Badminton Lovers

Badminton is My Life

Peter Gade Kubur Mimpi Taufik

Posted by febrikusuma on March 13, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Taufik Hidayat harus mengubur mimpinya untuk meraih gelar pertama di turnamen klasik All England Super Series. Langkah unggulan keempat ini terhenti di perempat final, karena dia menyerah 22-20, 20-22, 20-22 dari pemain veteran Denmark Peter Hoeg Gade dalam duel berdurasi 81 menit di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, Jumat (12/3/10) atau Sabtu (13/3/10) dini hari WIB.

Netting yang menyangkut net menjadi penghenti perjalanan Taufik di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini. Pengembalian yang tidak sempurna saat meladeni permainan net Peter Gade membuat lawannya yang berusia 33 tahun tersebut menapak ke semifinal, dan semakin dekat dengan ambisinya untuk menjadi juara lagi.

Hasil ini juga menjadi ulangan final All England 11 tahun silam. Waktu itu, Peter Gade menggagalkan usaha Taufik yang sampai sekarang belum pernah menjadi juara All England karena dia berhasil menjadi jawara karena memenangkan partai puncak tersebut.

Pada set pertama, duel berlangsung seru karena perolehan poin kedua pemain tidak terpaut jauh. Meskipun demikian, Peter Gade yang nyaris selalu memimpin dan lebih dulu meraih set point 20-19. Tetapi Taufik bisa mengejar dan meraih kemenangan setelah meraih tiga poin secara beruntun untuk mengakhiri set pertama dengan 22-20.

Di set kedua, Taufik tampaknya akan dengan mudah menyelesaikan pertandingan dan melangkah ke semifinal. Bagaimana tidak, peraih medali emas Olimpiade Athena tersebut langsung melejit untuk unggul 7-1, dan terus memimpin sampai skor 17-14. Sayang, selanjutnya perolehan poin Taufik tersendat sehingga Peter Gade bisa menyusul dan balik memimpin 20-18.

Pada poin kritis ini, Taufik bisa menambah dua angka untuk memaksa deuce. Tetapi, Peter Gade berhasil menyelesaikan set kedua ini dengan keunggulan 22-20, sekaligus memaksa rubber game.

Di set ketiga, Taufik lagi-lagi dengan cepat unggul jauh atas Peter Gade karena memimpin 5-0, dilanjutkan dengan 8-1. Tetapi, lagi-lagi ketenangan dan kesabaran Peter Gade membuat dia secara perlahan mendekati perolehan poin Taufik sampai bisa membalikkan keadaan menjadi 16-14. Taufik sempat mengejar, membuat perolehan poin mereka sangat ketat hingga deuce.

Dalam kedudukan 20-20, Peter Gade menambah satu angka untuk meraih match point, setelah forehand-nya dibiarkan oleh Taufik yang mengira bola keluar. Di sini, Taufik sempat melakukan protes dan terduduk lemas, karena menurutnya, bola pengembalian Peter Gade itu terlalu panjang. Tetapi wasit tetap pada pendiriannya, sehingga Peter Gade memperoleh keuntungan yang akhirnya dilengkapi dengan poin terakhir akibat netting Taufik yang tidak sempurna.

Di final, Peter Gade kemungkinan bertemu dengan Lee Chong Wei. Unggulan utama asal Malaysia itu akan memperebutkan tiket ke semifinal melawan pemain kualifikasi asal Korea Selatan Shon Wan Ho.

Dengan kegagalan Taufik, maka sudah tiga wakil Indonesia yang tersingkir di perempat final. Sebelumnya, ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa serta ganda putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari, sudah tersingkir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: