Badminton Lovers

Badminton is My Life

Peter Gade Ingin Ulangi Final 11 Tahun Silam

Posted by febrikusuma on March 12, 2010

BIRMINGHAM, KOMPAS.com — Peter Hoeg Gade masih memiliki mimpi di turnamen bulu tangkis All England Super Series. Meskipun sudah berusia 33 tahun, pemain Denmark tersebut tetap bertekad meraih gelar di turnamen paling tua di dunia tersebut.

Saat ini Peter sudah menapaki babak perempat final—merupakan yang ketujuh kalinya. Tunggal putra Denmark tersebut lolos setelah kemarin menaklukkan Simon Santoso, 24-22, 21-18, dan akan bertemu Taufik Hidayat.

Duel dengan Taufik ini merupakan ulangan final All England 11 tahun silam, dan Peter ingin mengulangi kisah indah tersebut.

“Ini pertandingan final pada tahun 1999. Makanya, ini adalah pertandingan besar…,” kata Peter yang menjadi unggulan kelima.

Menghadapi Simon, Peter sempat kewalahan di awal pertandingan karena Simon bermain kreatif dan sabar hingga memimpin 15-9. Namun, Peter bisa bangkit dan mengejar untuk menang.

Mantan juara itu masih harus menyelamatkan satu game point pada kedudukan 20-19, untuk menang di set pertama. Setelah itu, dia mendominasi pertandingan set kedua dan berhasil meraih tiket perempat final.

“Tentu saja ini pertandingan yang lebih ketat dari yang saya inginkan. Tetapi itulah yang saya perkirakan,” kata Peter.

“Simon adalah pemain yang bagus dan pada hari-hari terbaiknya ia bisa bermain sangat baik dan itulah yang ia lakukan hari ini sehingga saya harus bermain sebaik mungkin.”

Sementara itu, Taufik maju dengan kemenangan 21-18, 21-14 atas Andrew Smith,
pemain Inggris yang kadang-kadang menjadi lawan latih tanding di
Kuala Lumpur Racket Club.

“Persiapan saya bagus dan bagi saya itu pertandingan yang mudah dan saya bisa mengendalikan pertandingan,” kata unggulan keempat yang juga juara Olimpiade Athena 2004 itu.

“Saya akan santai dan berpikir mengenai strategi untuk pertandingan berikutnya dan mudah-mudahan bermain sebagus hari ini.”

Jika itu terjadi, Peter Gade, yang kalah dua game langsung pada pertemuan mereka di perempat final tahun lalu, akan kembali kesulitan.

Lin Dan belum terbendung

Dari partai lain, juara bertahan dan juara Olimpiade Beijing 2008, Lin Dan, belum terbendung. Unggulan kedua ini juga mencapai perempat final setelah menang 21-14, 21-18 atas pemain Malaysia Muhammad Hafiz Hashim, mantan juara All England.

Keberhasilan Lin Dan membuat China menyudahi pertandingan babak kedua dengan tiga pemain di perempat final tunggal putra—seluruhnya berada di bagian bawah bagan pertandingan—dan lima pada tunggal putri, meski salah satunya mewakili Hongkong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: