Badminton Lovers

Badminton is My Life

Nova Wariskan Semangat Pantang Menyerah

Posted by febrikusuma on March 15, 2010

JAKARTA, Kompas.com –  Di ujung karirnya, Andreas  Nova Widhianto gagal mewujudkan sejarah untuk merebut kembali gelar juara ganda campuran turnamen bulu tangkis tertua, All England.

Nova yang berpasangn dengan Liliyana Natsir harus menyerah di final di Indoor Arena, Birmingham saat menghadapi pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yunlei 18-21 25-23 18-21.

Pada game pertama, Nova/Liliyana sepertinya akan menang mudah. Tertinggal 0-1 lebih dulu, pasangan Indonesia ini unggul 9-5 dan melaju hingga 18-14. Mereka banyak memperoleh poin melalui pukulan silang Nova Widianto.

Namun pada kedudukan 18-14, Nova seperti kehilangan konsentrasi. Pukulan-pukulannya banyak yang tanggung sehingga dengan  mudah dimatikan pasangan China. Tidak tanggung-tanggung pasangan China merebut tujuh poin sehingga menutup game pertama 21-18.

Di game kedua, kondisi tidak berubah. Nova yang seperti kehabisan nafas menjadi incaran pasangan muda China ini.  Mereka memancing smash-smash pemain berusia 31 tahun tersebut yang memang tidak lagi terlalu mematikan.

Nova/Butet sempat memimpin 10-6 sebelum pasangan China mampu membalik keadaan dan unggul 10-11.  Kondisi Nova/Butet diperparah dengan  permainan Butet yang juga menurun. Bola drive mau pun netting dan cegatan di depan netnya kerap tidak jalan.

Angka pun menjadi seperti sulit didapat. Setelah unggul 14-12, 14-14.  Nova/Butet menyodok 16-14 sebelum kembali disamakan menjadi 16-16 setelah pukulan Liliyana menyangkut di net. Pasangan China menambah poin setelah pukulan Butet terlalu melebar. Bahkan pasangan China ini mampu mencapai match-point terlebih dulu 20-19.

Namun di sinilah kita melihat daya juang Nova Widhianto, Menyadari ini merupakan kesempatan terakhir buatnya, ia mampu memksakan  deuce 20-20 dan bahkan akhirnya  lewat pertarungan dramatik mereka mampu memaksakan rubber game dengan merebut game kedua 25-23.

Game ketiga berlangsung menegangkan. Nova/Butet mampu unggul 11-8 dan 14-11. Namun pasangan China kemudian mampu menemukan kembali bentuk terbaiknya dan menang 21-18. Pertarungan rubber game tersebut berakhir dalam 1 jam 30 menit.

Bagi Andreas Nova Widhianto, final All England ini menjadi penutup karirnya yang cukup cemerlang di dunia bulu tangkis. Menurut rencana, pasangan ini akan diceraikan. Liliyana akan mendapatkan pasangan baru Devin Lahardi Fitriawan.

Pasangan Nova/Liliyana selama beberapa tahun telah memperlihatkan prestasi cemerlang dengan menempatkan diri sebagai ganda terkuat di dunia. Mereka sempat dua kali menjadi juara dunia serta merebut medali perak Olimpiade Beijing 2008 lalu.

Ganda campuran Indonesia yang terakhir kali berjaya di arena All England adalah Christian Hadinata/Imelda Wiguna yang meraihnya pada 1979. Tampaknya butuh waktu yang lama lagi untuk mengulang prestasi ini.

Meski gagal mengulang sejarah, Nova/Liliyana telah memperlihatkan sesuatu yang hilang dari dunia bulu tangkis Indonesia, dengan semangat yang pantang menyerah dan memiliki keinginan meraih dan memberikan yang terbaik. Anyway, terima kasih Nova….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: