Badminton Lovers

Badminton is My Life

Sony-Maria Terancam Tidak Dikirim ke Kejuaraan Dunia

Posted by febrikusuma on July 27, 2009

JAKARTA – Sebelas wakil pelatnas PB PBSI tercantum dalam daftar peserta Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009. Namun, beberapa pemain dalam daftar itu terancam tidak dikirim ke even yang diselenggarakan di Hyderabad, India, tersebut.

Setidaknya dua nama kini dipertimbangkan untuk dibatalkan. Mereka adalah Sony Dwi Kuncuro dan Maria Kristin. Keduanya merupakan pemain terbaik pelatnas di nomor tunggal pria dan wanita.

“Ada kemungkinan dia (Sony) tidak diberangkatkan. Sebab, kami tidak tahu seberapa jauh persiapannya. Selain itu, kami khawatir akan konsentrasinya,” kata Lius Pongoh, ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB PBSI kemarin (22/7) di markas pelatnas Cipayung.

Ancaman itu berawal dari Sony yang memutuskan pulang ke kampung halamannya di Surabaya sejak 9 Juli lalu. Itu dia lakukan dengan alasan mempersiapkan pesta pernikahannya pada 25 Juli nanti. Dia berjanji kembali ke pelatnas pada 29 Juli.

Dalam perkembangannya, pelatnas PB PBSI ternyata tidak sreg dengan persiapan Sony itu. Mereka khawatir Sony tidak akan dalam kondisi 100 persen di kejuaraan dunia yang akan dihelat pada 10-16 Agustus mendatang.

“Pertandingan ini kan ibarat perang. Sebelum perang, tentu persiapannya harus 100 persen. Dengan persiapan 100 persen saja gelar juara belum pasti diraih, apalagi kalau persiapannya tidak maksimal,” kata Kasubid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata yang mengomentari situasi yang dihadapi Sony.

Atas dasar itulah keberangkatan Sony ke kejuaraan dunia kembali diambangkan. Lius dan Christian akan meminta pertimbangan Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso untuk memutuskan masalah tersebut. Jika Djoko setuju, Sony akan batal berangkat.

“Kami akan bicarakan dulu dengan ketua umum sebelum mengambil keputusan,” tutur Lius.

Maria Kristin juga berada dalam posisi yang sama dengan Sony. Hanya, alasannya sedikit berbeda. Maria terancam batal berangkat karena motivasinya dinilai sedang menurun. Dia juga masih terganggu oleh cedera lutut kanan.

“Untuk kepastian keberangkatannya, kami akan tentukan pekan depan. Ini bukan saja untuk Sony dan Maria, tapi berlaku untuk semuanya. Rombongan akan berangkat ke India pada 7 Agustus,” papar Lius.

Terpisah, Sony menyatakan bahwa dirinya tetap melakukan persiapan dengan baik kendati sibuk dengan urusan pernikahan. Pebulu tangkis peringkat keenam dunia itu mengungkapkan bahwa dirinya tiap hari tetap berlatih. Kadang sekali, kadang dua kali.

“Saya menargetkan kembali masuk final. Karena itu, saya tetap melakukan persiapan. Saya harap pengurus percaya dan tetap mengirim saya ke kejuraan dunia,” tutur Sony.

Bantahan juga disampaikan oleh pelatih tunggal wanita Marlev Maniaky tentang ketidaksiapan Maria. Menurut dia, kondisi Maria maupun Ardianti Firdasari bagus. Kendati begitu, Marley mengaku sah-sah saja kalau orang lain memandang lain Maria.

“Tapi, saya tahu benar kondisinya. Dia (Maria) saat ini justru dalam kondisi bagus. Sudah tidak ada lagi masalah dengan cederanya. Maria pun ingin membuktikan diri masih bisa berprestasi,” terang Marlev. (fim/ang)

Revisi Program Fisik

LATIHAN fisik cenderung mereduksi skill seorang atlet. Itu juga terjadi pada pebulu tangkis pelatnas yang akan dikirimkan ke kejuaraan dunia. Sejalan dengan semakin dekatnya even dua tahunan tersebut, mereka menuntut program itu dikurangi.

Keluhan mengenai beratnya latihan fisik disampaikan kepada Kabid Binpres PB PBSI Lius Pongoh kemarin di markas pelatnas Cipayung. “Latihan ini memang bagus. Namun, karena kejuaraan dunia sudah dekat, porsinya harus diturunkan. Selain itu, anak-anak meminta tempat latihan dipindah. Itulah yang kami bahas dengan Pak Lius tadi (kemarin, Red),” ungkap Aryono Miranat, pelatih ganda wanita, kemarin.

Sejak 29 Juni lalu, pebulu tangkis Cipayung memang melakoni latihan fisik khusus. Latihan digelar di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Latihan dijalani Markis Kido dkk setiap Senin dan Kamis.

“Latihan itu sangat bermanfaat dalam meningkatkan daya tahan. Namun, anak-anak merasa tempat latihan kurang bagus karena berdebu, sehingga mengganggu pernapasan,” ujar Aryono.

Selain itu, pro-kontra soal latihan fisik tersebut menjadi memanas menyusul sakitnya Muhammad Ahsan. Ganda pria nomor dua Indonesia itu Selasa malam lalu (21/7) dilarikan ke rumah sakit.

Pengurus pun tidak mau arogan. Mereka berencana memindahkan tempat latihan fisik ke Lapangan Ragunan, Jakarta Selatan. Namun, menurut Lius, latihan fisik tetap harus dijalani para pebulu tangkis. Pasalnya, fisik merupakan fondasi bagi para atlet. Karena itu, latihan tetap dijalankan sesuai dengan program.

Menurut Lius, VO2Max beberapa pebulu tangkis Cipayung terlalu rendah dengan hanya mencapai 48 ml/kg/min. “Untuk menghadapi kejuaraan dunia ini, intensitasnya memang akan kami turunkan. Tapi, ke depan latihan ini tetap menjadi menu wajib bagi pebulu tangkis pelatnas. Soal sakitnya Ahsan, kami masih mengecek asal dan jenis sakitnya,” tegas Lius. (fim/ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: