Badminton Lovers

Badminton is My Life

Bawalah Gelar untuk Negeri Ini, Nova/Liliyana

Posted by febrikusuma on August 16, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Bulu tangkis Indonesia miskin gelar sepanjang tahun 2009. Bahkan setelah Markis Kido/Hendra Setiawan menyabet medali emas ganda putra di Olimpiade Beijing 2008 bulan Agustus lalu, negeri ini mulai paceklik.

Kini, harapan untuk mengakhiri masa-masa sulit tersebut mulai tersibak karena Nova Widianto/Liliyana Natsir bisa menembus final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009 yang berlangsung di Hyderabad, India. Ganda nomor dua dunia tersebut menjadi satu-satunya andalan agar bisa membawa gelar juara ke negeri ini.

Sebenarnya, ada tiga wakil Indonesia yang tampil di semifinal. Selain Nova/Liliyana, masih ada dua pemain di sektor tunggal putra, yaitu Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro.

Tetapi, Taufik dan Sony gagal meruntuhkan tembok China. Taufik tak berdaya menghadapi Chen Jin, sedangkan Sony kembali harus menelan kekalahan dari Lin Dan.

Dengan demikian, tinggal Nova/Liliyana yang menjadi harapan. Dan, pasangan ini juga menjaga peluang untuk mempertahankan gelar Kejuaraan Dunia yang mereka raih dua tahun lalu di Malaysia–tahun lalu Kejuaraan Dunia tidak diselenggarakan karena bertepatan dengan Olimpiade di Beijing.

Nova/Liliyana hanya perlu satu langkah lagi untuk mewujudkan impian mereka itu, sekaligus harapan seluruh pecinta bulu tangkis Indonesia. Mereka memastikan dapat tiket ke final setelah menyingkirkan pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

Namun, pasangan utama di Pelatnas Cipayung tersebut kembali harus menghadapi pemain Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl pada final hari Minggu ini. Unggulan ketujuh tersebut lolos setelah membuat kejutan lagi dengan menyingkirkan unggulan utama asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung 18-21 21-19 21-18–sebelumnya, Layborn/Rytter Juhl juga menyingkirkan unggulan ketiga dari China yang baru saja juara di Indonesia Terbuka, Zheng Bo/Ma Jin.

Melihat calon lawannya, peluang Nova/Liliyana untuk menang lebih besar dibandingkan jika harus berhadapan dengan Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, yang mengalahkan mereka di final Olimpiade Beijing 2008. Pasalnya, mereka juga sudah sering menang atas lawannya dari  Denmark tersebut.

Ini yang membuat satu-satunya wakil Indonesia yang maju ke final tersebut cukup optimistis bisa menang. Menurut Nova, jika mereka bisa tampil lebih baik dibandingkan saat melawan Fischer/Juhl, maka peluang menang lebih besar dan mereka bisa mempertahankan gelar juara yang disabet pada tahun 2007

“Mudah-mudahan di final kami bisa main lebih baik lagi, karena pasangan Denmark yang akan kami hadapi juga cukup berat,” kata Nova yang bakal pensiun dari Pelatnas Cipayung usai tampil di turnamen ini.

Meskipun demikian, tekad dan semangat Laybourn/Rytter Juhl harus diwaspadai. Setelah membuat dua kejutan beruntun (taklukkan pasangan China dan Korea) untuk lolos ke final, mereka berambisi menjadi juara meskipun kurang difavoritkan.

“Kami akan tampil tanpa beban karena sejak awal memang tidak pasang target apa-apa. Tapi karena sudah masuk final, kami tentu ingin meraih gelar juga,” ungkap Laybourn, yang mengaku Nova/Liliyana sama beratnya dengan dua pasangan unggulan yang dikalahkan sebelumnya.

China pastikan tiga gelar

China masih menunjukkan kelasnya sebagai raja bulu tangkis dunia. “Negeri tirai bambu” ini sudah pasti menyabet tiga gelar karena terjadi all-Chinese final di nomor tunggal putra (Chen Jin vs Lin Dan), tunggal putri (Xie Xingfang vs Lu Lan) dan ganda putri (Zhang Yawen/Zhao Tingting vs Cheng Shu/Zhao Yunlei).

Khusus sektor ganda putri, China memang selalu mendominasi di turnamen ini. Sejak tiga edisi sebelumnya (2005,2006 dan 2007), mereka selalu menempatkan semua wakilnya di final. Bahkan sejak kejuaraan dunia 1997, nomor ganda putri tidak pernah lepas dari genggaman mereka.

Selain tiga nomor tersebut, China juga berpeluang menambah satu gelar di sektor ganda putra, setelah unggulan kelima Cai Yun/Fu Haifeng melangkah ke final berkat kemenangan atas pasangan Malaysia Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan. Tetapi, mereka bakal menghadapi kesulitan besar karena harus menghadapi pasangan Korea Selatan yang bulan Juni lalu menjadi juara Indonesia Terbuka, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae.

Jadwal final, Minggu (16/8)

– Tunggal putra
(5) Lin Dan (China) vs (2) Chen Jin (China)

– Ganda campuran
(7) Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) vs (2) Nova Widianto/Liliyana Natsir

– Ganda putri
(8) Zhang Yawen/Zhao Tingting (China) vs (2) Cheng Shu/Zhao Yunlei (China)

– Tunggal putri
(5) Xie Xingfang (China) vs (7) Lu Lan (China)

– Ganda putra
(5) Cai Yun/Fu Haifeng (China) vs (4) Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korea Selatan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: