Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for October 24th, 2009

Simon dan Sony ke Semifinal Denmark Terbuka

Posted by febrikusuma on October 24, 2009

Odense, Denmark (ANTARA News) – Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso melaju ke semifinal Denmark Terbuka Super Series, setelah mengalahkan lawan-lawan mereka di perempat final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS di Odense Idraets Park, Odense, Denmark, Jumat malam waktu setempat.

Sony yang mendapat dukungan dari sang istri Gading Safitri merasa yakin akan dapat menjuarai Denmark Terbuka Super Series setelah diperempatfinal mengalahkan pemain India Chetan Anand dengan skor 21-17 21-14.

Pada babak semifinal Sony berhadapan dengan pemain Jerman Marc Zwiebber yang mengalahkan pemain China Chen Long 21-16 21-13.

Sony usai pertandingan kepada koresponden Antara London mengatakan bahwa ia berusaha menyerang lawannya, meskipun ia sempat tertinggal jauh namun akhirnya ia cepat bangkit dan berhasil mengalahkan pemain India itu.

Diakuinya ia berusaha menekan permainan Chetan dan bahkan tidak memberikan kesempatan kepada pemain India itu. “Saya berusaha terus menekan,” ujar pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 7 Juli 1984 tersebut.

Sementara unggulan kelima Simon Santoso maju ke semifinal setelah mengalahkan pemain India lainnya Gurusaidutt R. M. V dua game langsung 21-17 21-15 dan di semifinal akan menghadapi pemain tuan ruah unggulan ketujuh Jan O Jorgensen yang mengalahkan seniornya Peter Hoeg Gade.

Peter Gade, yang menjadi unggulan pertama dan merupakan juara bertahan itu harus mengakui keunggulan rekan senegara yang muda dengan rubber game 7-21 21-17 21-16.

Kemenangan Simon, semifinalis Jepang Terbuka Super Series bulan lalu, menyusul Sonny membuka peluang terciptanya all-Indonesian final Denmark Terbuka Super Series turnamen berhadiah 200.000 dolar AS itu.

Simon mengakui bahwa ia bermain hati-hati pada pertemuan pertamanya dengan pemain India itu, namun setelah mengetahui permainan lawannya akhirnya ia dapat menyelesaikan pertandingan dengan dua game langsung 21-17 21-15.

Pada game pertama sempat terjadi kejar-mengejar poin sampai pada skor 17-17, namun akahirnya Simon berhasil mengalahkan Gurusaidutt.

Selanjutnya Simon akan berhadapan dengan pemain tuan rumah Jan O Jorgensen yang di Indonesia terbuka berhasil dikalahkan, meskipun dengan permainan yang sangat ketat.

“Saya harap bisa mengalahkannya juga dalam pertandingan semifinal besok,” ujar Simon yang sempet dikejar dua gadis kecil Julie dan Julie Ormanstrup yang berusia 12 tahun. “Saya mempunyai photo Simon yang besar di kamar,” aku gadis remaja belia itu.

Selain Sony dan Simon pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan juga melaju ke semifinal mengalahkan unggulan delapan asal Cina Guo Zhengdong/Xu Chen 21-17 22-20. Kido/Hendra diharapkan mampu mempertahankan gelar di ajang tersebut.

Sementara itu pemain Indonesia lainnya dua ganda campuran, unggulan pertama Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita, serta ganda putri Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari dan tunggal putri Adriyanti Firdasari langkahnya terhenti di perempat final.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Firdasari Akui Keunggulan Tine Rasmussen

Posted by febrikusuma on October 24, 2009

Odense, Denmark (ANTARA News) – Tunggal putri Indonesia Adriyanti Firdasari harus mengakui keunggulan pebulutangkis tuan rumah, Tine Rasmussen, yang mengalahkannya dengan skor 21-11, 13-21, 21-15, dalam perempat final Denmark Terbuka Super Series di Odense Idraets Park, Odense, Denmark, Jumat sore.

Firda sapaan akrab Firdasari, di babak pertama sempat unggul 21-11 pada turnamen berhadiah 200.000 dollar AS itu, sebelumnya akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya yang mendapat dukungan masyarakat kota Odense.

“Di set pertama Tine memang banyak melakukan kesalahan sendiri,” aku Firda kepada koresponden Antara London.

Firda sempat unggul di babak pertama, namun di babak kedua Tine mulai mendapatkan permainannya.

Di babak kedua dia banyak menyerang saya, ujar juara New Zealand Open 2005, dan meraih perak tunggal putri SEA Games 2007, serta emas beregu putri SEA Games 2007 itu.

“Di babak kedua dan ketiga Tine memang banyak mengatur permainan. Saya selalu mendapat bola yang sulit,” ujar Firdasari yang berasal dari Klub Jaya Raya Jakarta dan menjadi harapan Indonesia sebagai satu satunya tunggal putri Indonesia.

“Seharusnya bila menghadapi Tine, saya harus melewati bolanya,” ujar putri pasangan Adnan dan Farida Hanim itu yang menyebut bahwa pemain tuan rumah yang menjadi juara All England itu berpostur tubuh yang cukup tinggi.

Diakuinya memang tidak mudah melawan juara All England itu apalagi Tine mendapat dukungan dari masyarakat kota Odense, yang setiap kali jumpa Tine selalu rubber set. Seperti di Korea juga rubber set, dan Firda juga kalah darinya.

“Seharusnya dia tidak perlu ragu dalam mengembalikan umpan dari Tine, seharusnya diliwati dan jangan tanggung tanggung. Di situnya saya yang kurang bias melewati,” kata Firda lagi yang berharap di Paris Open dia dapat mengalahkan pemain Denmark itu.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Sony ke Semifinal

Posted by febrikusuma on October 24, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Sony Dwi Kuncoro semakin mendekati impiannya untuk meraih sukses di Denmark Terbuka Super Series. Tunggal utama Pelatnas Cipayung ini maju ke semifinal setelah menang straight set 21-17 21-14 atas pemain India Chetan Anand, Jumat (23/10), di Odense Idraets Park.

Di semifinal, Sabtu (24/10), Sony yang merupakan unggulan kedua di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini akan bertemu dengan pemenang antara unggulan delapan asal China Chen Long dan pemain Jerman Marc Zwiebler.

Dengan keberhasilan Sony ini, maka untuk sementara sudah ada dua wakil dari Tanah Air yang maju ke babak empat besar. Sebelumnya, ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan, yang merupakan juara bertahan, juga sudah memastikan diri maju ke semifinal.

Masih ada tiga wakil Indonesia yang sedang berjuang meraih babak empat besar. Mereka adalah tunggal putra Simon Santoso (unggulan 5), ganda putri Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (3), dan ganda campuran Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita (8).

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Simon Lolos, Buka Jalan All-Indonesian Final

Posted by febrikusuma on October 24, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Simon Santoso membuka peluang untuk terciptanya all-Indonesian final Denmark Terbuka Super Series. Tunggal putra yang menjadi unggulan kelima di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini maju ke semifinal usai menaklukkan pemain India Gurusaidutt R. M. V dengan straight set 21-17 21-….., Jumat (23/10) malam waktu setempat, di Odense Idraets Park.

Selanjutnya, di babak empat besar, Sabtu (24/10), Simon yang merupakan semifinalis Jepang Terbuka Super Series pada bulan lalu, akan menghadapi unggulan ketujuh Jan O Jorgensen. Pemain Denmark ini lolos setelah mengalahkan kompatriotnya yang menjadi unggulan pertama dan merupakan juara bertahan, Peter Hoeg Gade dengan rubber set 7-21 21-17 21-16

Lolosnya Simon ini membuat selangkah lagi Indonesia menempatkan dua wakilnya di partai puncak, karena Sony Dwi Kuncoro juga meraih tiket ke semifinal. Akan tetapi, untuk menciptakan final yang tentunya menjadi idaman seluruh pecinta bulu tangkis di Tanah Air, baik Simon maupun Sony yang merupakan unggulan kedua, harus bisa mengalahkan lawan mereka di semifinal ini.

Dengan demikian, Indonesia hanya meloloskan tiga dari tujuh wakilnya yang tampil di babak delapan besar ini, yaitu dua tunggal putra Simon dan Sony, serta ganda putra yang sedang merajut asa untuk mempertahankan gelar ini, Markis Kido/Hendra Setiawan. Sedangkan empat wakil yang gagal adalah dua ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita, ganda putri hendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari dan tunggal putri Adriyanti Firdasari.

Duel Simon dan Gurusaidutt ini hanya berlangsung ketat di set pertama karena terjadi kejar-mengejar poin sampai skor 17-17. Tetapi setelah itu, Simon yang di Jepang Terbuka menumbangkan sejumlah pemain top seperti pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei (Malaysia) dan Sony Dwi Kuncoro–sebelum ditaklukkan Taufik Hidayat di semifinal–meraup empat poin terakhir untuk menang 21-17.

Di game kedua, performa Gurusaidutt jauh menurun. Pemain India ini hanya bisa tampil maksimal sampai unggul 5-4, karena setelah itu Simon melejit dengan perolehan delapan poin secara beruntun untuk unggul 12-5.

Selanjutnya, Simon yang mengontrol jalannya pertandingan sempat kendor sehingga Gurusaidutt bisa memangkas jarak menjadi hanya tertinggal 12-14. Setelah itu, Simon kembali bermain agresif untuk meraih lima poin lagi sehingga unggul 19-12, sebelum menutupnya dengan skor akhir 21-15 dan maju ke semifinal.

Hasil perempat final Denmark Terbuka Super Series (khusus pemain Indonesia)

– Tunggal putra
(2) Sony Dwi Kuncoro vs (6) Chetan Anand (India)     21-17 21-14
(5) Simon Santoso vs Gurusaidutt R. M. V. (India)     21-17 21-15

– Tunggal putri
(2) Tine Rasmussen (Denmark) vs (7) Adriyanti Firdasari     11-21 21-13 21-15

– Ganda putra
(1) Markis Kido/Hendra Setiawan vs (8) Guo Zhendong/Xu Chen (China)     21-17 22-20

– Ganda putri
Shizuka Matsuo/Mami Naito (Jepang) vs (3) Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari        21-18 21-18

– Ganda campuran
(6) Tao Jiaming/Zhang Yawen (China) vs (1) Nova Widianto/Liliyana Natsir    10-21 21-17 21-13
(2) Joachim Fischer/Christinna Pedersen (Denmark) vs (8) Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita    21-19 21-12

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Ganda Campuran dan Ganda Putri Indonesia Habis!

Posted by febrikusuma on October 24, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Pupuslah harapan Indonesia untuk meraih gelar di nomor ganda campuran turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka Super Series. Setelah unggulan utama Nova Widianto/Liliyana Natsir tersingkir, kini giliran unggulan kedelapan Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita, yang harus angkat kaki dari kejuaraan berhadiah 200.000 dollar AS tersebut.

Pada perebutan tiket semifinal, Jumat (23/10), Devin/Lita menyerah dua set langsung 19-21 12-21 dari pasangan tuan rumah Joachim Fischer/Christinna Pedersen. Artinya, habislah wakil Indonesia di nomor ini. Sedangkan bagi Fischer/Pedersen yang merupakan unggulan kedua, kesuksesan tersebut membuat mereka tetap memelihara peluang untuk mempertahankan gelar, dan selanjutnya akan menghadapi pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk.

Di set pertama, Devin/Lita memberikan perlawanan yang seimbang sehingga terjadi pertarungan yang ketat dan seru. Setelah tertinggal di awal pertandingan, pasangan Indonesia ini mampu mengejar dan balik unggul 14-21.

Tetapi setelah itu, perolehan poin Devin/Lita tertahan sedangkan Fischer/Pedersen bisa menambah lima poin secara beruntun untuk unggul 17-14. Kemudian, Devin/Lita bisa mengejar dan menyamakan skor menjadi 19-19. Sayang, di angka kritis ini Devin/Lita gagal meraih poin sehingga mereka menyerah 19-21.

Di set kedua, Devin/Lita tak berdaya menahan gempuran pasangan tuan rumah tersebut. Sempat mengejar untuk menyamakan skor menjadi 4-4, performa Devin/Lita tak membaik sehingga mereka semakin jauh tertinggal, apalagi setelah Fischer/Pedersen menambah enam poin beruntun untuk unggul 16-8.

Di angka tersisa, Devin/Lita berusaha memberikan perlawanan untuk membuka harapan meraih kemenangan dan memaksa rubber game. Tetapi usaha pasangan Pelatnas Cipayung ini tak menuai hasil, karena Fischer/Pedersen yang sudah berada di atas angin tak bisa dibendung untuk menang 21-12 dan lolos ke semifinal.

Ganda putri juga habis

Setali tiga uang dengan ganda campuran, nasib pemain Indonesia di sektor ganda putri pun demikian. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari yang menjadi satu-satunya wakil Tanah Air pada nomor ini di perempat final, gagal melewati adangan pasangan Jepang Shizuka Matsuo/Mami Naito.

Dalam pertarungan selama 43 menit, Shendy/Meiliana yang merupakan unggulan ketiga menyerah 18-21 18-21 dari pasangan Jepang yang tidak diunggulkan tersebut.

Di awal pertandingan, Shendy/Meiliana tampil cukup bagus karena mampu memimpin jalannya pertandingan. Bahkan, pasangan Pelatnas ini memiliki peluang untuk menang ketika sudah unggul 18-16. Sayang, mereka gagal memanfaatkan kesempatan itu dan sebaliknya Matsuo/Naito yang melejit dengan perolehan lima poin secara beruntun untuk memenangkan set pertama.

Pada set kedua, performa Shendy/Meiliana agak menurun. Ini membuat pasangan Jepang dengan cepat melaju dan terus memimpin perolehan poin hingga akhirnya menang 21-18 dan maju ke semifinal.

Dengan kegagalan Devin/Lita serta Shendy/Meiliana, maka secara keseluruhan ada empat wakil Indonesia yang tersingkir di perempat final. Sebelumnya, tunggal putri Adriyanti Firdasari serta ganda campuran Nova/Liliyana, sudah lebih dulu menyerah dari lawan-lawannya.

Sedangkan yang bertahan dan lolos ke semifinal adalah tunggal putra Sony Dwi Kuncoro serta ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan. Harapan masih tersisa di satu wakil lagi, yakni tunggal putra Simon Santoso yang masih sedang bermain untuk memperebutkan tiket ke semifinal.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Ke Semifinal, Kido/Hendra Pelihara Peluang Juara Lagi

Posted by febrikusuma on October 24, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Ganda putra Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan terus memelihara peluang untuk mempertahankan gelar juara Denmark Terbuka Super Series. Pasangan nomor satu dunia itu memastikan diri maju ke semifinal setelah menang straight set 21-17 22-20 atas ganda putra China Guo Zhendong/Xu Chen, Jumat (23/10), di Odense Idraets Park.

Di babak empat turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Sabtu (24/10), Kido/Hendra yang bulan lalu menjadi juara Jepang Terbuka Super Series, akan bertemu pemenang duel unggulan ketiga dari Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dengan pasangan Inggris Chris Adcock/Robert Blair. Mereka juga menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk meraih gelar di nomor ganda putra, karena rekan-rekannya yang lain sudah tersingkir.

Kido/Hendra tampil agak lamban di awal pertandingan, sehingga mereka selalu tertinggal dalam pengumpulan angka. Tetapi setelah tertinggal 8-10, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini mengamuk dan menyapu 12 poin secara beruntun untuk unggul 20-10, sebelum “memberikan” tujuh poin kepada lawan dan akhirnya menang 21-17.

Di set kedua, pertarungan berlangsung ketat dan seru. Zhendong/Chen berusaha bangkit dan bermain lebih agresif untuk menyamakan skor. Sementara itu, Kido/Hendra yang selalu bermain agresif ini pun memberikan perlawanan yang gigih, sehingga terjadi kejar-mengejar poin.

Kido/Hendra memiliki kesempatan untuk menyudahi pertandingan lebih awal ketika unggul 20-19. Tetapi pasangan China bisa menyamakannya dan memaksa deuce. Dalam situasi kritis ini, Kido/Hendra bermain lebih tenang sehingga mereka bisa menambah dua poin untuk unggul 22-20, sekaligus memastikan diri maju ke semifinal.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Firdasari dan Nova/Liliyana Gagal ke Semifinal

Posted by febrikusuma on October 24, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Para pemain Indonesia mulai berguguran di perempat final Denmark Terbuka Super Series. Di partai awal babak delapan besar turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Jumat (23/10) di Odense Idraets Park, dua wakil dari Tanah Air sudah tersingkir, yaitu ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir dan tunggal putri Adriyanti Firdasari.

Baik Nova/Liliyana maupun Firdasari kalah dalam pertarungan tiga set berdurasi 45 menit. Mereka juga sama-sama meraih kemenangan di set pertama, tetapi gagal mempertahankan momentum untuk maju ke semifinal.

Nova/Liliyana yang merupakan unggulan pertama, mengawali pertandingan melawan Tao Jiaming/Zhang Yawen, dengan sangat bagus dan meyakinkan. Mereka langsung unggul 5-0 sebelum disamakan menjadi 5-5, dan kemudian melejit dengan cepat untuk menang 21-10.

Tapi di set kedua, pasangan China yang merupakan unggulan keenam ini bangkit dan tampil lebih agresif. Alhasil, mereka yang mengendalikan jalannya permainan dan perolehan poinnya tak pernah terkejar sampai menang 21-17 untuk memaksa rubber game.

Pada set penentuan, Tao/Zhang yang mendominasi. Nova/Liliyana hanya mampu memberikan perlawanan maksimal sampai kedudukan 8-8, karena setelah itu ganda campuran nomor satu Pelatnas Cipayung tersebut jauh tertinggal, sampai akhirnya menyerah 13-21 dan gagal ke babak empat besar.

Dengan demikian, di sektor ganda campuran ini Indonesia tinggal berharap kepada Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita, yang akan bertemu unggulan kedua dari Denmark Joachim Fischer/Christinna Pedersen.

Tunggal putri habis

Di sektor tunggal putri, Firdasari harus memupus impiannya untuk meraih prestasi terbaik di turnamen ini. Satu-satunya tunggal putri Indonesia yang tampil di sini, harus mengakui kehebatan pemain tuan rumah yang merupakan unggulan kedua, Tine Rasmussen.

Firdasari yang merupakan unggulan tampil sangat bagus di set pertama. Selepas skor 2-2, dia terus mengungguli Rasmussen, dan bahkan setelah kedudukan 10-7, Firdasari bisa menambah delapan poin secara beruntun untuk unggul 18-7 sampai akhirnya menang 21-11.

Tapi di set kedua, Firdasari tak mampu membendung Rasmussen. Kali ini giliran mantan pemain nomor satu dunia tersebut yang menguasai jalannya pertandingan untuk menang 21-13 sehingga terjadi rubber game untuk menentukan siapa yang ke semifinal.

Di set penentuan ini, Firdasari tak mampu bangkit. Sempat memimpin 4-1, perolehan poinnya tertahan sampai Rasmussen bisa menyamakannya menjadi 4-4 dan balik unggul 6-5. Setelah itu, pemain tuan rumah tersebut melaju dengan kencang hingga akhirnya menang 21-15 dan maju ke semifinal untuk bertemu pemain Perancis Yao Jie, yang menyingkirkan pemain Bulgaria yang merupakan unggulan keenam, Petya Nedelcheva.

Dengan demikian, Indonesia sudah kehilangan wakil di nomor tunggal putri, karena Firdasari merupakan satu-satunya pemain yang dikirim untuk tampil di turnamen ini.

Posted in Super Series | Leave a Comment »