Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for March 13th, 2010

PB PBSI Terapkan Aturan Baru di PON 2012

Posted by febrikusuma on March 13, 2010

SURABAYA, Kompas.com – Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) akan menerapkan aturan baru mengenai kepesertaan atlet yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau.

Sekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto mengatakan, salah satu aturan yang diterapkan adalah pembatasan usia maksimal 25 tahun atau kelahiran 1987, bagi atlet yang berlaga di multievent olahraga empat tahunan tersebut.

Pebulu tangkis daerah yang bergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan memenuhi batasan umur tersebut, tetap diperbolehkan tampil.

“Namun, untuk pebulu tangkis Pelatnas yang pernah meraih medali di ajang Olimpiade baik medali emas, perak maupun perunggu, serta khusus peraih medali emas di Asian Games, dilarang turun di PON,” ungkapnya, Sabtu (13/3/10).

Dengan aturan seperti itu, pebulu tangkis Pelatnas seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Markis Kido, Hendra Setiawan, dan Maria Kristin Yulianti yang pernah meraih medali Olimpiade, dipastikan tidak bisa memperkuat daerahnya di PON 2012.

“Penerapan aturan baru itu merupakan hasil rapat pengurus PB PBSI dan segera disampaikan ke KONI Pusat. Kami juga telah menyosialisasikan aturan itu kepada seluruh pengurus provinsi PBSI se-Indonesia, agar sejak jauh hari bisa menyiapkan atlet-atletnya,” kata Yacob.

Ia mengakui penerapan aturan baru tersebut memang memunculkan tanggapan pro dan kontra di kalangan pengurus PBSI di daerah yang merasa dirugikan, karena tidak bisa menurunkan atlet andalannya.

“Usia 25 tahun adalah masa kematangan seorang atlet dan aturan ini akan membuat kompetisi menjadi lebih ketat. Pemain-pemain Pelatnas dan mantan pelatnas yang usianya sudah lewat, tidak bisa turun lagi seperti pada PON-PON sebelumnya,” tambahnya.

Sebelumnya pada PON 2008 di Kalimantan Timur, sejumlah pebulu tangkis mantan Pelatnas masih banyak yang berlaga, di antaranya Tri Kusharyanto, Tony Gunawan, Bambang Supriyanto, Yuli Marfuah, dan beberapa nama lainnya.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Taufik Dukung Kegiatan 1.000 Raket untuk Haiti

Posted by febrikusuma on March 13, 2010

BIRMINGHAM, KOMPAS.com — Para pebulu tangkis top yang saat ini sedang tampil di turnamen klasik All England Super Series di Birmingham, London, mempunyai cara sendiri untuk menghilangkan trauma anak-anak korban gempa bumi di Haiti. Mereka mengumpulkan 1.000 raket yang akan dikirimkan ke negara tersebut untuk merehabilitasi anak-anak muda yang masih mengalami trauma akibat tragedi memilukan tersebut (gempa bumi) pada Januari silam.

Ide mengumpulkan raket tersebut mendapat dukungan dari beberapa pemain tersohor, termasuk pemain Indonesia Taufik Hidayat, juara Olimpiade Athena 2004; Pi Hongyan, tunggal putri Perancis yang kini menempati peringkat empat dunia; Zhou Mi, mantan pemain nomor satu dunia asal Hongkong; Koo Kean Keat, ganda putra nomor satu dunia asal Malaysia; dan Nathan Robertson, pemain Inggris yang meraih medali perak Olimpiade Athena 2004.

Gagasan tersebut dilontarkan Raphael Sachetat, seorang penulis bulu tangkis dari Perancis, dan diumumkan pada Jumat (12/3/2010) waktu setempat saat pertandingan perempat final All England ke-100 di National Indoor Arena.

“Banyak dari kita tahu terapi dan kualitas sosial dari bermain bulu tangkis. Karena itu, marilah kita membantu para anak muda di Haiti karena dengan bermain bisa membuat mereka lebih mudah bersosialisasi lagi,” ungkap Sachetat, pendiri yayasan amal yang bernama Solibad.

Solibad bekerja sama dengan Peace and Sport, yang didirikan Joel Bouzhou, juara empat kali pentathlon olimpiade modern, dan Haitian Olympic Committee. Dua organisasi tersebut diharapkan bisa memperoleh raket yang akan diberikan kepada anak-anak Haiti yang berusia delapan hingga 20-an.

Setelah gempa bumi, Haiti Olympic Committee meluncurkan sebuah program bertajuk Activities for Young People, yang bekerja sama dengan badan PBB UNICEF. Ini bertujuan untuk memantau 100.000 anak muda yang kehilangan orientasi, dengan melibatkan mereka dalam kegiatan olahraga, seperti sepak bola, voli, judo, catur, tenis dan bulu tangkis. Di samping itu, anak-anak itu juga dibekali dengan pendidikan.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Kido/Hendra Kian Dekat dengan Impiannya

Posted by febrikusuma on March 13, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia menempatkan dua wakilnya di semifinal turnamen klasik All England Super Series. Ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang terakhir memastikan tempat di babak empat besar tersebut, setelah menang straight set 21-17, 21-11 atas pasangan Malaysia, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah, dalam duel di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, Jumat (12/3/2010) malam waktu London, atau Sabtu (13/3/2010) pagi WIB.

Keberhasilan ini membuat Kido/Hendra semakin dekat dengan mimpi mereka untuk merengkuh gelar pertama All England. Ganda terkuat Tanah Air tersebut berambisi mengakhiri penantiannya di sini untuk melengkapi koleksi gelar paling bergengsi setelah menjuarai Olimpiade Beijing 2008 dan Kejuaraan Dunia.

Sebelumnya, satu wakil Indonesia juga menempatkan diri di semifinal turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut. Ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir, yang merupakan unggulan kedua, lolos setelah mengalahkan pasangan tuan rumah, Nathan Robertson/Jenny Wallwork, dengan 21-18, 21-19.

Di babak empat besar pada Sabtu malam ini, Kido/Hendra yang merupakan unggulan ketiga akan menghadapi pasangan Denmark, Lars Paaske/Jonas Rasmussen. Ini akan menjadi partai sulit bagi mantan pasangan Pelatnas Cipayung tersebut karena meskipun non-unggulan, Paaske/Rasmussen telah menunjukkan prestasi yang membanggakan dengan lebih dulu menyingkirkan unggulan utama asal Malaysia, Koo Kean Keat/Tan Boon Heong, di babak pertama, sebelum menyingkirkan ganda Malaysia lainnya, Gan Teik Chai/Tan Bin Shen, di perempat final.

Lawan berat juga akan dihadapi Nova/Liliyana karena bertemu dengan unggulan ketiga asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, yang lolos ke semifinal setelah menang 21-19, 21-17 atas pasangan Inggris, Anthony Clark/Heather Olver. Duel ini akan menjadi ulangan final Olimpiade Beijing 2008, di mana Nova/Liliyana kalah.

Dalam babak perempat final All England ke-100 ini, Indonesia menempatkan lima wakil. Sayang, tiga lainnya gagal maju ke semifinal. Ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, ganda putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari, dan tunggal putra Taufik Hidayat gagal melewati adangan musuh-musuh mereka.

Sementara itu, China menempatkan para wakilnya di semua nomor. Bahkan, untuk sektor ganda putri “Negeri Tirai Bambu” ini sudah pasti meraih gelar karena dalam dua partai semifinal ini sudah terjadi pertarungan sesama pemainnya, yang berarti mereka juga akan menciptakan all-Chinese final.

– Jadwal semifinal, Sabtu (13/3/2010):

Tunggal putra
(1) Lee Chong Wei (Malaysia) vs (5) Peter Hoeg Gade (Denmark)
Kenichi Tago (Jepang) vs (6) Bao Chunlai (China)

Tunggal putri
(1) Wang Yihan (China) vs (5) Wang Xin (China)
(7) Saina Nehwal (India) vs Tine Rasmussen (Denmark)

Ganda putra
(4) Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) vs (7) Guo Zhendong/Xu Chen
Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark) vs (3) Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia)

Ganda putri
(1) Du Jing/Yu Yang (China) vs Pan Pan/Tian Qing (China)
(3) Cheng Shu/Zhao Yunlei (China) vs (2) Ma Jin/Wang Xiaoli (China)

Ganda campuran
Zhang Nan/Zhao Yunlei (China) vs (4) He Hanbin/Yu Yang (China)
(3) Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korsel) vs (2) Nova Widianto/Liliyana Natsir

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Nova/Liliyana ke Semifinal

Posted by febrikusuma on March 13, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Nova Widianto/Liliyana Natsir menguak harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar juara dari turnamen klasik All England Super Series di National Indoor Arena Birmingham, Inggris. Ganda campuran Indonesia tersebut melangkah ke semifinal setelah menang straight set 21-18, 21-19 atas pasangan tuan rumah, Nathan Robertson/Jenny Wallwork, Sabtu (13/3/2010) pagi WIB.

Di babak empat besar yang akan berlangsung malam nanti, Nova/Liliyana yang merupakan unggulan kedua ini akan berhadapan dengan Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung. Unggulan ketiga asal Korea Selatan tersebut juga lolos setelah menang 21-19, 21-17 atas pasangan tuan rumah Anthony Clark/Heather Olver. Ini juga akan menjadi partai ulangan final Olimpiade Beijing 2008, di mana ganda campuran Korsel tersebut menjadi pemenang sehingga berhak menyabet medali emas.

Keberhasilan Nova/Liliyana untuk sementara menjadi pelipur lara bagi para pencinta bulu tangkis di Tanah Air. Pasalnya, baru mereka yang maju ke semifinal, setelah tiga wakil lainnya, yaitu ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, ganda putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari, dan tunggal putra Taufik Hidayat, tersingkir di perempat final. Indonesia masih memiliki satu wakil lagi, yaitu ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan (unggulan 3), yang akan ditantang unggulan delapan asal Malaysia, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Kalah dalam “Perang Saudara”, Lin Dan Gagal Pertahankan Gelar

Posted by febrikusuma on March 13, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Lin Dan gagal mempertahankan gelar All England. Pasalnya, langkah unggulan kedua asal China ini terhenti di perempat final setelah kalah 16-21, 21-18, 17-21 dalam “perang saudara” melawan kompatriotnya, Bao Chunlai, pada duel di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, Jumat (12/3/2010) atau Sabtu (13/3/2010) dini hari WIB.

Dengan demikian, dua pemain utama China sudah tersingkir. Sebelumnya, Chen Jin yang merupakan unggulan ketiga, di luar dugaan menyerah 20-22, 21-19, 13-21 dari pemain non-unggulan asal Jepang, Kenichi Tago, yang akan menjadi lawan Bao Chunlai pada semifinal hari ini.

Dalam duel yang menghabiskan waktu 1 jam 2 menit ini, Bao Chunlai tampil sangat impresif sehingga Lin Dan kesulitan. Unggulan keenam tersebut mengawalinya dengan sangat baik di set pertama karena setelah terjadi pertarungan ketat hingga kedudukan 6-5 untuk keunggulannya, dia melejit dengan raihan enam poin secara beruntun untuk memimpin 12-5. Setelah itu, Bao Chunlai tak tersentuh lagi hingga menang 21-16.

Di set kedua, Lin Dan berusaha bangkit. Unggulan kedua tersebut memimpin sejak awal dan sempat memimpin jauh 14-8. Meskipun Bao Chunlai bisa memangkas selisih poin menjadi 12-14, Lin Dan kembali melaju untuk memenangkan set kedua dengan 21-18 dan memaksa rubber game.

Pada set penentuan, Lin Dan tampaknya akan memenangkannya. Bagaimana tidak, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut sudah jauh memimpin dengan skor 10-4, dilanjutkan dengan 11-7. Namun, sampai skor tersebut dia tak mampu menambah poin lagi sehingga Bao Chunlai bisa mengejar dan balik memimpin 14-11 setelah menambah tujuh poin secara beruntun. Inilah titik balik set ketiga karena Bao Chunlai tak terkejar lagi sampai menang 21-17 dan melangkah ke semifinal.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Peter Gade Kubur Mimpi Taufik

Posted by febrikusuma on March 13, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Taufik Hidayat harus mengubur mimpinya untuk meraih gelar pertama di turnamen klasik All England Super Series. Langkah unggulan keempat ini terhenti di perempat final, karena dia menyerah 22-20, 20-22, 20-22 dari pemain veteran Denmark Peter Hoeg Gade dalam duel berdurasi 81 menit di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, Jumat (12/3/10) atau Sabtu (13/3/10) dini hari WIB.

Netting yang menyangkut net menjadi penghenti perjalanan Taufik di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini. Pengembalian yang tidak sempurna saat meladeni permainan net Peter Gade membuat lawannya yang berusia 33 tahun tersebut menapak ke semifinal, dan semakin dekat dengan ambisinya untuk menjadi juara lagi.

Hasil ini juga menjadi ulangan final All England 11 tahun silam. Waktu itu, Peter Gade menggagalkan usaha Taufik yang sampai sekarang belum pernah menjadi juara All England karena dia berhasil menjadi jawara karena memenangkan partai puncak tersebut.

Pada set pertama, duel berlangsung seru karena perolehan poin kedua pemain tidak terpaut jauh. Meskipun demikian, Peter Gade yang nyaris selalu memimpin dan lebih dulu meraih set point 20-19. Tetapi Taufik bisa mengejar dan meraih kemenangan setelah meraih tiga poin secara beruntun untuk mengakhiri set pertama dengan 22-20.

Di set kedua, Taufik tampaknya akan dengan mudah menyelesaikan pertandingan dan melangkah ke semifinal. Bagaimana tidak, peraih medali emas Olimpiade Athena tersebut langsung melejit untuk unggul 7-1, dan terus memimpin sampai skor 17-14. Sayang, selanjutnya perolehan poin Taufik tersendat sehingga Peter Gade bisa menyusul dan balik memimpin 20-18.

Pada poin kritis ini, Taufik bisa menambah dua angka untuk memaksa deuce. Tetapi, Peter Gade berhasil menyelesaikan set kedua ini dengan keunggulan 22-20, sekaligus memaksa rubber game.

Di set ketiga, Taufik lagi-lagi dengan cepat unggul jauh atas Peter Gade karena memimpin 5-0, dilanjutkan dengan 8-1. Tetapi, lagi-lagi ketenangan dan kesabaran Peter Gade membuat dia secara perlahan mendekati perolehan poin Taufik sampai bisa membalikkan keadaan menjadi 16-14. Taufik sempat mengejar, membuat perolehan poin mereka sangat ketat hingga deuce.

Dalam kedudukan 20-20, Peter Gade menambah satu angka untuk meraih match point, setelah forehand-nya dibiarkan oleh Taufik yang mengira bola keluar. Di sini, Taufik sempat melakukan protes dan terduduk lemas, karena menurutnya, bola pengembalian Peter Gade itu terlalu panjang. Tetapi wasit tetap pada pendiriannya, sehingga Peter Gade memperoleh keuntungan yang akhirnya dilengkapi dengan poin terakhir akibat netting Taufik yang tidak sempurna.

Di final, Peter Gade kemungkinan bertemu dengan Lee Chong Wei. Unggulan utama asal Malaysia itu akan memperebutkan tiket ke semifinal melawan pemain kualifikasi asal Korea Selatan Shon Wan Ho.

Dengan kegagalan Taufik, maka sudah tiga wakil Indonesia yang tersingkir di perempat final. Sebelumnya, ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa serta ganda putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari, sudah tersingkir.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Greysia/Meiliana Kalah Tragis dalam Drama 1 Jam 34 Menit

Posted by febrikusuma on March 13, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Greysia Polii/Meiliana Jauhari tersingkir secara tragis dalam drama berdurasi 1 jam 34 menit di perempat final turnamen bulu tangkis All England Super Series. Pada pertandingan di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, Jumat (12/3/10) atau Sabtu (13/3/10) dini hari WIB, pasangan Pelatnas Cipayung itu menyerah 23-25, 21-17, 17-21 dari pemain China Pan Pan/Tian Qing.

Ini menjadi akhir dari kisah perjalanan para pemain ganda putri Indonesia pada turnamen tertua di dunia tersebut, setelah Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda Maheswari tersingkir di babak kedua pada Kamis (11/3/10). Pasalnya, Greysia/Meiliana menjadi satu-satunya ganda putri Indonesia yang bertahan di perempat final.

Sedangkan bagi Pan/Tian, kemenangan ini membawa mereka ke semifinal untuk bertemu dengan kompatriotnya yang merupakan unggulan utama, Du Jing/Yu Yang. Dengan demikian, China kembali memastikan diri menuju final kejuaraan berhadiah 200.000 dollar AS ini, karena sebelumnya mereka juga sudah meloloskan satu wakil di nomor ganda campuran.

Duel Greysia/Meiliana vs Pan/Tian berlangsung sangat ketat dan alot karena hampir sepanjang pertandingan tiga set itu terjadi kejar-mengejar poin. Tak heran jika pertarungan tersebut memakan waktu lebih dari satu setengah jam.

Pada set pertama, kendali permainan berada di tangan Greysia/Meiliana. Sejak awal, pasangan Indonesia tersebut memimpin hingga kedudukan 8-4. Sayang, perolehan poin mereka mulai tersendat karena Pan/Tian mulai bangkit untuk mengejar sampai menyamakan skor menjadi 9-9. Selanjutnya, terjadi saling kejar poin, sebelum Greysia/Meiliana kembali memimpin dengan selisih tiga poin dalam kedudukan 18-15.

Tersisa tiga angka untuk memenangkan set pertama ini, Greysia/Meiliana justru tertekan sehingga lawan bisa menyusul untuk menyamakannnya menjadi 19-19. Meskipun demikian, Greysia/Meiliana berhasil meraih set point ketika skor 20-19. Tetapi, satu angka terakhir itu tak mampu diraih, sehingga Pan/Tian bisa memaksa deuce yang akhirnya dimenangkan dengan 25-23.

Di set kedua, Pan/Tian hampir selalu unggul dalam pengumpulan poin. Pasangan China tersebut sempat memimpin dengan selisih empat poin saat kedudukan 14-10. Tetapi Greysia/Meiliana bisa keluar dari tekanan untuk menyamakan skor menjadi 15-15, 16-16 dan 17-17. Setelah itu, Greysia/Meiliana bisa meraup empat poin untuk memenangkan set kedua dengan 21-17, sekaligus memaksa rubber game.

Pada set penentuan, duel berlangsung ketat sejak awal. Dua pasangan ini saling bergantian untuk memimpin dengan selisih terjauh adalah dua poin. Tetapi selepas kedudukan 13-13, Pan/Tian mulai melebarkan jarak dan tak mampu dikejar lagi oleh Greysia/Meiliana, yang akhirnya menyerah 17-21 dan gagal melangkah ke semifinal.

Kegagalan Greysia/Meiliana ini membuat Indonesia belum mampu meloloskan wakilnya ke semifinal. Sebelumnya, ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa yang merupakan unggulan delapan, juga tersingkir di babak ini setelah kalah dari pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Chen Jin tersingkir

Duel ketat juga terjadi di sektor tunggal putra saat unggulan ketiga dari China, Chen Jin, bertemu dengan pemain non unggulan asal Jepang Kenichi Tago. Dalam pertarungan berdurasi 1 jam 18 menit tersebut, Kenichi membuat kejutan kerana berhasil menyingkirkan Chen Jin setelah menang 22-20, 19-21, 21-13.

Ini menjadi sebuah prestasi terbaik Kenichi, karena berhasil mengalahkan salah satu tunggal putra terbaik China. Perjuangan kerasnya membuahkan hasil yang sangat manis, karena dia berhasil menorehkan sejarah untuk pertama kalinya menembus semifinal All England.

Namun perjuangan berat kembali menanti Kenichi. Di semifinal, dia dipastikan kembali bertemu dengan pemain China, karena akan terjadi pertarungan sesama pemain dari “negeri Tirai Bambu” tersebut, yaitu unggulan keenam Bao Chunlai melawan unggulan kedua yang berstatus juara bertahan, Lin Dan, untuk memperebutkan tiket ke babak empat besar.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Hendra AG/Vita Gagal ke Semifinal

Posted by febrikusuma on March 13, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Ganda campuran Indonesia Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa gagal melangkah ke semifinal turnamen bulu tangkis All England Super Series. Unggulan delapan ini harus mengakui kehebatan pasangan China yang lolos dari kualifikasi, Zhang Nan/Zhao Yunlei, yang menang 21-16, 21-18 dalam partai perempat final di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, Jumat (12/3/10) atau Sabtu (13/3/10) dini hari WIB.

Keberhasilan Zhang/Zhao, yang lebih dulu menyingkirkan kompatriotnya yang merupakan unggulan utama Zheng Bo/Ma Jin sebelum maju ke perempat final ini, membuat China sudah pasti meloloskan satu wakil ke final ganda campuran. Pasalnya, di semifinal, Sabtu (13/3), Zhang/Zhao akan menghadapi rekan mereka yang baru akan saling “membunuh”, He Hanbin/Yu Yang (unggulan 4) atau Tao Jiaming/Zhang Yawen (unggulan 6).

Dalam duel berdurasi 37 menit tersebut, Hendra AG/Vita hanya mampu tampil impresif di awal pertandingan, karena mantan pasangan Pelatnas Cipayung tersebut selalu memimpin perolehan poin. Pada set pertama, Hendra AG/Vita sempat memimpin 9-5. Tetapi, mereka tak mampu mempertahankan keunggulan itu karena Zhang/Zhao bisa menyusul setelah meraih lima poin secara beruntun.

Sempat terjadi kejar-mengejar poin hingga kedudukan 13-13, Zhang/Zhao langsung melejit dengan raihan empat poin untuk memimpin 17-13, hingga mengakhiri set pertama dengan skor 21-16.

Di awal set kedua, Hendra AG/Vita kembali memimpin hingga 5-2, sebelum dikejar hingga kedudukan menjadi 5-5. Setelah itu, pertarungan berlangsung alot dan ketat karena terjadi kejar-mengejar angka. Hendra AG/Vita kembali memimpin dengan selisih dua angka ketika unggul 16-14.

Namun, lagi-lagi Zhang/Zhao bisa menyusul dan perolehan poin berlangsung ketat. Sempat tertinggal 17-18, Zhang/Zhao bisa bangkit dan meraup empat poin terakhir untuk memastikan diri meraih tiket ke semifinal setelah menang 21-18.

Dengan demikian, Indonesia tinggal berharap kepada pasangan Pelatnas Cipayung Nova Widianto/Liliyana Natsir. Unggulan kedua ini akan menghadapi pasangan Inggris Nathan Robertson/Jenny Wallwork, untuk memperebutkan tiket semifinal turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini.

Posted in Super Series | Leave a Comment »