Badminton Lovers

Badminton is My Life

Archive for October 22nd, 2009

BWF WORLD SUPER SERIES – DENMARK OPEN 2009: Youngsters steal the show

Posted by febrikusuma on October 22, 2009

As often after an Olympic year, new players are coming in and this year’s Denmark Open showed some of tomorrow’s talents, and there are some promising players from Denmark, Ireland and India.

Qualifying rounds are always the best time to see old names… and new ones. Amongst the former top players, Anne Marie Pedersen, Sune Gavnholt and Kasper Oedum, for instance, tried their luck in Tuesday’s qualifying rounds but only Gavnholt managed to get his ticket to the main draw.

As a symbol of the generation battle, it was the new jewel of Denmark, Karina Jorgensen, who ended Anne Marie Pedersen’s run.

If Karina Jorgensen is clearly one of Denmark’s talented future players – she is the 2007 European junior champion, another couple of former junior champions shone in Odense. First, Sam Mc Gee, the current men’s double junior European champion, who qualified with his sister against the odds, beating England’s Andrew Ellis and Emma Mason.

He was close to making another upset when he and younger partner Tony Stephenson almost upset England’s Marcus Ellis and Peter Mills, going all the way to the third game and saving three match points –and wasting one -before bowing 23/25 in the decider.

Another bright prospect for the future lies in the hands of India’s R.M.V Gurusaidutt. The 19 year old showed some impressive badminton in his two victories of the day, first against his compatriot Ajay Jayaram, and then, against Raul Must of Estonia, who is amongst Europe’s most reliable shuttlers on the tour and top seed in the qualification draw.

But the youngster from Hyderabad showed determination and the mental strength to secure a win in three games after failing to convert a match point in the second game.

“I should have killed the shuttle then, but I thought it was out but then it landed in. It’s a shame I couldn’t win in straight games as he really made me work hard in the third game. It was good that I took a lead before switching sides, but then he caught back at 17/17. I was just lucky I could pull it home,” said the Indian.

He had more than luck to clinch the final victory 21/14 – 21/23 – 21/17 – he showed in Denmark that his bronze medal in the world junior championships in 2008 was no fluke.

“The level is now building up in India. As for myself, however, I mostly need to focus on my training schedule – I’m in the middle of a six-week program and this event together with a local tournament will be my only remaining tournaments. My main focus is the National Senior Championships where I hope to do well and, in a longer term, maybe enter the top 20,” said Gurusaidutt who will take on Przemyslaw Wacha of Poland in Wednesday’s first round.

Before the competition started, there were some bad news for the locals – the spectators will not see their current world champions on stage : Thomas Laybourn injured himself in the knee during training and was forced to withdraw, leaving Denmark’s mixed doubles hopes on the shoulders of Camilla Pedersen and Joachim Fischer Nielsen, seeded second for this event.

They’ll be joined in the main draw by youngsters Mads Peter Kolding and Line Kruse, who won both their qualifying matches to play next Japan’s Hirokatsu Hashimoto/Mizuki Fujii. Another Japanese pair had to make it through to the big draw – Reiko Shiota and Shintaro Ikeda – they did it relatively easily and will take on a third Danish pair in a row in the name of Mads Conrad-Petersen/Anne Skelbaek.

( Source : http://www.internationalbadminton.org )

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Harapan Taufik kepada Andi Mallarangeng

Posted by febrikusuma on October 22, 2009

JAKARTA, Kompas.com — Menteri Negara Pemuda dan Olahraga yang baru, Andi Alfian Mallarangeng, diharapkan lebih memerhatikan nasib atlet, baik ketika masih aktif maupun setelah pensiun.

Mantan pebulu tangkis nasional, Taufik Hidayat, di Jakarta, Rabu (21/10), menyampaikan keyakinannya bahwa prestasi olahraga Indonesia akan semakin terpuruk jika pemerintah tidak secara total memikirkan atlet setelah pensiun. “Pada masa sekarang akan semakin sedikit orang yang mau menjadi atlet karena masa depannya tidak pasti, padahal mereka harus mengorbankan masa mudanya untuk berlatih keras menjadi atlet,” kata peraih medali emas Olimpiade Athena itu.

Ia mencontohkan dirinya sendiri yang diberi pilihan oleh orangtuanya saat duduk di kelas 1 SMA apakah akan memilih menjadi atlet atau melanjutkan sekolah. Taufik mengatakan, ia harus meyakinkan orangtuanya bahwa ia bisa hidup dari olahraga sebelum mendapat restu untuk menjadi atlet.

“Seandainya pemerintah bisa meminta satu perusahaan nasional untuk memberikan pensiun bagi satu saja atlet berprestasi, saya rasa akan banyak anak muda yang ingin menjadi atlet,” katanya seraya mengambil contoh rekannya, pebulu tangkis Malaysia Lee Chong Wei, yang sudah dijamin masa pensiunnya meskipun hanya meraih medali perak Olimpiade Beijing.

Taufik mengakui, apa yang dilakukan Menegpora sebelumnya, Adhyaksa Dault, dengan memberi rumah dan peluang menjadi PNS bagi atlet berprestasi adalah satu terobosan yang bagus. Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua atlet bisa menjadi karyawan.

Berbeda dengan Taufik, pebulu tangkis yang belum setahun masuk Pelatnas Cipayung, Fran Kurniawan, berharap pemerintah lebih banyak memberi kesempatan atlet muda bertanding. “Karena kami sudah mengorbankan segalanya, yang kami harapkan sebagai atlet adalah dukungan dana dari pemerintah agar atlet-atlet muda mendapat kesempatan bertanding lebih banyak,” kata Fran yang sedang berlaga dalam turnamen Super Series Denmark Terbuka.

Ia mengaku sedih karena sering menghadapi kenyataan beberapa atlet harus batal bertanding ke luar negeri akibat keterbatasan dana. Pembatalan berangkat juga hampir dialami atlet yang berlaga di Denmark Terbuka meskipun akhirnya jumlah pelatih yang dikurangi sehingga semua atlet yang dipersiapkan tetap berangkat.

Pada Denmark Terbuka yang berlangsung di Odense, 20-25 Oktober, itu tim Indonesia hanya didampingi dua pelatih, pelatih tunggal putra, Davis Efraim, dan ganda campuran, Yanti Kusmiati. Hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya karena biasanya dalam turnamen super series, setiap nomor yang diikuti selalu didampingi pelatih.

Posted in nasional | Leave a Comment »

Sony Berjuang Keras, Kido/Hendra Mulus

Posted by febrikusuma on October 22, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Sony Dwi Kuncoro harus melewati pertarungan tiga set untuk maju ke babak kedua Denmark Terbuka Super Series. Unggulan kedua ini membutuhkan waktu 49 menit ketika melawan pemain Belanda Dicky Palyama, sebelum menang 21-14 15-21 21-9, Kamis (22/10) dini hari WIB di Odense Idraets Park.

Selanjutnya, Sony akan bertemu dengan Petr Koukal. Pemain Republik Ceko tersebut maju ke babak kedua turnamen berhadian 200.000 dollar AS ini setelah menang 21-14 21-19 atas pemain Denmark yang tampil di babak utama melalui kualifikasi, Christian Lind Thomsen.

Sukses Sony ini melengkapi keberhasilan Simon Santoso yang lolos usai menaklukkan pemain Jepang Sho Sasaki. Dengan demikian, dua tunggal putra Indonesia yang tampil di Denmark Terbuka ini masih memelihara peluangnya untuk meraih gelar.

Kido/Hendra menang mudah

Sementara itu dari nomor ganda putra, pasangan nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan masih terlalu tangguh bagi pemain Polandia Michal Logosz/Robert Mateusiak. Dalam pertarungan berdurasi 27 menit, unggulan utama yang bulan lalu juara Jepang Terbuka Super Series ini menang 21-17 21-13.

Di babak kedua nanti, Kido/Hendra Chris Langridge/Robin Middleton. Pasangan tuan rumah ini lolos setelah menyingkirkan kompatriot mereka, Marcus Ellis/Peter Mills, melalui pertarungan tiga set yang berakhir 16-21 22-20 21-13.

Selain tiga wakil tersebut, pada babak pertama turnamen ini Indonesia juga meloloskan beberapa pemainnya. Satu-satunya tunggal putri Indonesia Adriyanti Firdasari lolos ke babak kedua usai menang atas pemain Swedia Sophia Hansson.

Kemenangan juga diraih dua ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano serta Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan. Sementara itu unggulan unggulan kelima Hendra Aprida Gunawan/Alvent Yulianto Chandra masih bertarung melawan pasangan tuan rumah Rasmus Bonde/Simon Mollyhus.

Di sektor ganda campuran, unggulan pertama Nova Widianto/Liliyana Natsir tak kesulitan lolos ke babak kedua setelah menang straight set atas pasangan gado-gado Teik Chai Gan (Malaysia)/Anastasia Russkikh (Rusia). Langkah serupa juga diukir unggulan kelima Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa yang menang dua set langsung atas pasangan Selandia Baru Henry Tam/Donna Haliday.

Sementara itu, Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita, menjadi pemenang duel sesama pemain Pelatnas melawan Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet. Devin/Lita yang merupakan unggulan delapan menang straight set.

Hari Kamis ini, dua ganda putri Indonesia yang mendapat bye juga akan bertarung memperebutkan tiket ke babak ketiga. Unggulan ketiga Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari bertemu pasangan Denmark Maria Helsbol/Anne Skelbaek dan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang merupakan unggulan keempat, ditantang pasangan Macau Zhang Dan/Zhang Zhibo.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Simon Lolos, Devin/Lita Singkirkan Fran/Pia

Posted by febrikusuma on October 22, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Simon Santoso meretas jalan meraih sukses di Denmark Terbuka Super Series. Tunggal putra Indonesia yang menjadi unggulan kelima ini maju ke babak kedua setelah menang straight set 21-17 21-16 atas pemain Jepang Sho Sasaki di Odense Idraets Park, Rabu (21/10).

Selanjutnya, Kamis (22/10), Simon yang bulan lalu menjadi semifinalis Jepang Terbuka Super Series ini akan bertemu dengan Aravind Bhat. Pemain India ini lolos setelah bermain tiga set melawan pemain Inggris Carl Baxter, yang berakhir dengan skor 18-21 23-21 21-11.

Simon mengawali perjuangannya di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini dengan sangat meyakinkan karena di set pertama perolehan poinnya tak pernah terkejar. Simon sempat unggul 17-8, sebelum Sasaki berusaha mengejar dan memangkas jarak untuk mengubah skor menjadi 18-15. Tetapi setelah itu, tunggal nomor dua Pelatnas Cipayung ini kembali menambah poin untuk menang 21-17.

Di set kedua, Sasaki bangkit dan berhasil membuat kejutan karena sempat unggul 7-2. Tetapi Simon bisa mengatasi tekanan sehingga mampu menyamakan kedudukan menjadi 11-11, dan akhirnya menjadi pemenang dengan skor 21-16.

Devin/Lita bangkit, singkirkan Fran/Pia

Dari sektor ganda campuran yang mempertemukan sesama pemain Pelatnas, Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita keluar sebagai pemenang. Unggulan delapan ini menyingkirkan Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet dengan straight set 21-19 21-12.

Sebenarnya, pada set pertama Fran/Pia memiliki kesempatan terbaik untuk menang. Pasalnya, setelah melewati pertarungan alot di awal sampai skor 7-7, Fran/Pia dengan cepat mengumpulkan poin hingga unggul 18-11.

Sayang, pasangan non-unggulan ini tak mampu meraih tiga angka untuk menang. Malah sebaliknya, Devin/Lita yang bermain agresif sehingga mampu menyapu bersih tujuh poin setelah tertinggal 14-19 untuk menang 21-19.

Di set kedua, Devin/Lita tak terbendung lagi. Mereka mendominasi pertandingan dan selalu memimpin pengumpulan angka hingga akhirnya menang 21-12 dan berhak ke babak selanjutnya.

Besok, pasangan Pelatnas ini akan ditantang Hirokatsu Hashimoto/Mizuki Fujii. Pemain Jepang ini lolos setelah menang 21-16 21-18 atas pemain tuan rumah yang maju ke babak utama lewat kualifikasi, Mads Pieler Kolding/Line Kruse.

Dengan demikian, tiga ganda campuran Indonesia maju ke babak kedua. Sebelumnya, unggulan pertama Nova Widianto/Liliyana Natsir dan unggulan kelima Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa sudah meraih tiket tersebut.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Firdasari Lewati Adangan Pertama

Posted by febrikusuma on October 22, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Adriyanti Firdasari melewati adangan pertamanya di turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka Super Series. Dalam pertandingan di Odense Idraets Park, Rabu (21/10), satu-satunya tunggal putri Indonesia yang tampil di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini menang straight set 21-19 21-12 atas pemain Swedia Sophia Hansson.

Di babak kedua, Kamis (22/10), Firdasari yang merupakan unggulan ketujuh, akan menghadapi Elizabeth Cann. Pemain Inggris ini lolos setelah menang 21-15 21-13 atas pemain Skotlandia Susan Egelstaff.

Firdasari mendapat perlawanan gigih di set pertama. Bahkan dia nyaris kalah karena sempat tertinggal 9-14. Tetapi, secara perlahan Firdasari bangkit dan dengan cepat mengumpulkan poin untuk menyamakan skor menjadi 17-17. Setelah itu, dia melaju dan mengunci lawannya di angka 19.

Di set kedua, perlawanan Hansson menurun. Ini membuat Firdasari tak menemui hambatan besar, karena setelah kedudukan 9-9, dia melaju kencang sampai menang 21-12 untuk menyudahi perlawanan pemain Swedia tersebut.

Dengan demikian, sudah ada tiga wakil Indonesia yang lolos. Sebelumnya, dua ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano dan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, juga menang straight set atas lawan-lawan mereka.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Nova/Liliyana Masih Terlalu Perkasa

Posted by febrikusuma on October 22, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Unggulan pertama Nova Widianto/Liliyana Natsir maju ke babak kedua Denmark Terbuka Super Series setelah menang straight set 21-16 21-13 atas pasangan gado-gado Teik Chai Gan (Malaysia)/Anastasia Russkikh (Rusia), Rabu (21/10). Langkah serupa diikuti oleh pasangan Indonesia non-Pelatnas, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, yang juga menang dua set langsung 21-14 21-12 atas pasangan Selandia Baru Henry Tam/Donna Haliday.

Di babak kedua turnamen berhadian 200.000 dollar AS ini, Kamis (22/10), Nova/Liliyana akan bertemu pasangan Denmark Maria Ropke/Rasmus Bonde, yang menyingkirkan pasangan Jepang Noriyasu Hirata/Miyuki Maeda dengan 20-22 22-20 21-17. Sementara itu Hendra AG/Vita yang merupakan unggulan kelima, akan bertemu pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk yang mengalahkan kompatriotnya Wojciech Szkudlarczyk/Agnieszka Wojtkowska–Szkudlarczyk/Wojtkowska mundur saat tertinggal 0-3 di set pertama.

Dalam duel di Odense Idraets Park, Nova/Liliyana menunjukkan dominasinya karena sepanjang pertandingan mereka nyaris tak terkejar. Di set pertama Nova/Liliyana selalu unggul sejak angka pertama sampai menang 21-16. Di set kedua, Chai Gan/Russkikh hanya bisa menyamakan skor saat kedudukan 3-3, 4-4 dan 5-5, karena setelah itu Nova/Liliyana melaju kencang sampai unggul 21-13 dan menyudahi laga tersebut.

Kemenangan serupa juga ditoreh Hendra AG/Vita yang masih terlalu tangguh bagi lawannya. Di set pertama mantan pasangan Pelatnas ini langsung unggul 7-2, sebelum menang 21-14. Di set kedua, lawan hanya memberikan perlawanan maksimal di dua angka pertama untuk membuat skor 2-2, karena setelah itu Hendra AG/Vita dengan cepat melaju dan menang 21-12.

Masih ada dua pasangan Indonesia yang akan tampil di nomor ganda campuran ini, yaitu Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet dan unggulan kedelapan Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita. Sayang, dua pasangan Pelatnas ini harus saling “membunuh” untuk lolos ke babak kedua.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Bona/Ahsan dan Yonathan/Rian Menang Mudah

Posted by febrikusuma on October 22, 2009

ODENSE, KOMPAS.com – Dua ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Bona Septano dan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, melangkah ke babak kedua Denmark Terbuka Super Series. Dalam laga perdananya di Odense Idraets Park, Rabu (21/10), mereka menang straight set atas lawan-lawannya. Ahsan/Bona hanya perlu waktu 23 menit untuk menang 21-12 21-10 atas pasangan tuan rumah Martin Beyer/Michael Jensen, sedangkan Yonathan/Rian menaklukkan pasangan Jerman Michael Fuchs/Ingo Kindervater dengan 21-14 22-20. Di babak kedua besok, Ahsan/Bona bertemu pemenang duel OIiver Leydon-Davis/Henry Tam (Selandia Baru) vs unggulan keenam dari Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen dan Yonathan/Rian yang menjadi runner-up Jepang Terbuka Super Series, melawan pemenang Mikkel Elbjorn Larsen/Christian Skovgaard vs unggulan kedua dari Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Indonesia menyertakan empat pasangan di sektor ganda putra di mana tiga pasangan dari Pelatnas Cipayung, yakni Ahsan/Bona, Yonathan/Rian serta unggulan utama Markis Kido/Hendra Setiawan, yang akan melawan pasangan Polandia Michal Logosz/Robert Mateusiak. Satu pasangan lain adalah mantan pemain Pelatnas, Alven Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (unggulan 5), yang akan ditantang pasangan tuan rumah Rasmus Bonde/Simon Mollyhus. Selain di ganda putra, masih ada beberapa pemain Indonesia yang tampil di nomor tunggal putra yakni Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro, tunggal putri Adriyanti Firdasari serta ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir, Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet yang bertemu rekannya di Pelatnas Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita, serta pasangan mantan Pelatnas Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa.

Posted in Super Series | Leave a Comment »

Indonesia Andalkan Dua Ganda di Kejuaraan Dunia Junior

Posted by febrikusuma on October 22, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia mengandalkan dua ganda untuk meraih prestasi pada nomor perorangan Kejuaraan Dunia Junior yang berlangsung di Kedah, Malaysia, 23 Oktober – 1 November.

“Kita berharap pada nomor perorangan melalui pasangan Rendy Sugiarto/Angga Pratama dan Ni Made Claudia Ayu Wijaya/Della Destiara,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh di Jakarta, Rabu (21/10).

Rendy/Angga adalah pasangan yang meraih gelar pada Kejuaraan Asia Junior yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, sedangkan Claudia/Della adalah ganda putri taruna peringkat satu nasional.

Sedang untuk nomor beregu yang akan menggunakan format Piala Sudirman (beregu campuran), Lius mengatakan tidak memasang target muluk-muluk. Pasalnya, Indonesia berada dalam satu grup dengan China.

“Untuk beregu, sulit, karena pasti mentok di China, karena yang akan maju ke babak berikutnya hanya juara grup. Tetapi siapa tahu mereka bisa berprestasi di sana,” ungkap Lius.

Dalam nomor beregu yang akan dimulai pada 23 Oktober, Indonesia berada di Grup W bersama juara bertahan China, Rusia, Selandia Baru dan Macau. Total sebanyak 22 tim akan berkompetisi dalam turnamen beregu yang dikenal dengan Piala Suhandinata (diambil dari nama seorang tokoh bulu tangkis asal Indonesia) itu.

Sebanyak 16 pemain didampingi pelatih dan manajer, Rabu (21/10) bertolak menuju Malaysia untuk mengikuti kejuaraan tersebut.

Pemain tunggal yang akan memperkuat tim Merah-Putih adalah Ary Trisnanto, Evert Sukamta, Hermansyah, Andre Marteen (tunggal putra), serta Siti Anida, Febby Angguni, Elizabeth Purwanistyas, dan Ana Robita (tunggal putri).

Selain Angga/Rendy, ganda putra akan diperkuat pasangan Berry Anggriawan/Muhammad Ulinnuha. Adapun pada ganda putri, selain Claudia/Della akan menampilkan Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah.

Untuk ganda campuran akan memakai pemain ganda putra yang dipasangkan dengan pemain ganda campuran.

– Pembagian grup nomor beregu Kejuaraan Dunia Junior:

Grup W: China, Indonesia, Rusia, Selandia Baru, Macau
Grup X: Sub-Grup X1: Thailand, Jerman, Vietnam; Sub-Grup X2: Hong Kong, Denmark, Sri Lanka
Grup Y: Sub-Grup Y1: India, Kanada, Filipina; Sub-Grup Y2: Taiwan, Inggris, Australia
Grup Z: Malaysia, Jepang, Prancis, Singapura, Kamboja

Posted in Junior | Leave a Comment »