hingga unggul 16-15, tetapi Prus kembali melewati perolehan poin Mega dan menahan pemain Indonesia itu di angka 19.

Dengan kegagalan di nomor tunggal putri ini, maka Mega tinggal berharap pada sektor ganda campuran. Berpasangan dengan Viki Indra Okvana, mereka berhasil melewati kualifikasi pertama setelah menang 21-9, 21-16 atas pasangan tuan rumah Florian Schmid/Ennia Biedermann. Selanjutnya, Viki/Mega akan menghadapi pasangan Jepang Naoki Kawamae/Shizuka Matsuo, untuk memperebutkan tiket ke babak utama.

Di babak utama besok, pemenang duel kualifikasi dua ini akan menghadapi lawan yang sangat tangguh. Pasalnya, mereka akan menghadapi pasangan China Zhang Nan/Qing Tian–Zhang Nan baru saja menjuarai All England akhir pekan lalu, ketika berpasangan dengan Zhao Yunlei. Di final mereka kalahkan pasangan Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Mega dan Viky merupakan atlet bulu tangkis Indonesia yang saat ini melatih para pemain bulu tangkis di klub bulu tangkis Kota Benatky, Republik Ceko. Klub bulu tangkis Benatky dipimpin oleh Petr Martinek, mantan pemain bulu tangkis nasional Ceko. Klub ini merupakan salah satu yang terbaik di Republik Ceko.

Mega dan Viki dikontrak oleh klub tersebut sampai akhir April 2010. Selama di Republik Ceko, mereka diperbolehkan bermain atas nama klub maupun membawa nama Indonesia. Dan, di Swiss Terbuka ini Mega dan Viki membawa nama Indonesia.

Posted in Super Series | Leave a Comment »